Tingginya Kasus Bunuh Diri

Tingginya Kasus Bunuh Diri
Stop Teenager Suicide. (Sumber: pixabay.com)

WHO menyatakan bahwa depresi berada pada urutan nomor 4 penyakit di dunia dan diprediksi akan menjadi masalah gangguan kesehatan yang utama.

Saat ini setiap 40 detik terdapat satu orang yang meninggal bunuh diri. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 800ribu orang pertahunnya yang meninggal akibat bunuh diri di dunia.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Direktur P2MKJN Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Dr. Celestinus Eigya Munthe, Sp.KJ, M.Kes mengatakan, bahwa kasus bunuh diri sering terjadi pada usia remaja sekitar 15-29 tahun.

Menurut data kepolisian di Indonesia, pada tahun 2020 dilaporkan terdapat 671 orang yang melakukan tindakan bunuh diri. Sedangkan BPS tahun 2020 mencatat, terdapat total 5.787 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri.

Baca juga: Stop Body Shaming, Depresi Hingga Bunuh Diri

Menurut penulis, munculnya ide untuk bunuh diri kerap terjadi akibat putus asa serta munculnya tekanan-tekanan yang melebihi batas kemampuan seseorang.

Gangguan kesehatan jiwa seperti depresi sering sekali dianggap aib oleh warga, padahal seseorang seperti ini sangatlah membutuhkan jasa dari ahli kejiwaan seperti psikiater.

Hal tersebut dikarenakan perasaan bunuh diri bisa saja muncul akibat masalah-masalah yang selama ini dipendam, kemudian ketika sudah tidak mampu untuk menahan beban-beban tersebut muncullah rasa bahwa kematian adalah jalan terakhir untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Orang-orang seperti ini membutuhkan dukungan lebih untuk menemukan kembali motivasi hidup, terutama dukungan dari orang tua, kerabat, sahabat dan orang orang tersayangnya.

Oleh karena itu kita sebagai manusia yang memiliki jiwa sosial semestinya peduli terhadap teman dan kerabat bahkan seseorang yang baru saja dikenal apabila nampak ia sedang tak bersemangat dan mungkin saja sedang mengalami depresi.

Baca juga: Pengaruh Agama dalam Perkembangan Psikis dan Kesehatan Mental pada Remaja

Kedepannya kita harus melihat masalah ini lebih serius lagi dengan memperhatikan masalah mental pada anak dan remaja maupun dewasa usia muda.

Penulis berharap kedepannya masalah ini mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah dan masyarakat.

Melalui pembuatan dan implementasi program yang dapat mencegah meningkatnya kasus bunuh diri  serta memberikan harapan hidup kepada mereka yang sedang berjuang melawan masalah kesehatan jiwa bahwa ada jalan keluar lain selain bunuh diri.

 

Rima Rahmadhany

Penulis: Rima Rahmadhany
Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, UIN Ar-Raniry

Editor: Imamah Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses