Bantul, MMI – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bersama Majelis Dikdasmen PCA Pleret menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk “Skrining Kesehatan Anak dalam Rangkaian Pojok Kesehatan Sekolah” di serambi Masjid Taqarrub, Kanggotan, Pleret, Bantul, Yogyakarta pada Senin, 16 Februari 2026.
Selain penyediaan pojok kesehatan dan edukasi PHBS kepada guru, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan skrining kesehatan anak pada hari dan lokasi yang sama. Skrining dilakukan sebagai bentuk implementasi nyata pendekatan preventif dalam mendukung program Sekolah Sehat yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan kepada anak-anak PAUD dan Kelompok Bermain Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah secara bertahap dan terorganisir. Kegiatan ini meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan kesehatan gigi, serta pemeriksaan kesehatan mata. Alat pengukur yang diserahkan kepada sekolah juga langsung dimanfaatkan dalam kegiatan ini sebagai sarana praktik dan pembelajaran bagi guru.
Ketua tim pengabdian, Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., M.A.N., Ph.D., menyampaikan bahwa skrining kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi masalah pertumbuhan dan kesehatan anak. “Melalui pemeriksaan sederhana ini, guru dan orang tua dapat memperoleh gambaran awal kondisi kesehatan anak, sehingga apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan atau masalah kesehatan lainnya, dapat segera dilakukan tindak lanjut,” jelasnya.

Kegiatan skrining ini tidak hanya berfungsi sebagai pemeriksaan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi praktis bagi guru dalam memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Dengan demikian, keberadaan pojok kesehatan sekolah tidak hanya menjadi simbol fasilitas, melainkan pusat aktivitas promotif dan preventif yang berkelanjutan.

Melalui integrasi antara edukasi PHBS, penyediaan sarana pendukung, dan skrining kesehatan anak dalam satu rangkaian kegiatan, program ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan anak usia dini di wilayah Pleret.
Editor: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












