Berjuang di Pasar: Kisah Seorang Pemuda Pedagang Sayur yang Pantang Menyerah

Berjuang di Pasar: Kisah Seorang Pemuda Pedagang Sayur yang Pantang Menyerah
Foto Dandi pedagang sayur di pasar Landungsari Kota Malang (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Malang – Dandi (17) seorang  Pemuda asal Batu yang sehari-hari sebagai pedagang di Pasar Landungsari Kota Malang Jawa Timur Meriah begitu gigih dalam bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. (16/11/2024)

Kisah seorang pemuda yang tanpa menyerah walaupun dengan keadaan sulit mendapatkan pekerjaan, dia lebih memilih membantu ibunya berdagang sayur-mayur  di pasar. Di usia yang masih muda seharusnya dia masih punya waktu untuk berkumpul sama teman-teman, namun dia memilih bantu ibunya menjual sayur di pasar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dandi warga asal Batu ini telah menunjukkan dedikasi dan ketabahannya dalam merintis usaha dagangnya bersama ibunya demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.

“Saya menjual sayur membantu ibu dari waktu  sebelum korona karena waktu itu saya juga sulit mendapatkan pekerjaan  jadi saya memilih bantu ibu menjual sayur walaupun sedikit penghasilannya tapi cukup buat kebutuhan kehidupan kami“ ujar Dandi sambil tersenyum meskipun kelelahan tergambar diwajahnya, Sabtu (16/11/2024)

Dandi juga menyampaikan bagaimana dia memilih sekolah kejar paket agar dia bisa meluangkan waktu menjual sayur membantu ibunya di pasar. “Jadi saya sekolah kejar paket biasanya satu minggu sekali, di waktu yang kosong saya membantu ibu antar sayur ke pasar, menyiapkan semua perlengkapan dan saya  juga membagi waktu sama ibu, jadi ibu menjual mlm sampe pagi gantian saya pagi sampe sore“ katanya.

Dari hasil pedagang sayur, Dandi yang selalu semangat bekerja walaupun sulit dalam situasi menjual sayur Dandi juga tidak lupa untuk memberi sedikit bantuan buat panti asuhan.

Baca Juga: Bukan Cuma Bimbingan, Komunikasi yang Baik Akan Memperlancar Penyelesaian Skripsi

“Jadi dari hasil menjual sayur saya bersama ibu juga tidak lupa untuk memberi sedikit bantuan buat panti asuhan, walaupun hasil dari menjual sayur sedikit kami tetap memberi sedikit bantuan maupun itu dalam bentuk uang maupun barang“ Kata Dandi.

Dandi juga mengungkapkan alasan memilih bantu ibu menjual  sayur karena waktu korona itu dia sempat usaha mencari kerja, namun halangan dgn korona akhirnya sulit mendapatkan pekerjaan,  dan disitu dia lebih memilih menjual sayur-sayuran di pasar.

“Waktu itu saya sudah usaha mencari kerja biar bisa membantu ibu tapi dihalang dengan korona jadi sulit untuk mendapat kerja, jadi saya memilih bantu ibu menjual sayur biar bisa meringankan beban ibu” Ungkapnya.

Pesan Haru yang disampaikan oleh Dandi buat orang tuanya dan anak muda sekarang , bahwa jangan pernah menyerah teruslah bekerja keras walaupun banyak tantangan.  Jangan pernah malas untuk membantu orang tua, karena suatu saat nanti kita akan menyesal ketika kehilangan seorang ibu.

“Jangan pernah patah semangat tetaplah menjadi anak yang baik membantu orang tua, saya terus berusaha agar saya bisa mencapai apa yang saya inginkan. Saya cuman berharap orang tua saya sehat-sehat terus sampai saya bisa membalas semua jasa dan keringat mereka dengan hasil kerja keras saya sendiri. “ Tutupnya.

 

Penulis: Sebastianus Torino Sina
Mahasiswa: Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

 

Editor: I. Khairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses