Era digital telah ditandai oleh kemajuan teknologi yang eksponensial, dengan Kecerdasan Buatan (AI) muncul sebagai kekuatan transformatif yang mendefinisikan ulang berbagai sektor industri.
Integrasi AI ke dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) telah merevolusi praktik organisasi dengan menggabungkan elemen multidisiplin dari matematika, manajemen, ilmu komputer, dan linguistik untuk memungkinkan analisis data kompleks dan pengenalan pola dalam proses SDM utama, mulai dari pemeringkatan pelamar hingga efisiensi perekrutan.
Meskipun potensi AI dalam MSDM diakui secara luas, masih terdapat kesenjangan kritis dalam pemahaman komprehensif tentang implementasi etis dan bertanggung jawabnya.
Integrasi AI juga mendorong evaluasi ulang tentang apa arti “manusia” dalam konteks sumber daya manusia.
Salah satu masalah penting adalah pengangguran. Ketenagakerjaan di negara berkembang, seperti Indonesia.
Banyak faktor yang saling berinteraksi dan mempengaruhi pengangguran.
Salah satu penyebab pengangguran adalah populasi yang cukup besar di Indonesia, yang menyebabkan peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya.
Tidak keseimbangan di pasar tenaga kerja dapat menyebabkan pengangguran. Ini menunjukkan bahwa jumlah pekerja yang ditawarkan lebih besar daripada jumlah pekerja yang diminta.
Penyebab Karier Gen Z terhadap AI
Revolusi Industri 5.0 membuka peluang secara tidak terhitung jumlahnya, tetapi juga tantangan signifikan bagi Gen Z sebagai generasi digital natives.
Era ini mengedepankan perpaduan antara teknologi canggih dan pendekatan humanistik yang menekankan pada kolaborasi manusia-mesin.
Meski demikian tantangan besar terkait adaptasi terhadap perubahan teknologi yang cepat, ketidakpastian ekonomi, serta kesejahteraan mental menjadi faktor penting yang perlu dihadapi oleh generasi ini.
Salah satu masalah utama yang harus diatasi Gen Z yaitu ketidakpastian pasar tenaga kerja.
Seiring dengan berkembangnya otomatisasi dan kecerdasan buatan, pekerjaan manual dan pekerjaan rutin semakin tergantikan oleh mesin.
Sekitar 45% pekerjaan yang ada saat ini memiliki potensi untuk diotomatisasi dalam 20 tahun mendatang yang sebagian besar merupakan pekerjaan yang tidak memerlukan keterampilan tinggi.
Hal ini menciptakan ketidakpastian bagi Gen Z yang baru memasuki dunia kerja, memaksa untuk terus mengembangkan keterampilan baru dan beradaptasi dengan teknologi yang terus berubah.
Tantangan lain yang dihadapi oleh Gen Z di era Revolusi Industri 5.0 adalah kesejahteraan mental.
Kecenderungan untuk selalu terhubung secara digital, ditambah dengan ekspektasi tinggi di tempat kerja sering memicu stres, kecemasan, dan burnout.
Lebih dari 60% Gen Z merasa cemas tentang masa depan baik dari segi karier maupun kondisi sosial-politik global.
Dampak AI bagi Gen Z
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam dunia teknologi.
Dalam beberapa dekade terakhir, AI telah berkembang pesat dari sekadar sistem berbasis aturan hingga teknologi yang mampu belajar dan beradaptasi melalui machine learning dan deep learning.
Kemampuannya dalam mengolah data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi telah merevolusi berbagai sektor industri, meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan manusia, dan membuka peluang inovasi baru yang sebelumnya tidak dapat dibayangkan.
Kecerdasan buatan (AI) terus berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, membentuk berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk ekonomi digital, pengambilan keputusan berbasis AI, serta kemungkinan pencapaian kecerdasan buatan umum atau Artificial General Intelligence (AGI).
Prospek masa depan AI tidak hanya berpusat pada peningkatan efisiensi dan otomatisasi, tetapi juga pada bagaimana AI dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan etis serta bagaimana batasan teknologi ini dapat diperluas hingga mencapai kecerdasan setara atau bahkan melebihi manusia.
Dengan kemajuan yang semakin pesat, AI diprediksi akan semakin terintegrasi dalam kehidupan manusia, baik dalam dunia bisnis, pemerintahan, maupun kehidupan sehari-hari, sehingga pemahaman yang mendalam mengenai arah dan dampaknya menjadi krusial.
Solusi Gen Z terhadap AI dalam Dunia Karier
Solusi menghadapi Gen Z terhadap dampak AI dengan meningkatkan keterampilan digital, fokus pada kreativitas dan empati, serta memanfaatkan platform pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan analisis data dan penggunaan AI, bidang AI dan teknologi lainnya.
Penulis: Leony Corneille Fricilia Panjaitan
Mahasiswa ProdiBimbingan dan Konseling, Universitas Kristen Indonesia
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












