Dampak Biaya Produksi terhadap Keputusan Manajerial dalam Usaha UMKM

Pengelolaan biaya produksi
Ilustrasi Keputusan Manajerial bagi UMKM (Gambar: Dok. MMI)

Pendahuluan

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia karena dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong perkembangan ekonomi di daerah.

Namun, salah satu masalah utama yang sering dihadapi oleh UMKM adalah pengelolaan biaya produksi yang masih belum efisien.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Biaya produksi mencakup semua pengeluaran yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa, seperti biaya bahan baku, upah tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

Keakuratan dalam menghitung biaya produksi sangat mempengaruhi pengambilan keputusan manajerial, khususnya dalam pengaturan harga jual, pengendalian biaya, perencanaan keuntungan, dan pengambilan keputusan investasi usaha.

Banyak pengusaha UMKM masih mencatat biaya dengan cara yang sederhana dan kurang teratur, sehingga sering kali terjadi kesalahan dalam menghitung harga pokok produksi (HPP).

Hal ini berdampak pada keputusan bisnis yang kurang tepat, yang dapat mengurangi daya saing usaha.

Baca Juga: Modernisasi Kuliner Tradisional: Tim ITB STIKOM Bali Dorong Digitalisasi UMKM Jaje Gina di Batubulan

Tinjauan Pustaka

Biaya produksi mencakup semua pengeluaran ekonomi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk menciptakan sebuah produk.

Mulyadi (2018) menjelaskan bahwa biaya produksi terdiri dari tiga elemen pokok, yaitu:

  1. Biaya bahan baku
  2. Biaya tenaga kerja langsung
  3. Biaya overhead pabrik

Ketiga elemen ini perlu dihitung dengan tepat agar manajemen dapat mengetahui harga pokok produksi dengan akurat.

Sebagai hasil penelitian Usman dkk. (2023), banyak UMKM di Indonesia yang menerapkan metode full costing untuk menghitung HPP, namun kesalahan yang umum terjadi adalah tidak menghitung biaya overhead pabrik dengan benar.

Hal ini mengakibatkan harga pokok produksi menjadi tidak tepat.

Pengaruh Biaya Produksi terhadap Keputusan Manajerial

1. Penentuan Harga Jual

Harga jual produk sangat dipengaruhi oleh biaya produksi.

Jika biaya produksi dihitung terlalu rendah, harga jual tidak akan dapat menutupi biaya dan menyebabkan kerugian.

Sebaliknya, jika biaya terlalu tinggi, produk akan kehilangan daya saing di pasar.

Baca Juga: Penguatan Literasi Akuntansi Manajemen dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan (Biaya) Usaha Mikro dan Kecil di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya

Penelitian pada UMKM Kerupuk Ubi Ibu Midun menunjukkan bahwa total biaya produksi mencapai Rp1.001.666 untuk setiap proses produksi dengan hasil 6.000 unit, sehingga HPP menjadi Rp166,94 per unit.

Dari total penjualan sebesar Rp2.100.000, didapatkan laba operasional sebesar Rp1.068.334.

Hal ini menunjukkan bahwa pencatatan biaya yang tepat mendukung penetapan harga jual yang akurat.

2. Pengendalian dan Efisiensi Biaya

Pengendalian biaya produksi yang baik membantu manajer dalam mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasi.

Pengendalian biaya sangat diperlukan terutama untuk biaya bahan baku yang sering mengalami perubahan harga.

Sebuah penelitian pada UMKM Batik Banyuwangi mengindikasikan bahwa sebelum menerapkan target costing, laba usaha berada di angka Rp8.284.000 atau 18,6% dari total penjualan.

Setelah penerapan target costing, laba meningkat menjadi Rp11.759.000 atau sekitar 26%.

Hal ini membuktikan bahwa efisiensi dalam biaya produksi dapat meningkatkan profitabilitas usaha secara signifikan.

Baca Juga: Analisis Pengambilan Keputusan dalam Ekonomi Manajerial pada Perusahaan Modern

3. Perencanaan Laba dan Keputusan Investasi

Data biaya produksi juga menjadi dasar dalam merencanakan target laba dan memutuskan investasi seperti pembelian alat baru, penambahan tenaga kerja, atau ekspansi usaha.

Penelitian terhadap UMKM mie ayam dan bakso dengan menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas menunjukkan bahwa biaya bahan baku memiliki elastisitas tertinggi terhadap omzet, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,88. Ini menunjukkan bahwa 88% variasi omzet dapat dijelaskan oleh biaya produksi.

Jadi, keputusan investasi harus difokuskan pada komponen biaya yang paling mempengaruhi pendapatan usaha.

4. Evaluasi Kinerja Usaha

Biaya produksi yang tercatat dengan teliti memungkinkan pemilik UMKM untuk menilai kinerja usaha secara objektif.

Manajer dapat mengetahui apakah usaha tersebut mendapatkan keuntungan, mengalami kerugian, atau perlu strategi baru.

Penelitian Emanuel dan Wulandari (2025) terhadap UMKM di Sleman mengungkapkan bahwa biaya produksi menjadi salah satu faktor penting dalam mengevaluasi kinerja usaha, meskipun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk mengelola biaya dengan efisien.

Baca Juga: Peran Ekonomi Manajerial dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM

Kesimpulan

Biaya produksi memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan manajerial dalam bisnis UMKM.

Ketepatan dalam perhitungan biaya produksi mempermudah pelaku usaha dalam menentukan harga jual, mengendalikan biaya, merencanakan laba, mengambil keputusan investasi, dan mengevaluasi kinerja usaha.

Banyak UMKM masih menghadapi tantangan dalam pencatatan biaya, khususnya pada biaya overhead pabrik.

Oleh karena itu, penerapan metode seperti full costing, target costing, dan activity-based costing sangat penting agar keputusan manajerial menjadi lebih akurat dan usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan pengaturan biaya produksi yang efektif, UMKM tidak hanya bisa meraih keuntungan lebih, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam menghadapi kompetisi pasar yang semakin sengit


Penulis: Nurul Hidayah
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Fahmi Susanti S.KM., M.M.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Daftar Pustaka

  1. Ammar, Z. (2024). Penerapan Target Costing dalam Meningkatkan Efisiensi Rencana Biaya Produksi untuk UMKM Batik Banyuwangi. Analisa: Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 12(2), 37–47.
  2. Emanuel, P., dan Wulandari, I. (2025). Dampak Modal, Biaya Produksi, dan Durasi Usaha terhadap Kinerja UMKM di Kabupaten Sleman. Journal of Economic, Business and Accounting, 8(1), 112–124.
  3. Khoirin, P., Situmorang, R. C., Firzatullah, A. P., dkk. (2025). Studi Analisis Fungsi Produksi Cobb-Douglas: Dampak Biaya Produksi terhadap Pendapatan UMKM Mie Ayam dan Bakso. Warta Dharmawangsa, 19(1), 55–67.
  4. Mulyadi. (2018). Prinsip-prinsip Akuntansi Biaya. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
  5. Rahmi, M., Ramadanis, R., Widia, M., dkk. (2025). Ketepatan Perhitungan Biaya Produksi dengan Metode Full Costing. Management Studies and Business Journal, 6(1), 88–97.
  6. Usman, A., Mediaty, M., Ilham, M. N., Syam, A. R. G., Supardi, T. S., dan Lombi, F. D. (2023). Penentuan Harga Pokok Produksi untuk UMKM. Economics and Digital Business Review, 4(1), 756–766.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses