Dampak Budaya Patriarki terhadap Perempuan Menghambat Perempuan Tidak Jadi Pemimpin

Budaya patriarki
Ilustrasi Ketidaksetaraan Gender bagi Perempuan (Gambar: Dok. MMI)

Patriarki merupakan budaya yang tercipta dan pandangan masyarakat terhadap kepemimpinan seorang laki-laki yang kerap mendominasi kehidupan,kita lihat patriarki berasal dari kata patriarki.

Yang di mana budaya patriarki ini, sudah ada sejak dahulu hingga kini, serta menjadi budaya yang memberi pengaruh terhadap kehidupan sosial.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Budaya patriarki sering kali menimbulkan, dan menghambat kerugian bagi perempuan karena perempuan dalam pandangan patriarki dianggap lemah dan laki-laki dianggap lebih unggul dibandingkan perempuan.

Ini menandakan adanya ketidaksetaraan gender di antara laki-laki dan perempuan.

Bagaimana budaya patriarki dapat terus berkembang hingga saat ini.

Hal ini berkembang melalui pola pikir masyarakat yang secara turun-temurun di dalam keluarga sering kali didapati perlakuan yang tidak adil yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya.

Ketika anak laki-laki tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan rumah, sedangkan perempuan ditekankan harus mengurus pekerjaan rumah.

Perempuan tidak memiliki tempat, ruang di mana untuk berbicara menyatakan pendapat.

Banyak hal yang dapat merugikan perempuan dari budaya patriarki,  yang paling utama adalah perempuan dianggap lemah dan hanya bisa bekerja mengurus pekerjaan rumah.

Perempuan tidak mendapatkan tempat untuk memimpin, hanyalah laki- laki saja.

Akhirnya, perempuan kerap kali menerima diskriminasi di dalam rumah tangga maupun dari masyarakat. 

Ini ditandai dari kata-kata yang kerap kali dilontarkan kepada perempuan, seperti “untuk apa sekolah tinggi-tinggi dan menjadi pemimpin yang pada akhirnya akan bekerja di dapur dan di ranjang?”

Baca Juga: Citra Perempuan dalam Puisi ‘Ila Tilmidhatin’ karya Nizar Qabbani: Analisis Feminisme

Hal ini menjadi bukti bahwa pengabaian terhadap adanya ketidaksetaraan gender menyebabkan mimpi-mimpi besar perempuan akan terkubur, berakhir di dapur dan ranjang.

Di sini kita lihat budaya partiaki ini membawah dampak yang luas dan mendalam terhadap kehidupan perempuan, baik di ranah keluarga, di dunia kepemimpinan, maupun masyarakat.

Secara umum, ada beberapa dampak yang terjadi dikarenakan oleh budaya patriarki terhadap perempuan:

1. Ketidaksetaraan Gender

Perempuan sering kali menghadapi diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga hak politik.

Dalam sistem patriarki, perempuan cenderung dianggap sebagai pihak kedua setelah laki-laki, yang menghambat akses mereka terhadap kesempatan yang setara.

2. Peran Tradisional yang Membatasi 

Patriarki sering kali mengharuskan perempuan mematuhi peran tradisional, seperti menjadi pengurus rumah tangga atau pengasuh keluarga.

Hal ini membatasi potensi perempuan untuk berkembang di luar peran tersebut, termasuk dalam mengejar karier atau aspirasi pribadi lainya 

3. Kekerasan berbasis Gender 

Partiaki sering kali memperkuat norma yang membenarkan atau mengabaikan kekerasan terhadap perempuan, baik secara fisik, psikologis, maupun ekonomi.

Ini menciptakan lingkungan yang rentan terhadap terjadinya kekerasan berbasis gender.

Baca Juga: Perempuan Penggerak Utama Aksi Iklim

4. Kurangnya Representasi dalam Kepemimpinan 

Dalam struktur patriarki, perempuan sering kali tidak diberi ruang yang cukup dalam menyatakan pendapat di ruang publik atau pun terhambat dalam hal memimpin.

Hal ini mengakibatkan minimnya representasi perempuan dalam posisi kepemimpinan.

5. Stigma terhadap Perempuan yang Melampaui Peran Tradisional

Melampaui peran tradisional, perempuan yang mencoba melampaui batasan peran tradisional sering kali menghadapi stigma atau penolakan dari masyarakat.

Ini menghambat perempuan untuk bebas berekspresi dan mencapai potensi penuh pada perempuan.

6. Pengaruh terhadap Kesejahteraan Mental 

Tekanan untuk memenuhi standar budaya patriarki dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan.

Tidak dihargai, tidak terbatasnya kekerasan, dan ketidakadilan sosial, serta dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan bahkan depresi.

Budaya partiaki ini tidak hanya berdampak pada perempuan, tetapi juga pada perkembangan masyarakat secara keseluruhan karena menghambat perempuan, salah satunya tidak diberi ruang untuk berpendapat.

Baca Juga: Dinamika Kehidupan Perempuan Single Parent dalam Membangun Ketahanan Keluarga

Di sini kita lihat sistem partiaki ini tidak hanya berdampak pada perempuan, tetapi dilihat dari sisi kepemimpinan.

Perempuan ini tidak mendapat ruang untuk berdiskusi dan juga menjadi seorang pemimpi, di mana hanya laki-laki yang selalu berada di posisi terdepan dan perempuan di posisi paling belakang dan dianggap lemah.

Hanyalah laki-laki yang menjadi pemimpin karena laki-laki itu kuat dan mampu memimpin.

Di sini kita lihat budaya patriarki menghambat perempuan dalam bidang pendidikan, hak berpendapat, dan memimpin itu sulit dimiliki perempuan.


Penulis: Mariana Ledomina Baransano
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih


Dosen Pengampu: Melpayanty Sinaga, S.IP., M.A.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses