Dampak Negatif Kecanduan Game Online pada Anak-Anak dan Remaja

main game online
Dampak Negatif Kecanduan Game Online pada Anak-Anak dan Remaja. Sumber: kompasiana.

Kecanduan game online semakin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Banyak yang awalnya hanya ingin bermain untuk bersenang-senang, namun tanpa sadar akhirnya terjebak dalam kebiasaan bermain berjam-jam hingga merusak rutinitas dan pola hidup mereka.

Bahkan, WHO telah menetapkan kondisi ini sebagai gaming disorder, yang berarti kecanduan game bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi gangguan yang memerlukan perhatian serius. Salah satu contoh kasus yang sering terjadi adalah seorang anak SMP yang awalnya bermain game hanya di waktu luang sepulang sekolah.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Lama-kelamaan, ia mulai sulit berhenti dan selalu ingin cepat pulang hanya untuk melanjutkan permainan. Nilai pelajaran mulai turun, ia sering mengabaikan tugas sekolah, dan setiap kali orang tua menegur, ia langsung marah atau membentak. Bahkan beberapa kali ia berbohong soal aktivitasnya hanya demi bisa bermain lebih lama.

Kasus seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi kenyataannya banyak terjadi di sekitar kita. Kecanduan game online sendiri muncul ketika seseorang tidak lagi mampu mengontrol keinginan untuk bermain. Anak merasa harus bermain setiap hari, bahkan mengorbankan waktu belajar, tidur, makan, dan berinteraksi dengan keluarga.

Mereka merasa gelisah atau marah ketika tidak bisa bermain. Ketika sudah berada dalam tahap ini, game bukan lagi hiburan, melainkan kebutuhan yang menekan dan mengatur kehidupan mereka. Dari sisi perkembangan sosial, kecanduan game menyebabkan anak-anak menarik diri dari lingkungan.

Baca Juga: Sosialisasi Dampak Kecanduan Bermain Game Online terhadap Motivasi Belajar dan Perkembangan Bahasa Anak

Mereka lebih nyaman berkomunikasi melalui layar dibanding bertemu langsung. Interaksi mereka terbatas hanya pada teman sepermainan di dunia maya, sehingga kemampuan bersosialisasi menjadi tumpul.

Anak menjadi sulit bekerja sama dalam kelompok, kurang peka terhadap situasi orang lain, dan cenderung menghindar dari kegiatan sosial yang tidak melibatkan game.

Sementara itu, dampak moralnya tidak kalah besar. Banyak game menampilkan unsur kekerasan, persaingan ekstrem, bahkan kata-kata kasar. Jika anak terus-menerus melihat dan mendengar hal tersebut, mereka bisa menganggap perilaku kasar sebagai hal biasa.

Ini dapat membentuk sikap yang mudah tersinggung, cepat marah, dan kurang menghargai orang lain. Selain itu, anak yang kecanduan game sering kali mengabaikan tanggung jawab, seperti tugas sekolah, ibadah, atau membantu orang tua.

Mereka belajar bahwa kesenangan pribadi lebih penting daripada kewajiban, yang tentu saja bertentangan dengan nilai moral yang seharusnya mereka pelajari di usia tumbuh kembang. Pada akhirnya, kecanduan game online bukan hanya soal anak yang terlalu sering bermain.

Masalah ini memengaruhi cara mereka berpikir, berperilaku, bahkan memandang dunia di sekelilingnya. Orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan sikap anak, membatasi waktu bermain, serta mengajak mereka melakukan aktivitas lain yang lebih membangun.

Baca Juga: Kenapa Anak Lebih Suka Main Gadget daripada Belajar? Yuk, Lihat dari Lingkungannya!

Jika kondisi sudah mengganggu keseharian, meminta bantuan profesional adalah langkah yang tepat. Dengan pendampingan yang serius, kecanduan ini bisa diatasi sehingga anak dapat tumbuh dengan lebih sehat, baik secara sosial maupun moral.

Penulis:
1. Dita Lestari
2. Aulia Zahra
3. Winda Kristin Telaumbanua
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pamulang (UNPAM)

Dosen Pengampu: Irma Sofiasyari, S.Pd., M.Pd.

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses