Daun Sirih Cina Sebagai Campuran Bahan Baku Wedang Ronde

Daun Sirih Cina

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap siswa SMK Kesehatan Binatama yang bernama Andyka Isa Dyka Ferry, wedang ronde yang dibuat oleh siswa ini menggunakan bahan baku alami, yang mana bahan ini tidak pernah digunakan oleh masyarakat bahkan para pedagang untuk membuat wedang ronde. Bahan alami tersebut bernama tanaman daun dirih cina atau yang biasa disebut dengan rumput suruhan.

Andyka mencoba membuktikan hasil uji cobanya di depan para guru-guru, dan para guru memberikan nilai paling tinggi diantara teman-temannya. Sebab, wedang ronde yang dibuat oleh siswa-siswi di SMK Kesehatan Binatama, hanya ada satu kelompok yang mempunyai rasa berbeda dengan yang lainnya. Dimana minuman wedang ronde itu diekstrak dengan daun sirih cina.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ibu Ana Herawati yang merupakan guru Farmasi SMK Kesehatan Binatama mengatakan: “Jadi kami itu kan di SMK ada yang namanya mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan, itu diajarkan sejak kelas 11. Materinya sebenarnya tentang inovasi produk, itu biasanya menjadi event tahunan dilombakan antar kelas. Kemudian kalau pas bulan Desember itu dalam rangka lomba Expo produk kreatif siswa untuk hari peringatan ulang tahun sekolah. Kebetulan yang kemarin kalau kelompoknya mas Andyka, siswa kelas XII, itu ya dia membuat wedang rondenya bedanya karena kemarin dapat ide untuk mengangkat bagaimana agar wedang ronde ini menjadi minuman yang lebih menarik. Jadi bukan daun segar nya yang diambil, tapi ekstraksi dari ekstrak etanol nya itu diuapkan lalu diambil Xperia untuk dibuat formula ronde. Dari tanaman segar itu, nanti kita sortasi basah dipilih yang bagus, dicuci, kemudian dikeringkan dengan sinar matahari, setelah kering baru nanti di ekstraksi dengan menggunakan metode Maserasi.”

Mungkin banyak orang yang tidak tahu bahkan banyak masyarakat yang mengatakan, apabila wedang ronde diberi campuran rumput, pasti rasanya akan pahit. Tapi ternyata, siswa yang bernama Andyka ini mencoba membuat wedang ronde dengan ekstrak rumput suruhan, dan ternyata hasilnya tidak pahit sama sekali.

Bahkan hasil yang diujikan menjadi predikat terbaik diantara teman-teman yang lainnya. Sebab, tidak ada lagi orang bahkan para penjual yang meracik wedang ronde dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai ekstrak campuran bahan baku alami dalam pembuatan makanan atau minuman, termasuk wedang ronde.

Andyka yang merupakan siswa kelas XII SMK Kesehatan Binatama mengatakan: Cara mengekstrak rumputnya itu pertama cari daun sirih cina dikeringkan dahulu mbk di bawah terik matahari, kalau tidak cukup panas, bisa menggunakan oven, lalu direndam menggunakan etanol di tempat tertutup. Diamkan selama 24 jam di bawah meja yang gelap. Setelah itu, dipanaskan memakai waterbath dengan menggunakan cawan porselin. Setelah menguap, tambahkan sedikit air, tuang di adonannya. Setelah itu, buat adonan persis seperti membuat ronde. Setelah itu, campurkan bahan baku dan tepung, kemudian bentuk bulat-bulat. Setelah itu, kukus.”.

Daun sirih cina memiliki manfaat yang luar biasa, selain untuk campuran bahan alami juga bisa untuk mengobati beberapa penyakit, antara lain adalah seperti sakit kepala, luka bakar, bisul, jerawat, radang kulit, diare, dan lain sebagainya (Saputra, 2014).

Dalam pandangan medis, tanaman daun sirih cina adalah tanaman yang mengandung senyawa antioksidan yang berperan sebagai obat dalam membantu mencegah penyakit kanker. Akan tetapi, jika dilihat dari kacamata iman, tanaman daun sirih cina merupakan tumbuhan dimana Allah telah menciptakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan karena ada banyak manfaat dan obat yang terkandung didalamnya.

Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-An’am ayat 99 yang artinya dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak, dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulang, dan kebun-kebu anggur, dan Kami keluarkan pula Zaitun dan Delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang beriman.

Tim Penulis:

1. Nuviza Nairowati
Mahasiswa Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia

2. Nurafni
Penulis adalah Mahasiswa Ahwal Syakhshiyah, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia.

3. Nur Zaytun Hasanah
Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses