Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue
Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pengertian Demam Berdarah

Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang telah terinfeksi. Infeksi virus dangue dapat menimbulkan dua bentuk penyakit, yakni demam dengue yang umumnya menunjukkan gejala ringan dan demam berdarah dengue (DBD) yang dapat menyebabkan gejala lebih berbahaya.

Kasus infeksi DBD menunjukkan peningkatan kembali pada awal tahun 2025. Berdasarkan Laporan Kemenkes RI, tercatat lebih dari 6.050 kasus dan 28 kematian yang menyebar di 235 kabupaten/kota di Indonesia dalam periode 1 Januari hingga 3 Februari 2025. Sepanjang tahun 2024, Kemenkes RI mencatat total 244.406 kasus DBD dengan 1.430 kematian di seluruh Indonesia. Hingga 23 Januari 2025, DKI Jakarta menempati urutan keenam sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu sebanyak 257 kasus, setelah Lampung, NTT, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Penyebab Demam Berdarah

Demam Berdarah disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti betina yang telah terinfeksi. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue, yang kemudian ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk tersebut. Risiko penularan penyakit ini meningkat di musim hujan, karena nyamuk cenderung berkembang lebih banyak saat musim tersebut. Nyamuk Aedes Aegypti aktif menggigit di pagi dan sore. Jenis serotipe virus dengue, yaitu DENV-1 sampai DENV-4. Nyamuk ini memiliki ciri khas tubuh kecil dengan pola warna belang hitam dan putih yang mudah dikenali.

Gejala Demam Berdarah

Ada beberapa fase, yaitu :

  1. Fase demam : Penderita mengalami suhu tubuh yang tinggi hingga 40ºC yang berlangsung 2 sampai 7 hari, dengan gejala seperti muntah, mual, nyeri otot, sakit kepala, dan munculnya ruam di kulit. Kemudian, jumlah trombosit dalam darah akan menurun drastis dalam waktu 2-3 hari sehingga perlu pengawasan intensif.
  2. Fase Kritis : Meskipun demam mulai menurun, fase ini justru menjadi lebih bahaya karena pada tahap ini dapat terjadi kebocoran plasma, pendarahan, atau syok yang berpotensi mengancam nyawa. Fase ini berlangsung selama 24 hingga 28 jam dan memerlukan pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan tubuh.
  3. Fase Pemulihan : Cairan yang sebelumnya keluar dari pembulu darah mulai masuk kembali, sehingga penting untuk mencegah kelebihan cairan dalam tubuh. Jumlah trombosit akan meningkat secara cepat dan kondisi pasien mulai membaik.

Selama tiga fase tersebut, pengawasan yang cermat serta penanganan yang sesuai penting untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Apabila gejala-gejala tersebut muncul, konsultasikan segera ke dokter atau Fasilitas Gawat Darurat (IGD).

Baca Juga: Analisa Pengaruh Minum Air Kelapa Muda dalam Menyembuhkan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Pengobatan Demam Berdarah

Hingga kini, belum ditemukan obat khusus yang dapat menyembuhkan DBD. Penanganannya bersifat suportif dan bertujuan untuk meredakan gejala serta mencegah terjadinya komplikasi. Jika gejala DBD yang muncul tergolong ringan, pasien dapat dirawat dirumah oleh keluarga dengan pemantauan yang tepat. Namun, apabila kondisi pasien memburuk sebaiknya segera di bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.

Langkah-langkah pengobatan di rumah meliputi:

  1. Mengatasi demam dengan cara mengompres dahi, ketiak, tangan, dan kaki menggunakan air hangat;
  2. Memberikan waktu istirahat total agar tubuh pulih secara optimal;
  3. Memastikan asupan cairan tercukupi dengan memperbanyak konsumsi air putih.

Jika demam dengue menjadi lebih berat, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD), maka pasien harus segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, antara lain:

  1. Pemberian cairan melalui infus untuk menjaga keseimbangan tubuh;
  2. Pemeriksaan berkala terhadap kadar trombosit dalam darah;
  3. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda penting seperti tekanan darah, denyut nadi, dan jumlah urin yang dikeluarkan;
  4. Tindakan transfusi darah jika pasien mengalami pendarahan hebat atau syok.

Baca Juga: Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue

Pencegahan Demam Berdarah

Pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah dilakukan melalui program Pemberantasan Serangan Nyamuk (PNS) dengan prinsip 3M Plus, yaitu :

  1. Menguras : Mengosongkan semua wadah air seperti ember, bak untuk mandi, dan wadah sejenis lainnya.
  2. Menutup : Menutup rapat seluruh wadah tempat air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
  3. Mengubur : Menghilangkan barang-barang yang tidak terpakai, yakni botol bekas, kaleng, serta ban yang sudah tidak terpakai.

Upaya pencegahan DBD sebaiknya dimulai dari kebiasaan diri sendiri. Beberapa tindakan tambahan yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan kelambu di tempat tidur, mengenakan pakaian, mengoleskan obat anti nyamuk pada kulit, serta menjaga hidup sehat dengan olahraga secara teratur, konsumsi makanan bergizi, dan menjaga kecukupan asupan cairan. Dengan menjalankan langkah-langkah tersebut secara konsisten, risiko terjangkit DBD dapat diminimalkan dan lingkungan yang sehat pun dapat terwujud untuk diri sendiri maupun keluarga.

Penyakit ini merupakan kasus kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Hingga saat ini, belum ditemukan terapi khusus untuk menyembuhkan penyakit ini, sehingga penanganan yang diberikan bersifat suportif atau hanya untuk meringankan gejala. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti pengendalian populasi nyamuk dan peningkatan kesadaran masyarakat dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan pengobatan setelah gejala muncul. Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, khususnya terkait gejala bahaya DBD dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Penulis: Aura Adelia Putri
Mahasiswa Farmasi Universitas Islam Indonesia

Dosen Pengampu: Prof. apt. Suci Hanifah, S.F., M.Si., Ph.D.

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses