Dia yang Menyerupaiku: Kisah Mistis dari Sebuah Kamar Kos

Dia yang Menyerupaiku: Kisah Mistis dari Sebuah Kamar Kos
Ilustrasi Dia yang Menyerupaiku

Pernahkah kamu merasa ada seseorang yang mirip sekali denganmu padahal kamu sedang sendirian?

Kisah nyata dari seorang siswi yang tinggal di kos ini akan membuatmu merinding. Sosok misterius yang menyerupainya muncul di tengah malam, menyisakan tanda tanya: siapa sebenarnya yang tinggal di kamar itu? Cerita ini berdasarkan pengalaman penulis.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Saat itu, aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Demi menuntut ilmu, aku tinggal di sebuah kosan yang terletak tidak jauh dari sekolah.

Meskipun usiaku masih tergolong muda untuk hidup terpisah dari orang tua, aku tetap berusaha mandiri.

Kos yang kutinggali bercampur antara laki-laki dan perempuan, namun semua penghuni tetap menjaga batas.

Aku sekamar dengan seorang kakak kelas dari SMK bernama Kak Ningsih. Selama berbulan-bulan tinggal di sana, tidak ada kejadian aneh yang kurasakan. Namun, perlahan aku mulai merasa ada yang tidak biasa.

Setiap kali hendak pulang kampung, Kak Ningsih selalu mengingatkanku dengan pesan-pesan yang terasa lebih seperti peringatan: “Hati-hati ya, Dek. Jangan lupa sholat dan jangan tidur larut malam.”

Ia juga tampak enggan meninggalkanku sendirian di kamar.

Rasa penasaran itu terjawab saat ia mengaku bahwa ia memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus. Ia sering melihat sosok-sosok aneh di kamar kami.

Meskipun aku tidak sepenuhnya percaya, aku memilih bersikap biasa saja berpegang pada prinsip bahwa selama kita tidak mengganggu, mereka pun tidak akan mengganggu kita.

Suatu malam, dua temanku datang dan tidur di kamarku karena ponsel mereka hilang di kamar masing-masing.

Tengah malam, salah satu dari mereka, sebut saja A, terbangun karena merasa ada sesuatu. Ia menoleh ke arah pintu kamar mandi dan melihat sosok anak perempuan yang sangat menyerupai diriku.

Sosok itu mengenakan baju cokelat dan memegang selembar kertas. Dia seakan mengintip dari bilik pintu hanya memperlihatkan separuh badannya.

Ayu mengira itu adalah diriku yang sedang ragu-ragu mendekat. Tiba-tiba sosok itu mulai mendekat dan duduk di bangku dekat tempat tidurnya.

“Aneh, kenapa tiba-tiba Intan menderet kursi?” batin Ayu. Ayu menutupi dirinya dengan selimut tidak berani untuk melihat sosok itu.

Dia sulit untuk tenang. Ia berusaha menganggap bahwa apa yang dilihatnya hanyalah mimpi, namun suara deret kursi itu terasa nyata.

Ia pun juga tidak mengerti kenapa Intan membawa kertas. Keesokan paginya, Ayu menceritakan semuanya kepadaku. Aku menganggapnya hanya sedang berhalusinasi.

Kejadian tentang sosok yang menyerupai diriku tidak sampai disitu. Kejadian ini bermula ketika pandemi COVID-19 melanda, sekolah diliburkan dan kos menjadi jarang dihuni.

Suatu hari, adikku datang ke kos untuk mengambil barang. Tapi, dia lupa membawa kunci kamar, lantas ia meminta kunci cadangan pada pemilik kos.

Namun anehnya, pemilik kos berkata bahwa ia sedang melihat diriku memakai seragam olahraga, memasuki kamar.

Kejadian itu terjadi secara bersamaan ketika pemilik kos hendak memberi kunci kepada adikku.

Adikku bingung dan menjelaskan bahwa aku sedang di rumah. Saat masuk ke kamar, ia mulai mencari barang-barang yang dibutuhkannya.

Tiba-tiba, pintu kamar mandi yang awalnya terkunci terbuka dengan keras. Sontak, adikku langsung menoleh ke arah pintu dan terkejut. Kemudian, seperti ada yang melempar sesuatu dari dalam kamar mandi.

Ia mulai ketakutan dan segera bersiap keluar. Tetapi saat hendak mematikan lampu, ia melihat sosok yang menyerupai diriku berdiri di belakangnya. Adikku panik sekali. Lantas, dia langsung berlari dan mengunci pintu kamar.

Setibanya di rumah, ia menceritakan seluruh kejadian itu padaku. Kejadian ini mengingatkanku pada temanku, Ayu, yang pernah mengalaminya juga. Aku mulai bertanya-tanya, kenapa ada sosok yang bisa menyerupai kita?

Kisah ini mungkin sulit dipercaya bagi sebagian orang. Namun bagi kami yang mengalaminya, kejadian-kejadian tersebut terasa nyata dan meninggalkan bekas mendalam.

Apakah benar ada sosok lain yang menyerupaiku? Atau semua hanya bayangan dari ketakutan? Yang pasti, ada hal-hal di dunia ini yang tidak selalu bisa dijelaskan oleh logika.

 

Penulis: Intan Ayu Listiani
Mahasiswa Prodi Farmasi, Universitas Islam Indonesia

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses