Imunisasi adalah salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan anak sejak fase awal kehidupan. Program ini dibuat untuk menjaga anak dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kecacatan maupun kematian. Namun, dalam kenyataannya masih banyak orang tua yang ragu untuk memberikan imunisasi kepada anak mereka. Fenomena ini mendapat perhatian yang mendalam karena tidak hanya memengaruhi kesehatan anak secara individu, tetapi juga kesehatan seluruh masyarakat.
Salah satu penyebab utama orang tua enggan memberikan imunisasi pada anak-anak mereka adalah minimnya pemahaman mengenai pentingnya imunisasi. Banyak orang tua yang hanya paham tentang imunisasi secara umum tanpa mengerti keuntungan, jenisnya, serta konsekuensi jika tidak dilakukan. Keterbatasan pengetahuan ini membuat mereka tidak menyadari bahwa vaksinasi dapat mencegah kondisi serius seperti campak, polio, dan difteri. Bahkan, beberapa orang tua beranggapan bahwa anak mereka tetap sehat walaupun tidak mendapatkan imunisasi, sehingga mereka merasa bahwa imunisasi bukanlah hal yang mendesak.
Selain itu, kekhawatiran mengenai efek samping vaksinasi juga menjadi faktor penolakan. Orang tua sering kali khawatir anaknya mengalami demam, gelisah, atau reaksi lainnya setelah mendapatkan imunisasi. Namun, efek samping tersebut biasanya bersifat ringan dan sementara. Ironisnya, kekhawatiran akan efek samping justru lebih kuat daripada kekhawatiran terhadap penyakit yang sejatinya jauh lebih berbahaya. Pemahaman yang salah ini menyebabkan banyak orang tua membuat pilihan yang tidak tepat dalam menjaga kesehatan anak.
Baca juga: Mengenal Imunisasi: Investasi Kesehatan Sejak Dini untuk Si Kecil
Faktor budaya serta pengalaman sebelumnya juga memiliki dampak pada pilihan yang diambil oleh orang tua. Sebagian keluarga tidak terbiasa melakukan vaksinasi, sehingga mereka menganggapnya tidak penting. Selain itu, pengalaman buruk seperti demam yang dialami anak setelah mendapatkan vaksinasi atau mendengarkan kisah-kisah buruk dari orang lain bisa menyebabkan efek psikologis yang mendalam. Sebagai hasilnya, orang tua biasanya enggan untuk memberikan imunisasi pada anak selanjutnya.
Dukungan keluarga juga sangat penting dalam membuat keputusan untuk imunisasi. Sebagian orang tua sebenarnya ingin mengimunisasi anaknya, namun dihadapkan pada penolakan dari pasangan atau mertua. Kurangnya dukungan ini membuat ibu ragu dan bahkan bisa membatalkan niatnya. Dalam beberapa kasus, keputusan menolak imunisasi tidak hanya dari diri sendiri, tetapi juga karena tekanan sosial dari keluarga.
Selain faktor internal, faktor eksternal juga menjadi hambatan untuk pemberian imunisasi, seperti jangkauan pelayanan medis. Jarak yang jauh ke tempat pengobatan, kendala ongkos transportasi, serta kesibukan orang tua menjadi penyebab lain tidak adanya pemberian imunisasi. Walaupun tampak remeh, hal-hal ini bisa berujung pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap sehingga memperbesar peluang terserang penyakit yang menular.
Di sisi lain, penting untuk diingat bahwa vaksinasi telah terbukti efektif dalam mengurangi angka penularan penyakit dan kematian pada anak-anak. Program vaksinasi bahkan telah menjadi salah satu rencana strategis pemerintah untuk menaikkan standar kesehatan warga. Tanpa partisipasi aktif dari orang tua, sasaran ini akan sulit tercapai. Karenanya, dibutuhkan edukasi yang tepat dan terus-menerus agar masyarakat punya pemahaman yang akurat mengenai vaksinasi.
Baca juga: 3 Isu Terbaru Terkait Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2022
Maka dari itu, penolakan terhadap imunisasi bukanlah masalah yang kecil, namun timbul dari banyak hal seperti pemahaman, pandangan, pengalaman, dan latar belakang sosial. Untuk mengatasi hal ini, sangatlah penting bagi para tenaga kesehatan, pemerintah, dan juga masyarakat untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang mudah dimengerti dan jelas. Para orang tua perlu sadar bahwa imunisasi bukan cuma sekadar pilihan, melainkan juga sebuah kewajiban untuk menjaga masa depan anak-anak.
Referensi:
Frastika, I., Rahayu, S. N. D., Agustin, T., & Kartika, L. (2020). Persepsi dan Sikap Orang Tua tentang Pemberian Imunisasi Anak: Parents’ Perceptions and Attitudes about Giving Child Immunizations. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 10(02), 62-68.
Karlina, N. and Muharam, R.S. (2023) ‘Peningkatan peran orang tua menjaga kesehatan anak melalui program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) dan literasi digital di Desa Padamulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung’, Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), pp. 753–762.
Putri, L.T.D., Faturrahman, Y. and Maywati, S. (2022) ‘Analisis perilaku ibu yang tidak memberikan imunisasi dasar pada bayi (Kajian teori Health Belief Model (HBM) di Desa Cipicung wilayah kerja UPTD Puskesmas Culamega Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021)’, Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 18(1), pp. 355–367.
Penulis: Indry Rahmawati
Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia
Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S.Pd., M.Pd.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












