Semarang, MMI — Kegiatan edukasi kesehatan dan skrining kesehatan merupakan strategi krusial dalam upaya promotif dan preventif.
Melalui edukasi, masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang faktor risiko kesehatan, tanda dan gejala penyakit, serta pentingnya perubahan perilaku hidup sehat.
Di sisi lain, skrining kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, dan deteksi gejala TB membantu dalam menemukan kasus lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan kegiatan edukasi dan skrining kesehatan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi, Diabetes Mellitus (DM) tuberkulosis (TB).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diadakan di RT 02 RW 02 Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dengan melibatkan dosen Ririh Jatmi Wikandari, S.ST., M.Si., selaku Ketua dengan anggota Teguh Budiharjo, S.STP., M.Si, Qurrotu A’yuni Auliya, S.Tr.Kes., M.Biomed., dan mahasiswa dalam memberikan penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan kesehatan langsung kepada masyarakat.
Skrining kesehatan yang dilakukan mencakup pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, serta penyaringan gejala TB untuk mendukung deteksi dini penyakit di kalangan masyarakat.
Langkah ini dianggap penting karena hipertensi dan DM sering berkembang tanpa gejala awal yang terlihat, sementara TB tetap sebagai penyakit menular dengan angka kasus tinggi di Indonesia.
Ketua tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Semarang mengatakan bahwa edukasi kesehatan pendekatan utama untuk mengubah perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat.
“Banyak masyarakat mulai menyadari kondisi kesehatan mereka setelah menjalani pemeriksaan. Edukasi dan skrining menjadi pintu masuk penting untuk mencegah komplikasi penyakit sekaligus mengurangi penularan TB di masyarakat,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa perubahan gaya hidup modern, kurang aktivitas fisik, serta rendahnya minat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin berkontribusi pada meningkatnya jumlah penyakit tidak menular.
Di sisi lain, adanya stigma sosial terhadap orang yang menderita TB masih menjadi tantangan dalam upaya penemuan kasus secara cepat.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.
Warga tidak hanya mengikuti penyuluhan kesehatan, tetapi juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi kesehatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional yang menekankan penguatan upaya promotif dan preventif.
Melalui edukasi terus menerus dan peningkatan akses skrining kesehatan, diharapkan masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini penyakit.
Poltekkes Kemenkes Semarang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus (DM) serta penyakit menular tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia.
Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, sedangkan diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ vital sekaligus meningkatkan risiko TB akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.
Perubahan gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi gula dan garam berlebih, serta rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin menjadi faktor utama meningkatnya kasus pada usia produktif.
Selain itu, stigma terhadap TB masih menghambat deteksi dini dan pengobatan.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan edukasi dan skrining kesehatan di Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang.
Kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan dan mendapat respon positif peserta.
Edukasi kesehatan yang disertai skrining dini menjadi strategi efektif dalam mencegah hipertensi, DM, dan TB melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas.
Penulis: Ririh Jatmi Wikandari
Dosen Prodi Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Semarang
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












