Semakin berkembangnyanya komunikasi di era digital melalui platform, seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok, sudah mengubah cara masyarakat untuk berkomunikasi terutama jarak jauh.
Dulu, cara masyarakat untuk berkomunikasi sangatlah terhambat oleh jarak, tetapi di era digital saat ini komunikasi jarak jauh bukan lagi sebagai hambatan bagi masyarakat Indonesia.
Namun, pada era digital saat ini terdapat 2 sisi yang mendekatkan dalam berkomunikasi.
Yang pertama yakni menghilangkan batasan akan jarak mengapa hal ini bisa terjadi karena adanya era digital ini bisa menghubungkan keluarga yang jaraknya jauh di setiap harinya, tidak hanya itu tetapi informasi yang ada akan cepat menyebar ke seluruh Indonesia.
Poin kedua masyarakat juga bisa berkomunikasi dengan orang baru walaupun sebelumnya belum pernah berkomunikasi tetapi dari adanya media sosial ini dapat membuka jaringan baru.
Dari media sosial inilah yang pada akhirnya akan timbul komunitas komunitas baru yang di mana komunitas inilah yang pada akhirnya dapat mengembangkan masyarakat indonesia dalam berbagai hal, seperti hobi, edukasi, dan bisnis.
Baca Juga: Sunyi yang Bermakna: Perpustakaan di Tengah Hiruk Pikuk Digital
Dari komunitas yang terdapat pada media sosial yang juga dapat membuka peluang kerja serta relasi yang semakin luas lagi.
Tidak berhenti di situ saja ternyata semakin berkembangnya komunikasi di era digital tetapi ada beberapa hal yang dapat menjauhkan.
Hal pertama yang sering terjadi adalah komunikasi yang dangkal, seperti yang kita ketahui bahwa komunikasi digital yang sering dilakukan adalah sebatas chat dan juga komen tetapi hal ini sangatlah kurang ekspresif dan juga hal ini membuat hubungan kita dengan masyarakat yang lainnya menjadi minim pada akhirnya yang kita rasakan adalah “hubungan kita dekat tapi rasanya itu jauh.”
Karena kebanyakan masyarakat saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dengan cara digital hal ini yang membuat interaksi tatap muka dengan sesame sangatlah minim.
Hal yang membuat minim adalah kebanyakan orang sudah sibuk dengan gadget-nya dan waktu mereka yang harusnya berkualitas menjadi berkurang, dari hal ini yang bisa dirasakan adalah “kita memang dekat secara fisik tetapi, secara sosial kita jauh.”
Dari sisi yang mendekatkan dan juga menjauhkan komunikasi masyarakat Indonesia, hal ini yang pada akhirnya timbul harapan serta solusi, perlu diingat kita harus menyeimbangkan antara online & offline agar komunikasi tetap terjaga teknologi itu hanya pelengkap bukan pengganti.
Baca Juga: Komunikasi Krisis FH UI: Antara Prosedur dan Tekanan Publik
Dalam hal komunikasi kita harus mempunyai etika, etika tidak hanya ketika kita berkomunikasi secara langsung tetapi dalam komunikasi digital kita juga perlu menghargai orang lain.
Selain itu media digital akan jauh lebih baik jika digunakan sebagai wadah untuk edukasi, kolaborasi serta empati terhadap sesama.
Dari pembahasan di atas yang bisa kita tarik kesimpulan adalah komunikasi digital di Indonesia tidak hanya menjauhkan atau mendekatkan tetapi “menciptakan bentuk kedekatan baru yang berbeda dari sebelumnya.”
Secanggih apapun teknologi tidak akan dapat menggantikan peran hubungan manusia yang sesungguhnya.
Dengan dipublikasikannya artikel opini ini, yang dimana sepenuhnya disusun oleh penulis Kezia Tania Putri yang di mana sangat mengharapkan dapat memberikan gambaran sebenarnya komunikasi digital ini sebenarnya mendekatkan atau justru menjauhkan masyarakat indonesia dari sudut pandang mahasiswa Ilmu Komunikasi pada mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia.
Pandangan ini terbentuk melalui bimbingan serta pembelajaran dari dosen pengampu, Bapak Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., terkait materi mengenai Sistem Komunikasi Indonesia.
Penulis: Kezia Tania Putri
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pengampu: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












