Guru dan Pelajar: Memikul Kebobrokan Pendidikan Indonesia yang Selalu Bermetamorfosis

perubahan kurikulum pendidikan indonesia
Guru dan Pelajar: Memikul Kebobrokan Pendidikan Indonesia yang Selalu Bermetamorfosis . Sumber: MMI.

Selama dua dekade terakhir, kurikulum pendidikan Indonesia selalu berubah sebanyak enam kali. Sampai-sampai kurikulum pendidikan Indonesia hanya sebaya dengan kedudukan kabinet dan menteri yang merumuskannya.

Belum selesai mengerti satu kurikulum, sudah dirombak dengan kurikulum baru lagi. Perubahan yang semestinya merupakan simbol evolusi malah membuat guru dan pelajar mumet dengan transformasi kurikulum yang tidak pernah selesai.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pada mulanya Kurikulum Merdeka diharapkan jadi jalan keluar agar pelajar makin aktif, imajinatif, serta merdeka melalui alternatif pelajaran yang cocok dengan kegemaran dan talenta pelajar. Bukan hanya menghafalkan teori, namun juga dibimbing guna mempraktikkannya lewat metode Project Base Learning.

Meskipun, berbagai pihak menilai metode ini membebani pelajar lantaran tidak sedikit tugas proyek yang dibuat mengakibatkan menyita waktu pelajar untuk rehat. Ada pun pengeluaran uang dari orang tua demi membeli alat-alat proyek akibat kekurangan biaya untuk proyek.

Sesudah itu, guru pun mesti menyesuaikan pembelajaran dengan level kemampuan pelajar agar proses belajar merata.

Namun, apabila dalam satu kelas dihuni 30-50 pelajar dari level yang beragam, separasi 30-50 pembelajaran untuk satu kelas tidak lagi efisien, karena tanggungan yang mesti diatur oleh satu guru yang bertempur dengan pendapatan rendah. Semata-mata demi mengadaptasi kebutuhan tiap pelajar.

Baca Juga: Tantangan Perubahan Kurikulum Pendidikan bagi Guru di Indonesia

Menyelusuri tahun 2024, pada 26 Maret 2024. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memutuskan melaksanakan Kurikulum Nasional di tahun 2025.

Melalui metode Deep Learning demi memacu pelajar mampu menggali pelajaran secara terperinci, sehingga hasil membina ilmu bukan semata-mata hafalan, melainkan pemahaman sejati.

Meskipun demikian, enam kali regenerasi kurikulum dalam dua dekade tidak akan menciptakan kesuksesan bilamana visi pendidikan saja masih belum selaras dan fana.

Menyertakan guru ketika pembuatan kurikulum pun utama. Guru sebaiknya terlibat dalam pembuatan kurikulum, lantaran pendidikan bermutu terbina dari guru yang menguasai kurikulumnya. Apabila guru hanya terpaksa menuruti kurikulumnya, maka transformasi kurikulum mustahil efisien.

Demikian juga dengan pelajar yang jadi sasaran berubah-ubah kurikulum. Imbasnya, kapabilitas yang diterima pelajar jadi tidak koheren.

Mengingat pendidikan merupakan tahapan membangun kemajuan bangsa yang perlu keteraturan serta kesabaran, maka perubahan kurikulum tanpa penataan struktur pendidikan yang layak itu semata-mata omong kosong belaka.

Sebaiknya, negara perlu rencana berkelanjutan, sesuatu yang bersifat long term, juga tidak hanya seumur kabinet dan menteri.

Baca Juga: Hambatan Komunikasi dalam Pendidikan dan Strategi Pemecahannya

Transformasi kurikulum penting dipersiapkan dengan mendalam sebab pondasi keunggulan pendidikan saat ini membuktikan keunggulan orang Indonesia sampai belasan dekade kelak.

Menurut pandanganmu, apakah dengan banyaknya pergantian kurikulum di Indonesia, pelajar sedia menanggung tuntutan kehidupan sesungguhnya serta menerangkan Indonesia di tahun 2045?

Penulis: Gladys Tyaga Rolind Mandila (2025031054012)
Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih (UNCEN)

Dosen Pengampu: Dr. Melyana Pugu, S.IP., M.Si.

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses