Perbaikan mutu pendidikan di sekolah memerlukan keterampilan manajerial yang baik. Kemampuan untuk berkomunikasi yang baik, membuat keputusan yang tepat, dan memberikan penghargaan yang sesuai dapat meningkatkan kemajuan sekolah di tengah persaingan pendidikan yang semakin berkembang dan modern.
Asosiasi Administrasi Sekolah Amerika (AASA) berdasarkan James H. Stronge (2013:125) menerbitkan serangkaian standar sebagai pedoman untuk para pemimpin dalam bidang pendidikan, di mana standar ini menetapkan bahwa pelaksanaan tugas-tugas profesional harus mematuhi kode etik yang berlaku.
Standar kinerja kepala sekolah mencerminkan kompleksitas tanggung jawab yang semakin bertambah, dengan banyak panduan dan standar kinerja yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah.
Perilaku seorang pemimpin sangat berpengaruh terhadap sebuah pengambilan keputusan. Jika seorang pemimpin salah dalam mengambil keputusan, maka akan berdampak pada kredibilitas, kinerja guru, dan penciptaan lingkungan belajar (Suryadhiningrat, R. F. K., Yuniarsih, T., & Sojanah, J., 2022).
Seperti sekarang ini banyak sekali kasus-kasus yang terjadi di sekolah akibat dari pengambilan keputusan yang tidak tepat dari seorang kepala sekolah seperti kinerja kepala sekolah yang tidak sesuai prosedur, praktik korupsi, bahkan hingga sampai pada ranah tindakan tidak etis dan pelecehan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah.
Penulis menyoroti salah satu kasus tindakan pelecehan yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Cirebon yang dilakukan oleh salah satu guru PJOK. Dilansir dari laman berita https://tribratanews.jabar.polri.go.id/, tindakan pelecehan ini dilakukan di lingkungan sekolah dan rumah ketika jam pembelajaran dengan modus mengajak korban mengambil alat olahraga di rumahnya.
Terdapat lima korban dalam kasus pelecehan ini yang mengalami trauma mendalam. Akibat dari perbuatannya, guru tersebut terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
Kasus-kasus tersebut membuktikan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang salah menyebabkan kasus-kasus yang seharusnya tidak terjadi di sekolah. Oleh karena itu diperlukan seorang pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan yang tepat, salah satunya yaitu dengan menggunakan teori servant leadership atau kepemimpinan melayani.
Greenleaf (1977) menjelaskan bahwa pemimpin yang sejati adalah seseorang yang memilih untuk melayani terlebih dahulu sebelum memimpin. Gaya kepemimpinan servant leadership memiliki peranan yang krusial karena menyoroti pentingnya empati, keadilan, dan pemulihan moral dalam konteks sekolah.
Seorang kepala sekolah tidak hanya berfungsi untuk memberikan hukuman, tetapi juga berperan sebagai pelindung, pendengar, dan pendukung untuk memulihkan suasana di sekolah. Dengan cara ini, pemimpin bisa melindungi martabat para korban, menegakkan prinsip etika profesional, dan membangun kembali kepercayaan komunitas sekolah terhadap institusi pendidikan.
Selain itu, kepala sekolah dapat membuat kebijakan yang dapat diterapkan di sekolah seperti satgas anti bullying, layanan konseling dan psikologis, peningkatan pembiasaan positif, bahkan juga dapat mengadakan pelatihan tentang karakter dan etika profesional untuk para guru.
Pemilihan gaya kepemimpinan yang sesuai sangat penting karena akan mempengaruhi arah, substansi, dan keberhasilan kebijakan yang diterapkan. Gaya yang berbeda akan menghasilkan suasana kerja, cara pengambilan keputusan, dan hasil kebijakan yang bervariasi pula.
Penulis: Ella Rahma Nura Aziza
Mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Dosen Pengampu:
1. Dr. Hitta Alfi Muhimmah, M.Pd
2. Dr. M. Bambang Edi Siswanto, M.Pd
Editor: Fifi Elvira
Bahasa: Rahmat Al Kafi
REFERENSI
Greenleaf, R. K. (1977). Servant leadership: A journey into the nature of legitimate power and greatness. Paulist Press.
Stronge, James H., Holly B. Richard dan Nancy Catano, Kualitas kepala Sekolah Yang efektifterjemahan oleh Siti Mahyuni. Jakarta : PT Indeks Permata Puri Media, 2013.
Suryadhiningrat, R. F. K., Yuniarsih, T., & Sojanah, J. (2022). Analisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru (Studi kasus Sekolah Dasar Muhammadiyah Priangan Kota Bandung). Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 7(2), 164-174.
Tribata News Polda Jabar. 2025. Diduga Cabuli Siswi SD, Polresta Cirebon Tangkap Oknum Guru dan Jerat Hukuman Berat. https://tribratanews.jabar.polri.go.id/diduga-cabuli-siswi-sd-polresta-cirebon-tangkap-oknum-guru-dan-jerat-hukuman-berat/.
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












