Kamus Cetak dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Era Digital

Kamus cetak bahasa Inggris mendukung fokus dan penguasaan kosakata siswa di kelas

Penggunaan kamus cetak dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi siswa dalam proses memahami kosakata Bahasa Inggris. Hal ini karena kamus cetak membantu siswa belajar lebih terarah tanpa gangguan dari fitur lain seperti pada perangkat digital. Selain itu, dalam proses mencari kata secara manual membuat siswa lebih memperhatikan ejaan dan makna kata yang dipelajari.

Hal ini dikarenakan di dalam kamus cetak terdapat fitur pencarian kata secara manual melalui urutan alfabet dan halaman fisik, sedangkan pada kamus digital proses tersebut digantikan oleh fitur pencarian otomatis. Misalnya ketika siswa mencari kata table dalam kamus cetak, mereka harus menelusuri halaman berdasarkan urutan alfabet sehingga lebih memperhatikan ejaan kata tersebut  dibandingkan ketika menggunakan kamus digital yang langsung menampilkan hasil pencarian secara otomatis.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, kamus cetak membantu siswa mempelajari kosakata baru dengan lebih teliti dan efektif. Penggunaan kamus cetak mengharuskan siswa mencari kata secara manual berdasarkan urutan alfabet, sehingga mereka lebih memperhatikan ejaan setiap kata (Nation, 2013.Learning Vocabulary in Another Language). Selain itu, proses pencarian kata yang tidak instan mendorong siswa untuk lebih fokus dalam memahami makna dan penggunan kosakata yang dipelajari.

Sebagai contoh, ketika siswa mencari kata education dalam kamus cetak, mereka perlu memperhatikan setiap huruf untuk memastikan bahwa kata yang ditemukan sesuai dengan kata yang dicari. Selain itu, ketika menemukan kata education, siswa dapat melihat kata-kata lain yang berdekatan seperti educate dan educational, sehingga mereka memperoleh kosakata baru secara tidak langsung.

BACA JUGA: Masa Depan Guru Bahasa Inggris di Era SDG 4: Masih Dibutuhkan atau Tidak?

Selain itu, kamus cetak juga berkontribusi dalam melatih kemandirian siswa ketika mencari dan memahami makna kata. Berbeda dengan kamus digital yang menyediakan hasil secara instan, kamus cetak mengharuskan siswa melalui beberapa tahap pencarian secara manual, seperti mengidentifikasi kata dasar, menelusuri urutan alfabet, dan memilih makna yang sesuai dengan konteks penggunaan kata tersebut(Word Connection. (2022, May 4). How to use a monolingual paper dictionary. Word Connection. https://www.word ).

Tahapan tersebut mendorong siswa menemukan jawaban secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain atau teknologi. Misalnya siswa tidak bergantung pada sinyal internet, baterai gawai atau bantuan guru atau orangtua karena mereka sudah terbiasa menggunakan kamus cetak. Selain itu siswa juga dapat belajar memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mencari kosakata dan menyelesaikan tugasnya.

Dibandingkan kamus digital, kamus cetak mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam karena meminimalkan distraksi selama proses pembelajaran. Aktivitas membalik halaman pada kamus cetak mendorong siswa untuk melalui proses belajar yang lebih perlahan dan cermat, sehingga makna kata yang dipelajari dapat dipahami dan diingat dengan lebih baik.

Hal ini dikarenakan siswa memutus akses instan terhadap notifikasi digital, sehingga konsentrasinya tetap terjaga sepenuhnya pada materi yang dipelajari, dibandingkan dengan kamus digital yang menyebabkan distraksi jika tidak digunakan dengan bijak. Misalnya siswa lebih fokus belajar karena tidak tergoda membuka media sosial saat mencari kosakata. Contoh lainnya ialah siswa memiliki daya ingat yang kuat terhadap kosakata yang dipelajari.

Meskipun teknologi digital semakin berkembang, kamus cetak tetap memiliki nilai edukatif dalam membantu siswa memahami kosakata dengan lebih teliti. Penggunaan kamus cetak dapat membantu siswa memiliki daya ingat yang lebih kuat karena mereka terlibat secara langsung dalam proses mencari dan memahami makna kata. Selain itu, kamus cetak juga melatih kesabaran siswa karena proses pencarian kata dilakukan secara bertahap dan tidak instan.

Sebagai contoh, ketika siswa belum menemukan kata yang dicari, mereka tidak mudah marah atau menyerah, tetapi belajar menghargai proses dalam menemukan informasi. Contoh lainnya, siswa menjadi lebih peduli dan teliti terhadap ejaan, urutan alfabet, serta ketepatan makna kata yang dipelajari.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat tidak menjadi penentu efektivitas pembelajaran. Efektivitas pembelajaran juga dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan siswa serta kualitas proses belajar yang dilakukan, bukan hanya oleh penggunaan teknologi. Selain itu, teknologi yang tidak digunakan secara bijak dapat menimbulkan persoalan dalam proses pembelajaran, seperti berkurangnya fokus dan meningkatnya distraksi saat belajar.

Sebagai contoh, siswa yang belajar menggunakan kamus cetak cenderung lebih menghargai proses karena mereka menemukan makna kata melalui usaha sendiri. Contoh lainnya, kemudahan teknologi tidak selalu meningkatkan hasil belajar apabila siswa menggunakan perangkat digital untuk kegiatan di luar tujuan pembelajaran.

Perubahan menuju pembelajaran berbasis digital tidak sepenuhnya menghilangkan peran kamus cetak dalam proses belajar Bahasa Inggris. Peran kamus cetak dalam pembelajaran tidak hanya sebagai alat bantu menemukan arti kata, tetapi juga mendukung proses penguasaan kosakata secara bertahap.

Selain itu, salah satu keunggulan kamus cetak adalah membantu siswa belajar dengan lebih cermat dan mengurangi kemungkinan terdistraksi selama proses belajar. Sebagai contoh, siswa yang menggunakan kamus cetak perlu menentukan sendiri kata yang dicari dan menyesuaikan maknanya. Contoh lainnya , proses mencari kata secara manual membantu siswa menjadi lebih teliti dan terbiasa memeriksa Kembali ketepatan kosakata yang digunakan.

Dengan demikian, kamus cetak tetap relevan dan efektif digunakan sebagai salah satu media pendukung dalam pembelajaran Bahasa Inggris di era digital. Kamus cetak membantu siswa lebih fokus dan konsentrasi dalam memahami kosakata Bahasa Inggris maupun mempelajari kosakata baru dari pengalaman mencari kata secara manual.

Selain itu penggunaannya juga membantu kemandirian siswa dan mengurangi distraksi yang sering muncul pada perangkat digital serta memiliki nilai edukatif. Oleh karena itu, dalam pembelajaran Bahasa Inggris diharapkaan tetap memanfaatkan kamus cetak sebagai salah satu sumber belajar di samping kamus digital. Dengan demikian keberadaan kamus cetak tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kamus digital.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • (Nation, 2013.Learning Vocabulary in Another Language).
  • (Word Connection. (2022, May 4). How to use a monolingual paper dictionary. Word Connection. https://www.word ). 

Penulis: Rinardi Iryanti Letek
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Katolik Parahyangan Bandung


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses