Mahasiswa Unpam Dorong UMKM Naik Kelas lewat Digitalisasi

digitalisasi pemasaran umkm
Tim PKM Program Studi Akuntansi FEB Unpam bersama mitra UMKM KF Chicken and Seblak Prasmanan, Mei 2026 lalu. (Foto: Dok. Penulis)

Sebagai bentuk implementasi nyata dari komitmen Universitas Pamulang (Unpam) dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan.

Kegiatan ini mengusung tema “Strategi Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Digitalisasi Marketing dan Kualitas Pelayanan”. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan pemasaran digital pelaku usaha, khususnya UMKM kuliner lokal, agar mampu bersaing di era digital yang semakin kompetitif.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di lokasi usaha KF Chicken and Seblak Prasmanan, sebuah UMKM kuliner yang menyajikan menu ayam goreng dan seblak prasmanan dengan harga terjangkau mulai dari Rp10 ribu.

Antusiasme pemilik usaha terlihat dari keaktifannya dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga sesi pendampingan langsung.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian akademisi terhadap permasalahan nyata yang dihadapi pelaku usaha, khususnya terkait keterbatasan pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melalui beberapa tahapan. Mulai dari pengumpulan data awal untuk mengetahui kondisi pemasaran usaha, pelaksanaan edukasi digital marketing, hingga tahap pendampingan dan evaluasi. Materi yang disampaikan berfokus pada lima pokok bahasan utama yang sangat relevan bagi pelaku UMKM kuliner.

Baca Juga: Peran Strategi Digital Marketing terhadap Loyalitas Pelanggan pada Era Media Sosial di Indonesia

Materi pertama yang disampaikan adalah pengertian digital marketing, yaitu seluruh upaya pemasaran yang menggunakan media digital dan internet seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, GoFood, dan ShopeeFood.

Peserta diberikan pemahaman bahwa di era ketika calon pelanggan mencari rekomendasi makan siang lewat telepon seluler, kehadiran digital yang kuat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan usaha.

Selanjutnya, tim PKM memaparkan berbagai manfaat digital marketing yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Manfaat tersebut mulai dari jangkauan pasar yang lebih luas, efisiensi biaya promosi, kemudahan interaksi dengan pelanggan, peningkatan penjualan melalui platform online, hingga pembangunan reputasi usaha secara digital.

Para peserta juga diberikan pemahaman bahwa UMKM yang aktif di platform digital terbukti mengalami peningkatan jumlah order secara signifikan.

digitalisasi pemasaran umkm
Sesi penyampaian materi. (Foto: Dok. Penulis)

Materi berikutnya membahas pentingnya konten yang menarik sebagai jantung dari strategi pemasaran digital. Tim menjelaskan bahwa konten yang baik berperan dalam menarik perhatian, membangkitkan selera beli, mendorong interaksi organik, membangun identitas merek, hingga mengonversi penonton menjadi pelanggan nyata.

Untuk produk kuliner seperti ayam goreng dan seblak, konten visual yang menggugah selera menjadi senjata pemasaran paling ampuh.

Tim PKM kemudian memberikan tips praktis membuat konten yang langsung dapat diterapkan. Tips ini mencakup teknik foto produk menggunakan cahaya alami, pembuatan video Reels dan TikTok yang menarik, penulisan caption yang efektif dengan struktur hook-deskripsi-call to action, serta pemilihan waktu posting yang optimal pada pagi, siang, dan malam hari.

Peserta juga diajarkan penggunaan tagar (hashtag) yang relevan untuk meningkatkan jangkauan organik konten.

Sebagai materi terakhir, tim memandu pemilik usaha secara langkah demi langkah dalam tata cara membuat konten digital marketing dari nol menggunakan ponsel pintar (smartphone).

Tahapan dimulai dari menentukan tujuan konten, menyiapkan aplikasi pendukung seperti Canva, CapCut, dan Lightroom Mobile, proses pembuatan dan pengeditan konten, penulisan caption yang kuat, penentuan waktu unggah yang tepat, hingga pemantauan dan evaluasi performa konten secara berkala.

A. Asrorudin, S.Pd., M.M., M.Ak. selaku Dosen Pembimbing PKM Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang menyampaikan bahwa kegiatan edukasi digital marketing ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan UMKM menghadapi era persaingan digital.

Beliau menegaskan bahwa penguatan literasi digital harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk, sehingga UMKM tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar. Melalui promosi online, diharapkan mereka juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Digital Marketing: Peningkatan Daya Saing dan Perluasan Pasar Produk Agribisnis

Sebagai Ketua Pelaksana kegiatan PKM, Usman Hamid dan Nikodemus Fransiskus Zagoto menyampaikan bahwa digitalisasi marketing merupakan langkah yang sangat penting di tengah pesatnya arus perubahan perilaku konsumen saat ini.

Menurut mereka, banyak UMKM yang sebetulnya memiliki produk berkualitas namun belum mampu memanfaatkan potensi digital secara maksimal. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga cerdas dan strategis dalam membangun kehadiran digital usahanya.

Dalam sesi pendampingan, pemilik usaha diajak langsung mempraktikkan pembuatan konten foto dan video produk menggunakan smartphone, termasuk proses pengeditan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri setiap harinya.

Pendekatan praktis yang digunakan membuat kegiatan berlangsung interaktif dan langsung dapat dipahami serta diterapkan oleh peserta.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pemilik usaha terhadap pentingnya kehadiran digital dan strategi pemasaran berbasis konten. Pemilik usaha mulai memahami bahwa penggunaan media sosial harus disertai dengan strategi yang terencana dan konsisten.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya semangat untuk terus berinovasi dalam mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pihak mitra UMKM menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa program edukasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil yang ingin berkembang. Kegiatan ini dinilai mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat usaha dalam memberikan solusi nyata terhadap tantangan pemasaran yang dihadapi UMKM kuliner lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan KF Chicken and Seblak Prasmanan dapat terus meningkatkan kemampuan pemasaran digital secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan demikian, usaha ini mampu memperluas jangkauan pelanggan, meningkatkan pendapatan, serta menjadi contoh UMKM kuliner lokal yang sukses beradaptasi dan berkembang di era digital.


Penulis:
Usman Hamid (251011200504) – Ketua
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Puspa Lalita Ramadhani (251011200520)
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Azahra Ghina Hamidah (251011201231)
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Alvya Mona Ditta (251011200532)
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Nikodemus Fransiskus Zagoto (251011201595) – Ketua
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Nursilfa Ismiatulhawa (251011200517)
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Jenny Salsa Billa (251011201265)
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Klementina Abaulu (251011201087)
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: A. Asrorudin, S.Pd., M.M., M.Ak.


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses