Bangkalan – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada luka ringan bagi siswa SDN 02 Telang pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa dalam menangani luka ringan secara mandiri dan benar.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman kesehatan dan keselamatan sejak usia dini. Anak-anak sekolah dasar memiliki aktivitas fisik yang tinggi sehingga rentan mengalami cedera ringan seperti terjatuh, tergores, maupun luka kecil lainnya. Oleh karena itu, edukasi mengenai pertolongan pertama dinilai penting agar siswa tidak panik dan mampu memberikan penanganan awal yang tepat.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa memperkenalkan berbagai alat kesehatan dasar yang terdapat dalam kotak P3K, seperti cairan antiseptik, kasa steril, dan plester. Selain mendapatkan materi edukasi, para siswa juga diajak mempraktikkan secara langsung langkah-langkah membersihkan dan membalut luka ringan dengan benar melalui simulasi berpasangan.
BACA JUGA: Bullying Tidak Sesuai dengan Pancasila, Mahasiswa UBSI Edukasi Siswa SDN Gondangdia 03 Pagi
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Setiap pasangan siswa memperoleh perlengkapan P3K mini untuk digunakan dalam simulasi penanganan luka. Melalui metode praktik langsung, siswa diajarkan urutan pertolongan pertama mulai dari membersihkan luka, memberikan antiseptik, hingga membalut luka secara steril dan rapi.
Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari para peserta. Sebagian besar siswa mampu memahami fungsi alat-alat kesehatan dasar serta menjelaskan kembali tahapan pertolongan pertama pada luka ringan. Tidak hanya itu, siswa juga mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan luka untuk mencegah infeksi dan menghindari tindakan yang kurang tepat, seperti menyentuh luka dengan tangan kotor atau menutup luka menggunakan benda yang tidak steril.
Keberhasilan program semakin terlihat saat sesi simulasi praktik. Mayoritas siswa mampu menerapkan materi yang telah diberikan dengan baik, mulai dari membersihkan hingga membalut luka imitasi secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik atau learning by doing efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kesehatan pada anak usia sekolah dasar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UTM berharap siswa SDN 02 Telang dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Selain meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cedera ringan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter anak yang mandiri, peduli terhadap sesama, serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
Penulis:
– Muhammad Doni Al Rafly Tanjung
– Seminar Br. Manurung
– Jordan Roman Zarif Ar Romy
– Panji Pramudia Putra
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunodjoyo Madura.
Dosen Pengampu: Dr. Farida Nurul Rakhmawati, S.S., M.Si.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












