Perdebatan mengenai pola makan paling efektif untuk menurunkan berat badan kembali mencuat. Dua pendekatan diet yang paling populer adalah low fat diet (diet rendah lemak) dan low carb diet (diet rendah karbohidrat).
Low carb diet (LCD) merupakan salah satu metode diet yang digunakan untuk menurunkan berat badan. Salah satu alasan seseorang melakukan diet rendah karbohidrat atau sangat rendah karbohidrat, yaitu adanya gagasan bahwa asupan karbohidrat yang berlebihan maka dapat meningkatkan penambahan berat badan melalui adanya stimulasi pelepasan insulin dan rasa lapar.
Pada seseorang yang melakukan diet rendah atau sangat rendah karbohidrat, maka makanan dengan sumber karbohidrat akan digantikan dengan makanan yang tinggi lemak dan protein.
Dalam pola dan praktik tersebut maka konsumsi lemak jenuh cenderung tinggi, sehingga dapat meningkatkan plasma LDL-C yang berisiko menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular.
Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat mampu menurunkan total massa tubuh secara signifikan dalam waktu yang singkat.
Selain itu juga terjadi penurunan berat massa tubuh dibuktikan dengan adanya penurunan proporsi berat lemak tubuh dan lemak visceral.
Low-fat diet (LFD) dikaitkan dengan penurunan konsentrasi kolesterol HDL dan LDL serta konsentrasi kolesterol total. Diet rendah lemak juga berpengaruh pada penurunan berat badan sekitar 1.57 kg.
Baca Juga: Dua Sisi Berat Badan Lahir Rendah: Sinyal Bahaya dari Kota Maju sekaligus Wilayah Tertinggal
LCD dapat menurunkan total massa tubuh secara signifikan dalam waktu yang singkat. Adanya penurunan berat massa tubuh terbukti dengan adanya penurunan proporsi berat lemak tubuh dan lemak visceral.
Namun, pada LFD saja tidak lebih efektif daripada diet lain yang intensitasnya sama dalam menurunkan berat badan pada periode jangka panjang (≥1 tahun).
Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa LCD lebih efektif terhadap penurunan indeks massa tubuh (IMT) pada seseorang dengan obesitas dibandingkan dengan LFD.
Hal tersebut dikarenakan LCD dapat menurunkan massa lemak di dalam tubuh sehingga penurunan berat badan dan indeks massa tubuh lebih signifikan.
Penelitian lain menunjukkan bahwa pada seseorang yang menjalani LCD mengalami peningkatan penurunan berat badan yang lebih tinggi dibandingkan dengan LFD.
Namun, perlu diperhatikan bahwa pada LCD terdapat peningkatan kadar LDL dan kolesterol total. Pada profil lain, seperti HDL dan TG (trigliserida) cenderung lebih baik.
Pada penelitian lain menunjukkan bahwa LCD dengan proporsi karbohidrat <20% dari kebutuhan energi total sehari dapat menurunkan berat badan yang lebih tinggi dibanding LFD dengan proporsi lemak <30% dari kebutuhan energi total sehari sekitar 2,17 kg setelah 6–24 bulan.
Diet rendah karbohidrat dapat memberikan manfaat dalam menurunkan berat badan serta meningkatkan beberapa profil lipid HDL dan trigliserida.
Namun, diet ini berpotensi menaikkan LDL, pemilihan diet ini harus disesuaikan dengan penyakit kardiovaskular pada individu.
Dalam konteks pencegahan penyakit kardiovaskular, peningkatan LDL merupakan aspek yang perlu diperhatikan lebih jauh.
Penelitian lain menunjukkan bahwa terjadi penurunan berat badan 5,99 kg pada individu dengan LCD, sedangkan pada individu dengan LCD terjadi penurunan berat badan 5,29 kg dalam waktu 12 bulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa LFD lebih efektif dalam penurunan berat badan.
Berdasarkan berbagai temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa LCD lebih efektif dalam menurunkan berat badan dibandingkan LFD, terutama dalam jangka pendek hingga menengah.
Pembatasan asupan karbohidrat terbukti karbohidrat mampu menurunkan total massa tubuh. Namun keberhasilan diet dalam jangka panjang tetap dipengaruhi oleh kepatuhan diet serta gaya hidup.
Penulis: Tutut Rizki Indriyani
Mahasiswi Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
(Mansoor et al., 2016; Chawla et al., 2020; Landry, Crimarco and Gardner, 2021; Wachsmuth et al., 2022; Indriyani et al., 2024)
Chawla, S. et al. (2020) ‘The effect of low-fat and low-carbohydrate diets on weight loss and lipid levels: A systematic review and meta-analysis’, Nutrients. MDPI AG, pp. 1–21. doi: 10.3390/nu12123774.
Gardner, C. D. et al. (2018) ‘Effect of low-fat VS low-carbohydrate diet on 12-month weight loss in overweight adults and the association with genotype pattern or insulin secretion the DIETFITS randomized clinical trial’, JAMA – Journal of the American Medical Association, 319(7), pp. 667–679. doi: 10.1001/jama.2018.0245.
Indriyani, T. R. et al. (2024) ‘The Effectiveness of Low-Carb Diet vs Low-Fat Diet on Body Composition in People with Obesity: A Literature Review’, Amerta Nutrition, pp. 139–150.
Landry, M. J., Crimarco, A. and Gardner, C. D. (2021) ‘Benefits of Low Carbohydrate Diets: a Settled Question or Still Controversial?’, Current Obesity Reports. Springer, pp. 409–422. doi: 10.1007/s13679-021-00451-z.
Mansoor, N. et al. (2016) ‘Effects of low-carbohydrate diets v. low-fat diets on body weight and cardiovascular risk factors a meta-analysis of randomised controlled trials’, British Journal of Nutrition, 115(3), pp. 466–479. doi: 10.1017/S0007114515004699.
Tobias, D. K. et al. (2015) ‘Effect of low-fat diet interventions versus other diet interventions on long-term weight change in adults: A systematic review and meta-analysis’, The Lancet Diabetes and Endocrinology, 3(12), pp. 968–979. doi: 10.1016/S2213-8587(15)00367-8.
Wachsmuth, N. B. et al. (2022) ‘The Impact of a High‐Carbohydrate/Low Fat vs. Low‐Carbohydrate Diet on Performance and Body Composition in Physically Active Adults: A Cross‐Over Controlled Trial’, Nutrients, 14(3). doi: 10.3390/nu14030423.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












