Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak besar di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Untuk membentuk generasi yang adaptif dan melek teknologi, pemahaman dasar mengenai AI penting dikenalkan sejak usia sekolah dasar.
Sayangnya, pendekatan pembelajaran AI di tingkat ini masih sangat terbatas dan belum menyasar ranah praktis serta menyenangkan.
Mahasiswa Program Studi Informatika Telkom University Kampus Surabaya melalui mata kuliah Informatika untuk Masyarakat menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pengenalan Dunia AI Sejak Dini dengan Menyenangkan dan Asik”.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan literasi teknologi melalui pembelajaran AI yang dirancang khusus bagi siswa kelas 4 SD At-Taqwa Surabaya.
Pengenalan AI sejak dini terbukti mampu meningkatkan rasa ingin tahu, pemahaman logis, dan kesiapan menghadapi dunia digital di masa depan (Yim & Su, 2024).
Edukasi AI Menyenangkan di SD At-Taqwa Surabaya
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok 15 dari mata kuliah Informatika untuk Masyarakat, di bawah bimbingan Pima Hani Safitri, S.Kom., M.Kom..
Seminar tersebut bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui pendekatan visual, permainan edukatif, dan demonstrasi teknologi yang menyenangkan, sehingga anak-anak dapat memahami AI dengan cara yang ringan dan interaktif.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari, dengan tim mahasiswa melakukan persiapan sejak pukul 06.30 WIB. Rangkaian acara meliputi:
1. Penyampaian modul AI dengan visual menarik
2. Permainan interaktif seperti Tebak Gambar AI dan Blockly
3. Simulasi penggunaan asisten virtual
4. Praktik aplikasi AI sederhana
5. Penyerahan hadiah untuk siswa yang aktif dan antusiasi
Baca juga: AI vs Kreativitas Manusia: Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Profesi Desain Grafis
Tim pengabdian terdiri dari lima mahasiswa yaitu Hernando Falah Zelig (Ketua), serta anggota tim: Fattah Rafif Syauqi, Ramadinov Rizky Fitrahaq, Hammam Jauharul Karim, Bagus Christiannanta, dan Patrick Timotius Stevens.
Setiap anggota memiliki peran masing-masing, mulai dari penyampaian materi, teknis media, evaluasi, hingga dokumentasi kegiatan.
“Kami ingin memperkenalkan AI secara menyenangkan, supaya anak-anak tidak hanya mengenal teknologi dari sisi pengguna, tetapi juga tahu cara kerjanya secara sederhana,” jelas Hernando Falah selaku ketua kelompok.
Antusiasme Siswa dan Potensi Pengembangan Program
Dengan lingkungan belajar yang mendukung serta dukungan penuh dari guru dan kepala sekolah, kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari siswa maupun
tenaga pendidik SD At-Taqwa Surabaya.
Para siswa tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, terutama saat sesi praktik menggunakan aplikasi AI.
Lebih dari sekadar seminar satu hari, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya budaya literasi teknologi sejak dini.
Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu memahami penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat eksplorasi di bidang teknologi.
Ke depan, Tim Pengabdian berharap program ini dapat menjadi model pengenalan AI di sekolah dasar lainnya, serta menjadi langkah awal bagi integrasi AI dalam dunia pendidikan dasar di Indonesia.
Baca juga: Era Baru Dunia Arsitek: Mengintip Nasib Lulusan Arsitektur di Masa Depan
Penulis: Kelompok 15 – Informatika untuk Masyarakat
Dosen Pembimbing: Pima Hani Safitri, S.Kom., M.Kom.
Mahasiswa Jurusan Informatika, Telkom University Kampus Surabaya
Referensi:
Yim, I. H. Y., & Su, J. (2024). Artificial intelligence (AI) learning tools in K-12 education: A scoping review. Journal of Computers in Education.
https://doi.org/10.1007/s40692-023-00304-9
Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI

















