Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Lonjoboko Deteksi Dini Kanker Payudara lewat SADARI

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TematikPemberdayaan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kanker payudara dan deteksi dini melalui metode SADARI di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Kegiatan iniberlangsung di Balai Pelatihan Bajiminasa Lonjoboko pada Selasa (22/07/2025) dan dihadiri puluhan peserta oleh ibu-ibuPKK, remaja putri, dan bapak-bapak dari empat dusun yang adadi desa tersebut.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa dan didampingi langsung oleh Ibu Ketua PKK Desa Lonjoboko, Ibu Astina.

Sosialisasi dimulai dengan pemaparan umum mengenaibahaya kanker payudara dan pentingnya deteksi dini oleh mahasiswa KKN.

Baca juga: Manajemen Nyeri pada Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut

Salah satu mahasiswa dari FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), program studi Fisika, Hastria Imran yang akrab disapa Ria, menjelaskanpentingnya pengetahuan dasar tentang kanker payudara dalammenjaga kesehatan perempuan.

Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda.

Maka dari itu, kita perlu tahu cara deteksi dinidengan metode SADARI agar bisa mencegah sejak awal,” ujarRia di hadapan peserta.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanyabersifat edukatif, tetapi juga bersifat aplikatif.

Para pesertadiajak secara langsung untuk mempraktikkan langkah-langkahpemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan panduanvisual.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan disambutantusias oleh para peserta.

Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para pesertauntuk tidak malu atau takut membicarakan kesehatan payudara. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri,” tambah Ria.

Ketua BPD Desa Lonjoboko, Bapak Abdul Salam, turutmemberikan tanggapannya mengenai pentingnya kegiatan ini.

Kegiatan seperti ini sangat penting, khususnya bagi perempuandi desa kami.

Banyak dari kami yang belum tahu apa ituSADARI dan bagaimana cara memeriksakan diri karena kankerini sangat mematikan, saya berharap bapak-bapak yang datanghari ini juga bisa turut andil untuk mengimplementasikan materitadi dan menyampaikan ke sanak keluarganya.

Ini bisa jadi bekal untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga,” ungkapnya.

​​

Baca juga: Peran Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Mappi dalam Edukasi Kesehatan dan Sosialisasi Pola Hidup Sehat

Selain penyuluhan dan praktik SADARI, peserta juga diberikan leaflet materi edukasi yang bisa dibawa pulang dan dibagikan kepada keluarga serta diberikan post test sebagai bahan evaluasi dari pemateri mengenai pemahaman peserta.

Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran kolektif di masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara, serta membuka ruang diskusi yang lebih terbuka seputar kesehatan reproduksi perempuan.

Baca juga: Mengenal Daun Bandotan (Angeratum conyzoides L) sebagai Agen Antikanker Payudara

Melalui program seperti ini, mahasiswa KKN Unhas tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai jembatan pengetahuan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan di Desa Lonjoboko.

 

Penulis: Hastria Imran

Mahasiswa Jurusan Fisika (Peminatan Fisika Medik), Universitas Hasanuddin

 

Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses