Era globalisasi membawa arus deras digitalisasi hingga dalam dunia pendidikan, suara notifikasi, ketikan di layar laptop dan penggunaan video sudah menjadi hal yang akrab di ruang kelas.
Kini banyak sekali sekolah yang beralih ke media pembelajaran digital seperti menggunakan Zoom, Google Class Room, Quizziz, hingga modul-modul interaktif bersifat daring.
Namun, dibalik kemajuan di era digitalisasi ini, terdapat pertanyaan yang muncul, apakah media cetak seperti buku, handout, brosur atau modul cetak masih memiliki tempat di dunia pendidikan saat ini.
Apakah media cetak ini masih sangat dibutuhkan atau hanya sebagai pendukung semata? dan mengapa media digital dianggap lebih praktis daripada media cetak?
Fakta di lapangan bahwa, meskipun dunia pendidikan bergerak menuju ke digital, namun media cetak ini belum sepenuhnya di tinggalkan.
Di beberapa sekolah, buku cetak masih menjadi pegangan utama dalam proses pembelajaran siswa.
Beberapa menganggap bahwa media cetak ini lebih mudah digunakan karena tidak bergantung pada sinyal, internet, dan sebagainya (Anggit Pramesti, 2021).
Namun, ada juga yang menganggap, bahwa penggunaan media cetak ini tidak efisien di tengah dunia digital saat ini.
Mulai dari karena pembelian buku yang mahal dan tidak semua orang dapat membeli buku dsb.
Untuk menggambarkan situasi ini lebih lanjut, kami melakukan observasi dan wawancara langsung ke sekolah SMA Semen Padang.
Sekolah ini terkenal dengan fasilitas yang memadai baik fasilitas media cetak maupun media digital.
Kegiatan ini dilakukan untuk mencari tahu penggunaan dua media ini, apakah digunakan secara berdampingan, atau justru bersaing?
Serta media mana yang lebih condong digunakan dan bagaimana persepsi pengguna terhadap efektivitas dari masing masing media.
Ditulisnya ini sebagai bentuk gambaran awal seputar eksistensi media cetak dalam pembelajaran sekolah di era digitalisasi, dan akan menyoroti realitas yang sebenarnya terjadi di lapangan khusus nya pada sekolah SMA Semen Padang.
Eksistensi Media Cetak pada Proses Pembelajaran di Sekolah
Media cetak seperti buku pelajaran, modul ajar, majalah atau buletin sejak lama menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Sebagai alat bantu transformasi pengetahuan, buku cetak memberikan pengalaman yang lebih berkesan daripada hanya sekedar lewat layar gawai saja.
Buku cetak dianggap lebih memberikan pengalaman yang lebih real dan lebih fokus.
Sejalan dengan pendapat waka kurikulum sekolah Semen Padang bahwa, di era digital sekarang, buku tetap menjadi hal yang paling utama dalam proses pembelajaran.
Buku lebih memberikan kefokusan dalam membacanya dan buku adalah salah satu sumber terpercaya sehingga akan terhindar dari hoax atau scam yang tidak menentu.
Ditambah lagi, menurut Waka kurikulum SMA Semen Padang bahwa tidak semua materi pembelajaran dapat diakses dan diserap dengan baik lewat media digital, seperti pembelajaran matematika, fisika, kimia, dsb.
Baik guru maupun siswa masih sangat membutuhkan referensi cetak seperti kamus, ensiklopedia, dan buku-buku rujukan lainnya karena pemahaman mendalam terbangun karena buku cetak menyajikan pembelajaran secara terstruktur dan sistematis.
Buku cetak juga menjadi salah satu media utama untuk mendorong siswa dapat berfikir kritis dan menginternalisasikan informasi.
Dalam mini observasi yang tim lakukan pada proses pembelajaran di SMA Semen Padang, guru masih mengutamakan membaca buku sebelum memulai pembelajaran dan membuat rangkuman mengenai pokok pembelajaran yang akan dibahas di dalam ruang kelas.
Tentunya, ini penting karena siswa akan membuat catatan sebagai bentuk refleksi pemahamannya terhadap materi, sehingga ini dapat meningkatkan retensi serta pemahaman jangka panjang siswa.
Keunggulan Media Digital
Media cetak sangat penting dan dapat kita lihat bahwa media cetak ini masih sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.
Namun, di sisi lain media digital menyuguhkan kemudahan-kemudahan akses, cepat dalam memperoleh informasi atau sering disebut fast response dan efisien dalam proses distribusi materi pembelajaran.
Seperti pendapat salah satu siswa Semen Padang bahwa penggunaan gawai dalam proses pembelajaran sangat membantu mereka dalam belajar, seperti mencari materi dan jawaban sehingga proses pembelajaran lebih mudah.
Guru Geografi SMA Semen Padang pun turut mendukung pernyataan ini, bahwa dalam proses belajar mengajar, media digital sangat dibutuhkan seperti aplikasi Canva untuk merancang desain.
Khususnya, pada mata pelajaran Geografi dalam membuat peta, atau Quizizz sebagai media refleksi dan evaluasi terhadap pemahaman siswa.
Namun, keunggulan media digital ini juga mengantarkan pada kehawatiran-kehawatiran, seperti kecenderungan siswa untuk menggunakan AI dalam memudahkan mereka memperoleh informasi, cenderung melakukan skimming atau membaca secara cepat, dan seringnya siswa jarang menyelesaikan bacaannya.
Hal ini tentunya berdampak pada kualitas siswa dari segi kritis dalam berpikir hingga kualitas pemahaman mereka.
Integrasi Media Cetak dan Digital
Namun, tetap saja integrasi media cetak dan digital sangat dibutuhkan dilihat dari tuntutan perkembangan zaman.
Integrasi ini akan mempermudah siswa dalam menjalankan proses pembelajaran karena media cetak merupakan sarana utama untuk mengasah pemikiran kritis siswa.
Melihat literasi bangsa yang sangat rendah, SMA Semen Padang mewajibkan siswa untuk tetap mengutamakan buku cetak sebagai sarana dalam pembelajaran dan mewajibkan mereka untuk membaca dan meringkas sebelum dimulainya pembelajaran agar siswa dapat terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung.
Namun, di samping itu sekolah tetap menggunakan media media digital sebagai alat bantu agar siswa dapat tetap berinteraksi dengan kemajuan teknologi, seperti penggunaan Canva, Google Sheet, atau AI lainnya.
Salah satu guru menunjukkan bagaimana dua media ini digunakan secara bersamaan dalam proses pembelajaran geografi.
Siswa diwajibkan membaca dan membuat ringkasan materi sebelum pembelajaran dimulai lalu saat pembelajaran guru menggunakan Canva sebagai alat bantu siswa dalam pembuatan peta digital dan web.
Didukung dengan pernyataan siswa bahwa adanya integrasi kedua media ini sangat menguntungkan.
Mereka tidak hanya memudahkan, namun meningkatkan skill mereka baik dalam critical thinking ataupun penggunaan teknologi.
Hal ini juga dapat dibuktikan dari keberhasilan siswa membuat web sekolah.
Penutup
Dapat disimpulkan bahwa eksistensi media cetak tidak serta merta tergeserkan oleh kehadiran media digital.
Namun, keduanya terintegrasikan dengan baik dalam ekosistem pendidikan di sekolah semen padang sehingga pembelajaran lebih efektif, inklusif dan adaptif.
Integrasi ini diharapkan dapat menghantarkan pada peningkatan literasi, pemahaman terhadap pembelajaran baik pada media cetak maupun media digital.
Dengan demikian, sekolah dapat terus menjadi ruang yang relevan untuk pembelajaran di tengah era yang terus bertransformasi.
Penulis:
1. Asifa Zahwa
2. Elbunia Untari
3. Muhammad Rizki Alvarizi
4. Puja Wulandari
5. Muhammad Aidil
Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Padang
Referensi
Anggit Pramesti, I. (2021). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT DAN CARA MEMBACA MASYARAKAT INDONESIA DI ERA DIGITAL, SERTA DAMPAKNYA PADA BISNIS MEDIA CETAK Factors Influencing Indonesian People’s Interests and Reading Ways in the Digital Age, and Its Impact. 05(1), 117–131. https://online-journal.unja.ac.id/index.php/titian
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












