Membangun SDM Unggul untuk Indonesia Emas 2045: Kunci Keberlanjutan dan Daya Saing Global

Indonesia
Gambar dibuat dengan teknologi AI.

Visi Indonesia Emas 2045 adalah mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Dalam kerangka visi ini, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pondasi utama untuk memastikan Indonesia mampu bersaing di tingkat global, sekaligus memenuhi cita-cita bangsa di usia ke-100 tahun kemerdekaan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dengan UU No. 59/2024 tentang RPJPN 2025-2045, pemerintah telah menetapkan arah strategis untuk mendukung pengembangan SDM yang tangguh, produktif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Bagaimana visi besar tersebut akan dan seharusnya diwujudkan? Apa pula tantangan mendasar yang harus dihadapi?

Merujuk pada UU RPJPN tersebut, Pemerintah menetapkan lima sasaran utama untuk mencapai visi tersebut. Pertama, pendapatan per kapita setara negara maju.

Dua dekade yang akan datang ditargetkan pendapatan per kapita Indonesia menempati peringkat lima besar pendapatan negara maju di dunia, yaitu pada kisaran USD23.000-USD30.300. Kedua, kemiskinan menurun dan ketimpangan berkurang.

Pada seabad kemerdekaan RI, kemiskinan ditargetkan menurun drastis pada angka 0,5-0,8 persen. Sementara itu ketimpangan pendapatan antar penduduk akan semakin tipis dengan Rasio Gini 0,29-0,32.

Ketiga, kepemimpinan dan pengaruh Indonesia di tingkat internasional meningkat tajam. Pada dua puluh tahun yang akan datang, Indonesia akan masuk dalam peringkat 15 besar Global Power Index, dengan penguatan diplomasi internasional, pengaruh budaya Indonesia di kancah global, peran aktif dalam organisasi-organisasi internasional, serta kontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah global. 

Keempat, daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia meningkat. Pada tahun 2045, Indonesia memproyeksikan untuk mencapai nilai Human Capital Index (HCI) pada angka 0,73%. Kelima, intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menurun menuju Net Zero Emission atau emisi nol bersih.

Pada 100 tahun kemerdekaan RI di 2045 mendatang, Indonesia menargetkan untuk melakukan penurunan intensitas emisi GRK sebanyak 93,5 persen melalui peningkatan energi terbarukan, transisi energi, regulasi ketat standar emisi, dan lain-lain.

Baca Juga: Prabowo-Gibran: Melanjutkan Estafet Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Pembangunan Berkelanjutan

Dengan lima sasaran tersebut, tampak bahwa Indonesia akan memiliki agenda yang sangat kuat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable goals) yang juga menjadi platform global dan diadopsi oleh Indonesia, yaitu Sustainable Development Goals (SDG’s).

Dalam diskursus ekonomi modern, teori pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu pendekatan utama dalam memahami hubungan antara kebijakan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

Teori ini menekankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial (Laporan Brundtland oleh World Commission on Environment and Development/WCED, 1987). Orientasi utama pembangunan berkelanjutan, bagaimana mewujudkan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Dalam konteks SDM, teori ini mencakup pengelolaan sumber daya manusia yang holistik dan berjangka panjang, dengan memperhatikan pendidikan, kesehatan, lingkungan kerja, dan kualitas hidup (Sachs, J. D. dalam The Age of Sustainable Development, 2015). 

Dengan orientasi dasar tersebut, maka pembangunan berkelanjutan mempersyaratkan pembangunan SDM yang berkelanjutan pula, terutama dengan menggunakan pendekatan inklusif.

Pembangunan SDM harus mempertimbangkan keadilan sosial dan akses merata kepada seluruh sumber daya yang ada, yaitu pendidikan, pelatihan, dan Kesehatan.

Pendekatan inklusif harus memandang sumber daya tersebut sebagai hak dasar setiap warga negara dan meletakkan pembangunan SDM sebagai investasi strategis bagi keberlanjutan bangsa.

Pembangunan SDM yang berkelanjutan meniscayakan kebijakan ekonomi dan politik anggaran yang mendukung, misalnya dengan alokasi untuk pendidikan dan Kesehatan yang memadai. Selain itu, kebijakan ekonomi berbasis pembangunan berkelanjutan juga mencakup upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Dalam era industri 4.0, pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) menjadi elemen penting.

Pemerintah perlu berkolaborasi dengan sektor swasta untuk memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan (World Economic Forum, The Future of Jobs Report. 2020).

Baca Juga: Karakter Anak Bangsa, Pondasi Indonesia Emas 2045

Tantangan Mendasar

Namun demikian, hingga saat ini Indonesia masih berhadapan dengan berbagai tantangan mendasar dalam pembangunan SDM dan kebijakan ekonomi yang mendukung pembangunan berkelanjutan, antara lain sebagai berikut. Pertama, pemerataan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Kedua, cakupan dan kualitas layanan dalam program JKN masih perlu ditingkatkan untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil, dapat menikmati manfaatnya JKN.

Ketiga, pemerintah perlu berkolaborasi dengan sektor swasta untuk memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Keempat, karena substansi pendidikan dan pembelajaran merupakan salah satu sumber daya utama dalam pembangunan SDM, maka diperlukan transformasi kurikulum yang menekankan pada keterampilan abad ke-21.

Kelima, di sektor kesehatan, kebijakan pencegahan merupakan tantangan yang harus menjadi fokus utama Pemerintahan Prabowo Subianto.

Program imunisasi nasional, peningkatan akses air bersih, promosi gaya hidup sehat, pencegahan penyakit kronis, serta kebijakan dan pengawasan pangan yang tepat akan mengurangi beban biaya kesehatan jangka panjang.

Kebijakan dan program yang tepat akan menjadi jalan mulus bagi pembangunan berkelanjutan dan aksi untuk mewujudkan generasi emas. Indonesia sudah memiliki RPJPN. Presiden juga memiliki visi politik Asta Cita untuk memandu pemerintahannya.

Agenda mendesak kita berikutnya adalah bagaimana menjabarkan (cascading) visi negara dan visi politik Presiden ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang linier dan konsisten. 

Untuk menghadapi tantangan ini, beberapa strategi harus diimplementasikan. Pertama, pemerintah perlu meningkatkan investasi dalam pendidikan berkualitas dengan fokus pada pemerataan fasilitas dan pelatihan guru.

Kedua, program reskilling dan upskilling harus dirancang untuk mempersiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri. Ketiga, kebijakan kesehatan preventif seperti peningkatan akses air bersih dan sanitasi harus diprioritaskan.

Keempat, inovasi lokal harus didukung melalui penelitian dan pengembangan berbasis kebutuhan nasional. Terakhir, pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan, pelatihan, dan partisipasi aktif dalam pembangunan harus menjadi fokus utama.

Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud jika SDM menjadi pusat perhatian dalam setiap kebijakan dan program pembangunan. Dengan pendekatan inklusif, investasi strategis, dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, cita-cita besar ini bukanlah mimpi semata.

SDM unggul adalah kunci untuk membuka pintu menuju masa depan yang berkelanjutan, berdaya saing global, dan sejahtera bagi semua lapisan masyarakat.

Penulis:
1. Edy Prasetyo, S.H.

2. Dadik Sri Karyanto, S.H.
Mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses