Menatap Layar, Melupakan Sekitar: Tantangan Kecanduan Media Sosial pada Remaja

Kecanduan Media Sosial
Kombinasi antara ketergantungan gawai dan rasa takut tertinggal informasi (FOMO) sering kali memicu rasa gelisah serta bosan pada generasi muda, sebuah tantangan nyata di era digital yang memerlukan batasan waktu dan penggunaan yang lebih bijak. (Ilustrasi: Dok. MMI)

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua orang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, mencari informasi, hiburan, hingga belajar. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan masalah, salah satunya adalah kecanduan media sosial. Kondisi ini banyak terjadi pada remaja karena mereka lebih sering menggunakan telepon genggam dalam aktivitas sehari-hari.

Kecanduan media sosial adalah keadaan ketika seseorang sulit mengontrol waktu penggunaan media sosial. Mereka merasa harus terus membuka aplikasi seperti Instagram, TikTok, Facebook, atau WhatsApp setiap saat. Jika tidak membuka media sosial, mereka merasa gelisah atau bosan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami kecanduan media sosial. Pertama, adanya rasa ingin selalu mengetahui informasi terbaru. Kedua, banyaknya hiburan menarik yang tersedia di media sosial membuat pengguna sulit berhenti menonton atau membaca konten. Ketiga, pengaruh lingkungan pertemanan juga membuat seseorang ingin terus aktif di media sosial agar tidak merasa tertinggal.

Kecanduan media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, media sosial dapat membantu komunikasi jarak jauh, menambah wawasan, dan mempermudah proses belajar. Namun, dampak negatifnya lebih banyak jika digunakan secara berlebihan. Misalnya, seseorang menjadi malas belajar, kurang tidur, sulit berkonsentrasi, dan jarang berinteraksi langsung dengan keluarga maupun teman. Selain itu, penggunaan media sosial yang terlalu lama juga dapat memengaruhi kesehatan mata dan mental.

Baca juga: Peran Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja

Untuk mengatasi kecanduan media sosial, seseorang perlu membatasi waktu penggunaan gawai. Selain itu, penting untuk melakukan kegiatan lain seperti membaca buku, berolahraga, atau berkumpul bersama keluarga. Orang tua dan guru juga perlu memberikan pengawasan serta edukasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak.

Kecanduan media sosial merupakan masalah yang perlu diperhatikan, terutama di kalangan remaja. Media sosial memang memiliki banyak manfaat, tetapi penggunaannya harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Dengan mengatur waktu dan menggunakan media sosial secara positif, seseorang dapat memperoleh manfaat tanpa mengalami dampak buruknya.


Penulis: Sarianti Dendo
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Yunita Kwartarani, S.Pd., M.Pd.


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses