Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa camilan ringan bisa terasa sangat renyah saat digigit? Tekstur kriuk yang khas ternyata bukan muncul secara kebetulan. Sensasi bunyi “kriuk” pada camilan tidak hanya ditentukan oleh bahan baku atau bumbu, tetapi juga oleh teknologi pengolahannya.
Kerenyahan terbentuk dari rongga-rongga udara kecil yang dihasilkan selama proses produksi. Melalui teknologi ekstrusi, adonan dapat berubah menjadi camilan yang ringan, mengembang, dan renyah.
Oleh karena itu, teknologi ini menjadi inovasi penting dalam industri pangan karena mampu menghasilkan tekstur unik yang sangat disukai konsumen.
Teknologi ekstrusi merupakan teknik pengolahan pangan yang mengubah bahan baku kaya pati atau protein menjadi produk dengan bentuk tertentu di dalam barrel (pipa) ekstruder.
Proses tersebut melibatkan kombinasi tekanan, panas, dan gaya geser yang menyebabkan perubahan struktur bahan sekaligus pemasakan. Teknologi inilah yang banyak digunakan dalam industri pangan seperti camilan ringan, sereal, dan mi instan.
Dalam proses ekstrusi, bahan baku seperti tepung jagung, pati, atau protein terlebih dahulu dicampur dengan air hingga membentuk adonan.
Selanjutnya, adonan dimasukkan ke dalam mesin ekstruder yang memiliki ulir berputar (screw) untuk mencampur, menekan, dan memanaskan bahan pada suhu serta tekanan tinggi.
Baca juga: Fisika Satu Gigitan: Bagaimana Mesin Ekstrusi Mengubah Tepung Basah Menjadi Camilan Ringan
Setelah keluar melalui cetakan (die), adonan mengalami pengembangan cepat (puffing) akibat perubahan tekanan secara tiba-tiba. Proses tersebut menghasilkan camilan dengan tekstur ringan, berpori, dan renyah.
Tekstur renyah ini dipengaruhi oleh proses gelatinisasi pati dan tingkat pengembangan produk selama ekstrusi. Saat bahan mengalami pemanasan dan tekanan tinggi di dalam ekstruder, struktur pati berubah menjadi lebih elastis dan membentuk adonan kental.
Ketika adonan keluar dari cetakan, tekanan menurun secara drastis sehingga produk mengembang dan membentuk rongga-rongga kecil. Rongga inilah yang membuat camilan menjadi garing saat dikunyah.
Tanpa disadari, camilan hasil ekstrusi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai produk yang beredar di pasaran, seperti camilan jagung, puff snack, dan sereal sarapan dibuat dengan teknologi ini.
Bagi industri pangan, ekstrusi menjadi solusi produksi yang cepat dan efisien karena mampu menghasilkan produk dalam jumlah besar dengan kualitas konsisten.
Selain itu, ekstrusi dapat mengolah berbagai bahan baku seperti jagung, gandum, beras, dan kacang-kacangan menjadi camilan praktis dengan nilai jual tinggi.
Perkembangan teknologi ini pun terus mendorong terciptanya inovasi produk yang lebih beragam sesuai selera konsumen modern.
Baca juga: Mengungkap Rahasia Snack Renyah: Peran Teknologi Ekstrusi dalam Pengembangan Industri Pangan
Meski memiliki rasa yang lezat dan tekstur renyah, konsumsi camilan ekstrusi tetap perlu diperhatikan. Banyak camilan modern mengandung garam, gula, lemak, dan bahan tambahan pangan (BTP) dalam jumlah cukup tinggi.
Jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi pola makan sehat, produk ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, proses pengolahan dengan suhu tinggi dapat mengurangi sebagian kandungan vitamin yang sensitif terhadap panas.
Namun, perkembangan teknologi pangan kini mulai menghadirkan inovasi camilan ekstrusi yang lebih sehat. Beberapa produsen mulai menggunakan bahan alternatif seperti oat, gandum utuh, sorgum, dan kacang-kacangan untuk meningkatkan kandungan serat serta protein.
Penggunaan bumbu alami serta metode pemanggangan tanpa minyak juga mulai diterapkan agar masyarakat tetap dapat menikmati camilan renyah yang lebih sehat dan bergizi.
Menariknya, bahan yang digunakan dalam proses ekstrusi sangat fleksibel. Berbagai bahan bergizi lain dapat ditambahkan, seperti protein nabati dari kedelai, maupun protein hewani dari susu, ikan, dan daging.
Penambahan lemak sehat, vitamin, mineral, serat pangan, serta senyawa bioaktif juga dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai fungsional produk.
Dengan demikian, teknologi ekstrusi tidak hanya menghasilkan produk yang renyah, tetapi juga berpotensi besar dalam pengembangan pangan fungsional di masa depan.
Proses ekstrusi telah mengubah cara industri pangan menghadirkan camilan yang praktis dan disukai masyarakat. Di balik kerenyahan yang kita nikmati sehari-hari, terdapat kecanggihan teknologi yang mampu menciptakan inovasi pangan modern.
Kendati menawarkan kemudahan dan kelezatan, masyarakat tetap harus bijak dalam mengonsumsi camilan.
Melalui perkembangan teknologi yang kian maju, camilan masa depan diharapkan tidak sekadar memanjakan lidah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi kesehatan tubuh.
Penulis:
Joanne Jazzlyn Liu
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran
Tsania Najma Zahira
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran
Dosen Pengampu: Dr. rer. nat. Fetriyuna, S.TP., M.Si.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












