Menguak Potensi Bisnis Store Durian XYZ dengan BMC dan SWOT yang #NextLevel

Durian
Sumber: luknaja via Depositphotos

Gambaran dan Latar Belakang

Persaingan bisnis sekarang ini menjadi semakin ketat, memahami struktur dan strategi bisnis menjadi krusial untuk sukses dalam dunia bisnis. Indonesia merupakan produsen terbesar durian di kawasan Asia Tenggara. Pada tahun 2022, Indonesia memproduksi 1.370.000 ton durian sehingga menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar durian di Asia Tenggara berarti juga terbesar di dunia. Banyak perusahaan, termasuk bisnis yang berfokus pada sektor perkebunan dan sektor bisnis lainnya, perlu menyadari pentingnya merancang strategi yang kuat dan berkelanjutan. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai beberapa tools analisis yang umum digunakan diantaranya Business Model Canvas (BMC), SWOT, serta Matriks EFE dan IFE yang diaplikasikan dalam sebuah UKM yaitu Store Durian XYZ.

Store Durian XYZ ini awalnya muncul dari komunitas pecinta durian yang peduli terhadap kualitas durian Indonesia agar bisa bersaing dengan durian dari negara-negara tetangga. Didirikan pada tahun 2020, Store Durian XYZ menawarkan berbagai varietas durian, termasuk durian lokal seperti tai babi, bawor, super tembaga, serta durian impor seperti musang king dan blackthorn. Sekarang ini mereka memiliki beberapa cabang loh! Mulai dari di Bintaro, BSD, Bandung, juga Cibubur. Selain menyediakan buah durian segar, Store Durian XYZ juga menyediakan durian kupas siap saji dan menggunakan teknik pembekuan dengan nitrogen cair untuk menjaga kesegaran durian. Store ini memberikan garansi kualitas dan menerima pre-order untuk durian lokal yang langka.

Business Model Canvas (BMC)

Sebenarnya ada banyak cara bagi sebuah usaha jika ingin mempertahankan posisi kompetitif dan membuat bisnisnya berkelanjutan. Nah, penggunaan Business Model Canvas (BMC) ini bisa dipertimbangkan karena membantu merancang dan mengkomunikasikan model bisnis secara efektif. Sebelum masuk ke dalam implementasi penggunaannya di UKM, kita akan bahas dulu apa saja sih sembilan elemen kunci yang membuat BMC menjadi efektif!

Bacaan Lainnya
DONASI

1. Customer Segments

Siapa pelanggan kita? Apakah itu pasar terbuka untuk semua orang atau ceruk pasar yang sangat spesifik? Mungkin kita melayani beberapa segmen yang berbeda dengan kebutuhan unik mereka. Mengetahui siapa target kita adalah langkah pertama menuju kesuksesan.

2. Value Proposition

Apa yang membuat produk atau layanan kita istimewa? Apakah itu desain yang keren, harga yang terjangkau, atau kemampuan untuk memecahkan masalah besar? Value proposition kita adalah janji yang kita berikan kepada pelanggan bahwa produk kita akan memenuhi atau melebihi harapan mereka.

3. Channels

Bagaimana cara kita menjangkau pelanggan? Apakah melalui media sosial, toko fisik, atau e-commerce? Channels adalah cara kita membawa produk ke tangan pelanggan dan memastikan mereka tahu apa yang kita tawarkan.

4. Customer Relationships

Hubungan seperti apa yang kita bangun dengan pelanggan? Apakah kita memberikan layanan personal, dukungan otomatis, atau menciptakan komunitas yang solid? Mengelola hubungan dengan baik bisa berarti perbedaan antara pelanggan sekali beli dan pelanggan setia seumur hidup.

5. Revenue Streams

Dari mana uang kita berasal? Apakah melalui penjualan langsung, berlangganan, atau lisensi? Mengetahui sumber pendapatan kita dan cara memaksimalkannya adalah kunci untuk menjaga bisnis tetap sehat dan berkembang.

6. Key Resources

Apa saja aset penting yang kita miliki? Ini bisa berupa sumber daya fisik seperti pabrik dan kendaraan, intelektual seperti paten dan merek, atau bahkan sumber daya manusia yang berbakat. Sumber daya ini adalah fondasi yang memungkinkan kita menjalankan bisnis dengan baik.

7. Key Activities

Apa yang harus kita lakukan untuk memberikan nilai kepada pelanggan? Mungkin kita perlu fokus pada produksi, riset dan pengembangan, atau pemasaran. Aktivitas kunci ini adalah jantung dari operasi bisnis kita.

8. Key Partnerships

Siapa saja mitra strategis kita? Apakah kita bekerja sama dengan pemasok, distributor, atau perusahaan lain untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko? Kemitraan yang kuat dapat memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan.

9. Cost Structure

Apa saja biaya yang kita keluarkan? Mulai dari biaya produksi, pemasaran, hingga layanan pelanggan. Mengelola struktur biaya dengan bijak akan membantu kita memaksimalkan keuntungan dan menjaga bisnis tetap kompetitif.

Berikut ini adalah contoh BMC pada UKM Store Durian XYZ.

Business Model Canvas UKM Store Durian XYZ
Gambar 1: Business Model Canvas UKM Store Durian XYZ

Setelah sembilan komponen yang terdapat pada BMC dapat menggambarkan proses bisnis usaha, kita bisa lho menganalisis internal dan eksternal dari usaha tersebut untuk menentukan matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation) yang selanjutnya akan kita beri strategi untuk kedepannya harus seperti apa si UKM ini menjalankan usahanya, tapi sebelum itu kita analisis dulu SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dari Store Durian XYZ berdasarkan data yang ada di BMC yuk!

 SWOT

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) merupakan salah satu tools untuk menyusun strategi bisnis yang efektif. Lewat analisis ini, perusahaan bisa tahu apa saja kekuatan yang bisa dimaksimalkan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. Selain itu, analisis ini juga membantu menemukan peluang baru untuk berkembang dan mengidentifikasi ancaman yang perlu diwaspadai. Berikut merupakan hasil analisis SWOT dari Store Durian XYZ ini!

Gambar 2 Analisis SWOT Store Durian XYZ
Gambar 2 Analisis SWOT Store Durian XYZ

Analisis Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE)

Setelah menganalisis SWOT dari Store Durian XYZ, kita akan masuk kedalam perhitungan IFE-EFE, apa itu?. Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) adalah alat strategis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan. IFE membantu kita mengevaluasi faktor internal seperti pemasaran, sumber daya manusia, struktur organisasi, dan keuangan, memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan. Sementara itu, EFE menilai faktor eksternal seperti peluang yang bisa dimanfaatkan dan ancaman yang perlu diantisipasi, memengaruhi pertumbuhan dan strategi pemasaran perusahaan. Bagaimana proses untuk menghitung nilai tersebut ? Yuk, simak lagi!

  • Perhitungan IFE melibatkan komponen Strength-Weakness dalam 5 Cluster BMC yaitu Value Propositions, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, dan Cost Structure yang sebelumnya sudah dibagi menjadi apa saja kekuatan dalam elemen-elemen tersebut dan apa kelemahannya, sedangkan perhitungan EFE melibatkan komponen Opportunities-Threats dalam 4 Cluster yaitu Customer Segments, Channels, Customer Relationship, dan Key Partners, yang kemudian keduanya dianalisis berdasarkan tingkat kepentingannya menggunakan skala 1-5 menurut responden, responden ini merupakan seseorang atau beberapa orang yang ahli di bidangnya, dan skala yang digunakan disini bisa bermacam-macam seperti 1-4 saja, atau 1-3 saja.
  • Kemudian diperoleh perhitungan rata-rata yang didapatkan dari penambahan semua tingkat yang dikalikan dengan jumlah responden yang menjawab tingkatan tersebut. Setelah itu dihitung rata-rata nilai dari masing-masing faktor strategi dengan mengalikan rata-rata dan jumlah responden dan total dari rata-rata nilai nantinya akan digunakan untuk menghitung bobot. Hasil perhitungannya dapat dilihat dibawah ini!
Gambar 3 Nilai Faktor Internal Store Durian XYZ (Perhitungan IFE)
Gambar 3 Nilai Faktor Internal Store Durian XYZ (Perhitungan IFE)

 

Gambar 4 Nilai Faktor Eksternal Store Durian XYZ (Perhitungan IFE)
Gambar 4 Nilai Faktor Eksternal Store Durian XYZ (Perhitungan IFE)
  • Selanjutnya kita akan menghitung bobot dari masing-masing faktor strategis dengan membagi rata-rata nilai dari masing-masing faktor strategis dengan jumlah rata-rata yang sudah didapatkan sebelumnya.
  • Lalu kita akan mencari skor bobot yang dihitung dari bobot dikali dengan nilai, nilai disini adalah rata-rata nilai pada perhitungan sebelumnya. Maka didapatkan skor bobot yang jika dijumlahkan, totalnya akan menjadi nilai akhir dari IFE dan EFE yang sudah kita analisis.
Gambar 5 Perhitungan Nilai Akhir IFE Store Durian XYZ
Gambar 5 Perhitungan Nilai Akhir IFE Store Durian XYZ

 

Gambar 6 Perhitungan Nilai Akhir EFE Store Durian XYZ
Gambar 6 Perhitungan Nilai Akhir EFE Store Durian XYZ
  • Setelah dilakukan perhitungan, dapat dilihat pada tabel diatas bahwa nilai akhir IFE yang diperoleh adalah 4.156 dan EFE adalah 3.926.

Nah untuk mengetahui posisi matriks IFE-EFE Store Durian XYZ, hasil pemetaan analisis IFE-EFE melalui Analisis SWOT dan BMC dari Store Durian XYZ dapat dilihat pada gambar dibawah.

Gambar 7  Matriks IFE-EFE Store Durian XYZ
Gambar 7 Matriks IFE-EFE Store Durian XYZ

Angka pada matriks IFE-EFE yang menunjukkan posisi suatu usaha (tinggi/kuat, rata-rata, rendah/lemah) harus disesuaikan dengan skala perhitungan yang dipilih. Disini kita menggunakan skala 1-5, maka rentang skala nya adalah 5 dibagi 3. Jika kalian ingin mencoba menggunakan skala 1-4, maka rentang skala nya harus didapatkan dari pembagian 4 dan 3, 3 disini menunjukkan jenis skalanya (tinggi/kuat, rata-rata, rendah/lemah).

Jika nilai akhir IFE-EFE UKM Store Durian XYZ berada di kuadran I, II, atau IV, itu menunjukkan bahwa UKM Store Durian XYZ berada dalam posisi grow and build (pertumbuhan). Jika terletak di kuadran III, V, atau VII, menunjukkan posisi hold and maintain (stabilisasi). Sedangkan jika berada di kuadran VI, VIII, atau IX, menunjukkan posisi harvest or divest (divestasi). Analisis ini membantu kita memahami di mana posisi strategis UKM Store Durian XYZ dan langkah apa yang perlu diambil untuk berkembang, stabil, atau mengurangi investasi. Berdasarkan Gambar 2,  Store Durian XYZ berada di posisi Kuadran I (4.156, 3.926), yang menunjukkan usaha di posisi grow and build, artinya usaha memiliki kekuatan internal yang kuat dan lingkungan eksternal yang mendukung pertumbuhan.

TOWS Matrix

Setelah sebelumnya dibuat analisis SWOT, dan didapatkan bagaimana posisi Store Durian XYZ dalam matriks IFE-EFE, kita akhirnya mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi Store Durian XYZ. Dari sini, kita bisa merancang strategi yang tepat untuk mengoptimalkan kekuatan, mengatasi kelemahan, memanfaatkan peluang, dan menghadapi ancaman yang ada yang bisa dijabarkan dalam TOWS Matrix. Berikutnya akan ditunjukkan bagaimana sih kombinasi SWOT dapat memunculkan strategi-strategi yang jitu untuk mengembangkan usaha Store Durian XYZ.

Gambar 8 Matrik TOWS Store Durian XYZ
Gambar 8 Matrik TOWS Store Durian XYZ

Kesimpulan

Store Durian XYZ telah berhasil memanfaatkan potensi besar industri durian di Indonesia dengan penerapan analisis bisnis yang cerdas seperti Business Model Canvas (BMC), SWOT, serta Matriks EFE dan IFE. Didirikan pada tahun 2020 dari komunitas pecinta durian, Store Durian XYZ kini memiliki beberapa cabang di Bintaro, BSD, Bandung, dan Cibubur, serta menawarkan berbagai varietas durian lokal dan impor berkualitas tinggi. Dengan memanfaatkan analisis BMC, perusahaan ini dapat memahami segmen pelanggan, nilai proposisi, dan alur pendapatan secara mendalam. Analisis SWOT dan Matriks IFE-EFE telah membantu mereka mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sehingga mampu menetapkan strategi yang efektif untuk pertumbuhan. Berkat pendekatan ini, Store Durian XYZ berada pada posisi strategis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan berkelanjutan, menjadikannya pemain utama dalam pasar durian yang kompetitif.

Penulis:

Ladwisya Andava Rayyan, Diana Fitria Ningsih, Vera Anggraeni, Sendi Setiawan dan Fiqih Mauzan Alfito

Mahasiswa Jurusan Manajemen IPB University

Editor: Rahmat Al Kafi

Referensi

Berisha Qehaja A, Kutllovci E, Shiroka Pula J. 2017. Strategic Management Tools and Techniques Usage: A Qualitative Review. [diunduh 2024 Mei 29]. Tersedia pada: https://papers.ssrn.com/abstract=2982744

Clark DN. 1997. Strategic management tool usage: a comparative study. Strat. Change. 6(7):417–427.doi:10.1002/(SICI)1099-1697(199711)6:7<417::AID-JSC281>3.0.CO;2-9.

David FR. 2011. Strategic Management Concepts and Cases. Thirteenth Edition. Pearson Prentice Hall Inc.

David FR. 2017. Concepts and Cases. Sixteenth Edition. United States: Pearson Education.

Gunn R, Williams W. 2007. Strategic Tools: An Empirical Investigation into Strategy in Practice in the UK. Strategic Change. 16:201–216.doi:10.1002/jsc.799.

Kotler P, Armstrong G. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran terjemahan. Ed ke-12. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip. 2009. Manajemen Pemasaran, edisi ke 13. Jakarta: PT. Aksara Pratama

Kurniasanti SA. 2019. Analisis Strategi Pengembangan Agrowisata. Journal of Tourism and Creativity. 3(1).doi:10.19184/jtc.v3i1.13904. [diunduh 2024 Mei 29]. Tersedia pada: https://jurnal.unej.ac.id/index.php/tourismjournal/article/view/13904

Kusuma CC. 2017. Analisis IFE, EFE, dan Balance Scorecard pada Gurp Perusahaan PT Kirana Megatara. 01(1):147–154.

Osterwalder A, Pigneur Y. 2010. Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers. Portugal: John Wiley & Sons. Ed ke-Google-Books-ID: UzuTAwAAQBAJ.

Osterwalder A, Pigneur Y. 2012. Business Model Generation. Jakarta (ID): PT Elex Media Komputindo.

Osterwalder A, Pigneur Y. 2012. Business Model Generation. Jakarta (ID): PT Elex Media Komputindo (Terjemahan).

Osterwalder A, Pigneur Y. 2015. Business Model Generation. Jakarta (ID): PT Elex Media Komputindo (Terjemahan).

Ramanujam V, Venkatraman N, Camillus J. 1986. Multi-Objective Assessment of Effectiveness of Strategic Planning: A Discriminant Analysis Approach. Academy of Management Journal. [diunduh 2024 Mei 29]. Tersedia pada: https://www.semanticscholar.org/paper/Multi-Objective-Assessment-of-Effectiveness-of-A-Ramanujam-Venkatraman/7e82e9d1159db56dfeb05bca3785aca2c793cb53

Rangkuti F. 2018. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis Cara Perhitungan Bobot, Rating, dan OCAI. Kedua puluh empat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Robinson P. 1997. Manajemen Strategik Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Stenfors S, Tanner L, Syrjänen M, Seppälä T, Haapalinna I. 2007. Executive views concerning decision support tools. European Journal of Operational Research. 181(2):929–938.doi:10.1016/j.ejor.2006.06.024.

Suksup C, Pimdee P, Sirijarupat P. 2020. Educational Human Resource Management Strategy SWOT Analysis for Thailand’s OBEC. 13:2020.

Wheelen TL, Hunger JD, Hoffman AN, Bamford CE. 2015. Strategic Management and Business Policy: Globalization, Innovation and Sustainability: Global Edition. Pearson Education Limited. Ed ke-Google-Books-ID: rF6pBwAAQBAJ.

Wright R, Paroutis S, Blettner D. 2013. How Useful Are the Strategic Tools We Teach in Business Schools? Journal of Management Studies. 50.doi:10.1111/j.1467-6486.2012.01082.x.

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI