Di dunia yang penuh ketidakpastian ini, banyak orang merasa perlu untuk melindungi diri mereka dari bencana alam atau bahkan serangan nuklir. Oleh karena itu, konsep bunker anti kiamat telah menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Bunker ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal dan kenyamanan bagi mereka yang memilih untuk menghindari dunia luar yang penuh bahaya. Artikel ini akan menjelaskan apa itu bunker anti kiamat dan bagaimana mereka dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin merasa aman dalam situasi apokaliptik.
Bencana merupakan peristiwa yang pasti akan selalu terjadi, baik berasal dari faktor alam ataupun karena ulah manusia itu sendiri. Bencana tidak bisa dihindari oleh manusia namun bisa diantisipasi untuk memperkecil risikonya. Baru-baru ini para kaum elit di berbagai belahan dunia sedang berlomba-lomba membangun banker yang diyakini akan menjadi tempat berlindung bagi mereka ketika terjadi bencana.
Bunker merupakan sejenis bangunan yang berfungsi sebagai tempat pertahanan atau bergantung dari berbagai bencana. Bunker biasanya dibangun di bawah tanah. Bunker anti kiamat adalah struktur bawah tanah yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan dari berbagai ancaman eksternal.
Mereka bisa berupa bunker pribadi yang dibangun di rumah atau kompleks bunker yang lebih besar yang dapat menampung sejumlah besar orang. Bunker ini dibuat dengan bahan tahan bencana seperti beton bertekanan tinggi dan baja tahan lama, yang bertujuan untuk bertahan dari gempa bumi, serangan nuklir, atau bahkan ledakan bom.
Robert Viccino dan Larry Hall yang berasal dari kawasan Dakota, Amerika Serikat meyakini bahwa kiamat dapat dihindari yakni dengan membangun sebuah bunker atau tempat perlindungan yang ditanam di bawah tanah.
Melalui perusahaan yang didirikannya Vicino dan Larry akhirnya membangun 575 bunker miliknya yang digadang-gadang mampu menampung hingga 10 ribu orang.
Bunker-bunker tersebut nantinya akan disewakan kepada “mereka” orang-orang yang ingin “menghindari” bencana, dengan mengeluarkan uang sebesar $40.000 atau senilai Rp548 juta hingga $23,4 juta atau senilai Rp344 miliar. Harga tersebut sebanding dengan keamanan dari bangunan tersebut serta interior super mewah yang dimilikinya.
Tak hanya Vicino dan Larry, Mark Zuckerberg pemilik Meta sekaligus pendiri Facebook juga dikabarkan sedang membuat bunker miliknya. Berbeda dengan Vicino dan Larry bunker milik Mark ini digunakan hanya untuk pribadi dan pembangunannya pun sangat tertutup bahkan dirahasiakan.
Para pekerja yang bekerja di dalam proyek tersebut akan disuruh menandatangani perjanjian kesepakatan yang ketat dan rahasia serta dilarang memotret atau menyebarkan informasi apapun terkait proyek tersebut.
Kabarnya bunker tersebut dibangun dengan bentuk seperti rumah mewah di bawah tanah, dibangun di atas tanah seluas 1.400 hektar di Pulau Kauai, Hawaii. Pada channel YouTube milik Nessie Judge di salah satu video kontennya yang berjudul “Teori konspirasi | Kaum Elit Persiapkan Kiamat”, ia mengatakan bahwa rumah mewah milik Mark Zuckerberg ini terdiri dari 30 kamar tidur, 30 kamar mandi, sebuah area hutan yang dilengkapi dengan 11 rumah pohon yang terkoneksi dengan jembatan tali.
Fasilitas di dalamnya juga tidak main-main seperti dilengkapi dengan ruang gym, kolam renang, bak mandi air panas, kolam air dingin, bahkan lapangan tenis. Nessie juga menambahkan bahwa ruangan-ruangan di rumah tersebut dibangun dengan berlapis-lapis beton yang dirancang seperti bunker dan ruangan berlindung dari ledakan.
Beberapa kaum elit lainnya seperti, Frank Vander Sloot juga sudah membeli sebuah peternakan seluas 2.000 hektar diselatan rumah Mark Zukeberg. Pendiri Paypal, Peter Theil sedang menunggu izin untuk pembangunan bunkernya di Selandia Baru.
Baca Juga: Tektonik Lempeng Mampu Memprediksi Potensi Terjadinya Bencana Geologi
CEO Open AI, Sam Atman, juga pernah tidak sengaja mengatakan bahwa dia dengan Peter Theil mempunyai kesepakatan jika dunia kiamat, mereka akan tinggal disalah satu propertinya Peter di Selandia Baru. Miliader Amazon, Jeff Bzes dan tunangannya Lauren Sancez juga diketahui akan tinggal di Selandia Baru.
Bunker anti kiamat modern biasanya dilengkapi dengan berbagai fitur yang dirancang untuk memastikan kenyamanan dan kelangsungan hidup bagi penghuninya. Beberapa fitur yang umum ditemukan di dalam bunker anti kiamat meliputi:
- Sistem Penyaringan Udara: Untuk memastikan pasokan udara segar yang terjaga di dalam bunker, sistem penyaringan udara yang canggih Filter HEPA dan sistem pemurnian udara lainnya membantu menjaga kualitas udara di dalam bunker agar tetap bersih dan bebas dari kontaminan.
- Persediaan Makanan dan Air: Bunker anti kiamat biasanya dilengkapi dengan persediaan makanan dan air yang cukup untuk bertahan hidup selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Makanan kering, makanan kaleng, dan sistem penyulingan air dapat membantu penghuni bunker untuk tetap tercukupi kebutuhan nutrisi dan hidrasi
- Sistem Keamanan dan Komunikasi: Bunker anti kiamat dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih, termasuk kamera pengawas, alarm, dan sistem penguncian pintu yang aman. Selain itu, bunker ini juga memiliki sistem komunikasi yang terhubung dengan dunia luar, seperti radio atau satelit, yang memungkinkan penghuni untuk memantau situasi di luar dan tetap berhubungan dengan orang lain.
Melihat dari fasilitas hingga material pembangun bunker-bunker di atas dapat diyakini bahwa para kaum elit tidak hanya merancang bunker mereka untuk tahan dari bencana alam saja seperti gempa bumi melainkan juga bencana-bencana yang berasal dari manusia seperti bencana perang nuklir.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sekarang banyak sekali negara-negara di dunia yang sudah memiliki bahkan memproduksi bom nuklir miliknya sendiri. Mereka berlomba-lomba menunjukkan negara siapa yang paling kuat di bidang keamanan serta persenjataannya.
Terjadinya persaingan serta kondisi politik antara negara yang tidak stabil dan semakin memanas sangat memungkinkan untuk terjadinya perang nuklir antar negara. Hal tersebutlah yang mungkin menjadi latar belakang para militer di dunia sibuk untuk mempersiapkan tempat perlindungan yang paling aman untuk mereka jika hal tersebut terjadi.
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah bunker anti kiamat benar-benar diperlukan atau hanya merupakan langkah berlebihan yang diambil para kaum berlebih uang. Jawabannya tergantung pada pandangan dan kebutuhan masing-masing individu.
Beberapa orang mungkin merasa nyaman dengan adanya bunker sebagai tempat berlindung dalam situasi darurat, sementara yang lainnya mungkin merasa bahwa itu adalah langkah berlebihan.
Namun, perlu dicatat bahwa bunker anti kiamat bukanlah solusi mutlak untuk menghadapi bencana atau situasi apokaliptik. Sebagai gantinya, hal itu dapat dianggap sebagai pilihan tambahan untuk mereka yang ingin merasa lebih aman dan siap menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Bonus Demografi, Bencana atau Manfaat?
Bunker anti kiamat adalah solusi yang dapat dipertimbangkan bagi mereka yang ingin merasa aman dan terlindungi dalam situasi apokaliptik.
Dengan fitur-fitur canggih dan perlindungan maksimal, bunker ini dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan pikiran bagi mereka yang memilih untuk membangun atau menggunakan mereka. Namun, keputusan untuk memiliki bunker anti kiamat tetap menjadi pilihan pribadi yang harus dipertimbangkan dengan cermat.
Penulis:
Fatkhurezky Nurfadlilah
Mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














