Pelajaran dari Kebakaran Gedung Terra Drone: Pentingnya Prosedur Keselamatan Kerja yang Efektif

kesehatan dan keselamatan kerja
Pelajaran dari Kebakaran Gedung Terra Drone: Pentingnya Prosedur Keselamatan Kerja yang Efektif. Sumber: MMI.

Kebakaran yang melanda gedung Terra Drone pada tahun 2025 membuat masyarakat menyadari bahwa prosedur keselamatan kerja lebih dari sekadar regulasi administratif, itu adalah kebutuhan dasar untuk melindungi jiwa.

Banyak orang berpendapat bahwa peristiwa ini berfungsi sebagai peringatan tegas tentang pentingnya penerapan standar keselamatan yang tidak hanya ada di kertas.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pandangan masyarakat menunjukkan bahwa keselamatan kerja perlu dimulai dari desain bangunan yang aman, yang mencakup jalur evakuasi yang jelas, pintu darurat yang tidak terhalang, serta sistem ventilasi yang baik.

Di samping itu, kehadiran alarm kebakaran yang efektif, alat pemadam yang mudah diakses, dan saluran pemadam dari luar yang teratur adalah hal-hal yang tidak bisa ditawar.

Selain itu, ada penekanan pada pentingnya pelatihan rutin untuk semua pekerja, yang termasuk simulasi evakuasi secara berkala, keterampilan menggunakan alat pemadam kebakaran, serta pengetahuan tentang cara beraksi saat terjadi keadaan darurat.

Banyak warga percaya bahwa prosedur keselamatan akan lebih berhasil jika semua pekerja bukan hanya manajemen, harus memiliki pengetahuan yang cukup.

Di sisi lain, pemeliharaan rutin pada setiap sistem juga mejadi hal yang perlu di perhatikan, dengan pemeriksaan alarm serta evaluasi intalasi listrik. Publik merasa bahwa tanpa pemeliharaan yang serius, semua alat keselamatan hanya menjadi formalitas yang tidak berfungsi saat bencana datang.

Baca Juga: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Area Perkantoran

Bagi masyarakat, insiden di gedung Terra Drone bukanlah saat untuk menyalahkan pihak tertentu, namun pengingat penting bahwa keselamatan kerja adalah investasi untuk masa depan. Ketika prosedur dijalankan dengan secara benar, potensi risiko bisa diminimalkan dan nyawa dapat terselamatkan.

Dengan demikian, tragedi ini seharusnya menjadi momen refleksi bersama untuk memperkuat budaya keselamatan di semua sektor kerja.

Penulis: Indah Safitri
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

Dosen Pengampu: Drs. Didin Sabarudin, M.Si.

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses