Pemuda Desa Sukamaju Ubah Sampah Plastik Menjadi Paving Block Bernilai Jual

paving block dari sampah plastik
Melalui inovasi berkelanjutan berbahan sampah plastik, pemuda Desa Sukamaju, Subang, Jawa Barat, tidak hanya berhasil mengurangi sekitar 2 ton sampah plastik per bulan, tetapi juga berhasil membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. (Ilustrasi: Dok. MMI)

Subang, MMI – Masalah penumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi momok bagi lingkungan, berhasil diubah menjadi peluang ekonomi oleh sekelompok pemuda kreatif di Desa Sukamaju, Subang, Jawa Barat. Sejak awal Mei 2026, mereka sukses memproduksi paving block berkualitas tinggi berbahan dasar limbah plastik kemasan.

Gerakan yang dimotori oleh Karang Taruna “Maju Bersama” ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap keberadaan tempat pembuangan sampah ilegal di sekitar pemukiman warga.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Didampingi oleh dinas lingkungan hidup setempat, para pemuda ini secara swadaya mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah plastik kering menjadi material bangunan yang kokoh.

“Kami ingin membuktikan bahwa sampah bukan akhir dari segalanya. Dengan sedikit kreativitas dan kerja keras, lingkungan kita jadi bersih, dan kantong warga pun bisa terisi,” ujar Ketua Karang Taruna, Andi Setiawan (26), saat ditemui di bengkel produksi, Ahad (14/6/2026).

Baca Juga: Inovasi Cerdas Mahasiswa KKN UST: Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block dengan Konsep Tri-Nga Tamansiswa

Proses pembuatannya sendiri terbilang cukup sederhana namun membutuhkan ketelitian yang tinggi. Langkah pertama dimulai dengan mengumpulkan sampah plastik jenis kresek dan kemasan makanan untuk dibersihkan, kemudian dicacah.

Setelah itu, cacahan plastik dilelehkan di dalam drum besi besar dengan suhu tinggi hingga mencair sepenuhnya menyerupai bubur. Cairan plastik tersebut kemudian dicampur dengan sedikit pasir, diaduk hingga rata, lalu dituang ke dalam cetakan paving block baja sebelum akhirnya dipres dan didinginkan di dalam air.

Saat ini, paving block plastik karya pemuda Desa Sukamaju mulai diminati oleh pasar lokal. Produk inovatif ini terbukti memiliki bobot yang lebih ringan dan tidak mudah retak jika dibandingkan dengan paving block semen konvensional.

Melalui inovasi berkelanjutan ini, mereka tidak hanya berhasil mengurangi sekitar 2 ton sampah plastik per bulan, tetapi juga berhasil membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.


Penulis: Muhammad Rasya Assahibi Teddy
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses