Penguatan Branding Produk Lokal: Mahasiswa KKNT Unhas Paparkan Program Pemasaran dan Branding Cokelat Daun Kelor di Desa Tonrong Rijang

Branding Produk Lokal
Foto bersama para peserta KKNT, Kepala Desa Tonrong Rijang, aparat desa, serta para peserta pelatihan pemaparan program kerja Penguatan Branding Produk Lokal. (Foto: Dok. Penulis)

Sidrap, MMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan pemaparan program kerja di Kantor Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Ahad (18/01/2026). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 Wita. Peserta yang hadir sekitar 30 orang. Mereka terdiri atas masyarakat desa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta perangkat desa setempat.

Salah seorang mahasiswa KKNT Unhas dari Program Studi Ilmu Ekonomi angkatan 2023, Estasia Meldy Rombe Pabesak, memaparkan program kerja berjudul “Dari Alam Desa ke Pasar Modern: Cokelat Daun Kelor dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal”. Program ini difokuskan pada penguatan aspek pemasaran, branding, perancangan logo, desain kemasan, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) produk cokelat daun kelor yang disepakati bermerek Coker. Semua itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing produk berbasis potensi lokal Desa Tonrong Rijang.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI
Branding Produk Lokal
Penulis (kiri) memaparkan tentang program kerja mahasiswa KKNT Unhas di Desa Tonrong Rijang di depan para warga setempat. (Foto: Dok. Penulis)

Dalam pemaparannya, Estasia menjelaskan, bahwa daun kelor merupakan salah satu potensi desa yang memiliki nilai gizi tinggi dan peluang ekonomi yang besar apabila diolah dan dipasarkan secara tepat. Sebab itu, melalui pendekatan pemasaran dan branding yang terencana, produk cokelat daun kelor diharapkan mampu memiliki identitas produk yang kuat, harga yang kompetitif, serta peluang pemasaran yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional.

Baca juga: Probiotik Cokelat Kelor: Nutrisi Super Cegah Stunting, Menginspirasi Ibu-Ibu Desa untuk Cegah Stunting melalui Inovasi Cokelat Kelor

Kegiatan pemaparan program kerja ini berlangsung interaktif dan disambut dengan antusias oleh masyarakat yang hadir. Pada sesi diskusi, salah seorang ibu dari dusun menyampaikan dukungannya terhadap inovasi yang dibawa oleh mahasiswa KKNT Unhas.

“Silakan berinovasi di desa kami. Keluarkan semua inovasi di Desa Tonrong Rijang,” sambut ibu itu di tengah pertemuan.

Pernyataan itu mencerminkan keterbukaan dan dukungan masyarakat desa terhadap pengembangan ide-ide kreatif yang dapat mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca juga: Ketahanan Pangan Dimulai dari Konsumen: Mengapa Kita Perlu Peduli pada Produk Lokal?

Melalui kegiatan ini, diharapkan program kerja yang dipaparkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan produk cokelat daun kelor bernilai tambah. Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pemasaran, branding, dan perhitungan biaya produksi dalam pengelolaan usaha.

Branding Produk Lokal
Penulis (kiri) bersama Kepala Desa Tonrong Rijang memperlihatkan produk cokelat kelor bermerek Coker. Produk ini adalah hasil dari olahan potensi lokal desa itu. (Foto: Dok. Penulis)

Mahasiswa KKNT Unhas berkomitmen untuk terus mendampingi dan berkolaborasi dengan masyarakat Desa Tonrong Rijang. Dari pendampingan dan kolaborasi itu, diharapkan dapat terwujud inovasi yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian desa.


Penulis: Estasia Meldy Rombe Pabesak

Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Universitas Hasanuddin 


Dosen Pengampu: Ir. Dewa Sagita Alfadin Nur, S. T, M. T.


Editor: Nilam Indahsari

Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses