Pendahuluan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling dijumpai pada kelompok lanjut usia (lansia).
Kondisi ini sering disebut sebagai the silent killer karena dapat berlangsung tanpa gejala, namun berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan gangguan pembuluh darah lainnya.
Seiring bertambahnya usia elastisitas pembuluh darah menurun, sehingga tekanan darah cenderung meningkat. Oleh karena itu, pengendalian hipertensi menjadi hal penting dalam menjaga kualitas hidup lansia (Andriani et al., 2025).
Penyebab dan Faktor Risiko
Beberapa faktor yang berperan dalam timbulnya hipertensi pada lansia antara lain:
- Perubahan fisiologis akibat penuaan
- Pengerasan dan penurunan elastisitas pembuluh darah membuat tekanan darah meningkat secara alami seiring usia.
- Gaya hidup tidak sehat
- Pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebih menjadi pemicu utama.
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Berat badan berlebih membuat jantung harus memompa darah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Peningkatan beban kerja ini meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah, yang menyebabkan tekanan darah tinggi (Egan, 2024).
Baca Juga: Mata Buram Akibat Diabetes dan Hipertensi: Apa Hubungannya?
Gejala dan Dampak
Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala khas, namun pada beberapa kasus, lansia dapat mengalami:
- Sakit kepala bagian belakang
- Pusing
- Pandangan kabur
- Jantung berdebar
- Jantung berdebar
Pencegahan dan Pengendalian
- Aktivitas fisik teratur: jalan kaki, senam lansia, atau bersepeda ringan minimal 30 menit sehari
- Manajemen stres: relaksasi, meditasi, atau kegiatan sosial yang menyenangkan dapat membantu menstabilkan tekanan darah.
- Pemantauan rutin tekanan darah: pemeriksaan teratur membantu deteksi dini dan pemantauan efektivitas pengobatan.
Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Diet DASH! Pola Makan Sehat untuk Mengendalikan Hipertensi
Bahan Makanan yang Dianjurkan
- Sayur-sayuran: bayam, brokoli, labu siam, tomat, mentimun
- Buah-buahan: pisang, alpukat, jeruk, melon, semangka, stroberi, apel, anggur
- Protein: ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan
Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan dan Dibatasi
- Garam dan bumbu: garam dapur berlebihan, kecap asin, saus tomat instan, saus sambal instan, MSG/penyedap rasa.
- Makanan olahan dan instan: makanan kaleng (ikan, kornet), makanan cepat saji, mi instan.
- Daging dan produk hewani tinggi lemak: daging merah berlemak kulit ayam, jeroan (hati, ginjal), sosis, telur asin
- Lemak jahat: mentega, margarin, santan kental, minyak kelapa (Virgina & Indah, 2023).
Baca Juga: Senam Hipertensi sebagai Upaya Mengendalikan Tekanan Darah Lansia
Kesimpulan
Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang serius namun dapat dikendalikan dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan perubahan gaya hidup sehat.
Kesadaran lansia, keluarga, dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga tekanan darah normal menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.
Nama: Syifa Kharisma Oleifera
Mahasiswa Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Egan, B. M. (2024). Managing hypertension in older adults: a review. (Review article).
Virgina Putri Sabila, I. P. S. (2023). Tidur Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pegawai Negeri Sipil Usia 24-54 Tahun Di Lpmp Sumsel. 7, 16919–16936.
Rizki Andriani, Mayya Sari, Nanda Qoriansas, Hafdhallah (2025). Relaksasi Otot Progresif: Pendekatan Non-Farmakologis Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi. Jurnal Kesehatan. 1 (1).
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












