Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik > 90 mmHg.
Penyebab hipertensi terbagi menjadi tiga yaitu, hipertensi esensial (hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya), hipertensi primer (disebabkan oleh ekspresi gen, diet yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, inflamasi vaskuler, serta gaya hidup yang salah), dan hipertensi sekunder (disebabkan karena adanya penyakit penyerta lainnya seperti diabetes nefropati, penyakit ginjal, penyakit jantung, dan juga dapat terjadi saat kehamilan.
Berdasarkan data (WHO) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di dunia mencapai sekitar 1,13 miliar jiwa. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar jiwa yang menderita hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 10,44 juta jiwa meninggal dunia akibat hipertensi dan komplikasinya. Sedangkan menurut data Kemenkes RI tahun 2023 prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%.
Hipertensi dapat dikendalikan secara non farmakologis seperti mengontrol pola makan, mengurangi asupan garam, meningkatkan konsumsi potasium dan magnesium, serta melakukan aktivitas fisik.
Baca Juga: Senam Hipertensi sebagai Upaya Mengendalikan Tekanan Darah Lansia
Salah satu cara mengatur pola makan bagi penderita hipertensi adalah menerapkan diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension), selama ini yang biasanya dilakukan hanya mengatur garam dan natriumnya saja (diet rendah garam), namun tidak memperhitungkan kualitas susunan hidangan pada menu makan.
Perbedaan antara diet rendah garam dan diet DASH terletak pada prinsip dietnya. Diet rendah garam pada umumnya menekankan pembatasan asupan natrium bagi penderita hipertensi, sedangkan diet DASH juga menganjurkan diet tinggi kalium, kalsium, dan magnesium yang banyak terdapat pada buah dan sayur.
Diet DASH merupakan diet yang kaya buah dan sayur, kaya serat pangan (30 gram/hari) dan mineral (kalium, magnesium, dan kalsium), serta membatasi asupan garam. Tujuan dari pemberian Diet DASH adalah untuk menurunkan tekanan darah dan dapat digunakan sebagai langkah pencegahan terjadinya hipertensi.
Penerapan Diet DASH
Berikut langkah-langkah penerapan diet DASH dalam sehari-hari:
1. Kurangi Asupan Natrium
Batasi asupan garam harian hingga maksimal 1.500 – 2.300 mg (sekitar 1 sendok teh). Hindari makanan olahan, makanan cepat saji, dan camilan kemasan yang umumnya mengandung tinggi natrium.
2. Beras dan Gandum (6-8 porsi per hari)
Pilihlah karbohidrat kompleks seperti beras, roti, pasta, dan sereal. Bisa juga dengan memilih makanan dengan gandum utuh yang kaya serat seperti beras merah dan roti gandum.
3. Sayuran dan buah (4-5 porsi per hari)
Semua sayur dan buah segar bisa digunakan untuk diet DASH. Contoh sayuran dan buah yang biasanya dikonsumsi diantaranya adalah bayam, brokoli, wortel, kangkung, labu, tomat, pir, apel, nanas, alpukat, dan mangga.
4. Produk Susu
Pada diet DASH produk susu yang digunakan harus rendah lemak seperti susu skim, keju rendah lemak, dan yoghurt.
5. Protein dan Kacang-kacangan
Protein yang digunakan juga rendah lemak seperti ikan, daging ayam tanpa kulit, telur maksimal 1 butir/hari, kacang-kacangan, produk kedelai. Pilih potongan daging tanpa lemak dan usahakan mengonsumsi 1 porsi daging merah hanya sesekali serta tidak lebih dari 2 kali dalam seminggu.
6. Lemak dan Minyak
Berupa minyak kelapa sawit, minyak zaitun, margarin dan mentega tanpa garam, mayonaise rendah lemak.
7. Makanan manis (maksimal 5 porsi per minggu)
Batasi asupan permen, soda, dan gula agar mengurangi risiko terkena masalah kesehatan tertentu. Maksimal asupan gula hanya 1 sendok makan atau 12,5 gram dan dapat konsumsi jeli atau selai sebanyak 1 sendok makan (20 gram) per hari, jeli, agar-agar, biskuit rendah lemak.
Baca Juga: Hubungan Antara Gaya Hidup dan Pola Makan dengan Stadium Hipertensi
Menu Diet DASH
Contoh menu diet DASH dalam sehari
- Sarapan: Nasi, omelette daun bawang, sapo tahu, cah kangkung
- Selingan pagi: Singkong rebus dan yoghurt rendah lemak
- Makan siang: Nasi merah, perkedel tahu, tumis buncis jagung
- Selingan siang: 1 buah pisang ukuran sedang
- Makan malam: Nasi putih, pepes ikan kembung, rolade tempe, tumis kangkung
- Selingan malam: susu rendah lemak dan kismis
Bahan makanan yang tidak dianjurkan pada diet DASH
- Biskuit yang diawetkan dengan natrium
- Daging merah bagian lemak, ikan kaleng, kornet, sosis, ikan asap, ati, ampela, olahan daging dengan natrium
- Olahan kacang yang diawetkan dan mendapat campuran natrium
- Sayur dan buah kaleng dan mendapat campuran natrium, manisan, dan asinan
- Margarin, mentega, mayonaise, dan minyak berlebih
- Minuman kemasan dengan pemanis tambahan dan pengawet
- Penyedap rasa, kecap, saus, dan bumbu instan.
Penerapan diet DASH dapat menyebabkan perubahan signifikan pada tekanan darah, sehingga bermanfaat bagi penderita hipertensi dalam menurunkan tekanan darah dan mengatur pola makan secara lebih terkontrol.
Diet ini dirancang mengikuti pedoman pemeliharaan kesehatan jantung dengan membatasi asupan lemak jenuh, kolesterol, serta natrium. Dengan demikian, pola makan dalam diet DASH memiliki peran penting dalam pencegahan dan terapi hipertensi, serta membantu mengurangi risiko komplikasi akibat gaya hidup yang tidak sehat.
Sumber:
Dapur Umami. (2022). Menu Seminggu untuk Penderita Hipertensi. Dapur Umami.
Fitriyana, M., & Wirawati, M. K. (2022). Penerapan Pola Diet Dash Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kalikangkung Semarang. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan.
Mayo Clinic Staff. (2023, 25 Mei). DASH diet: Healthy eating to lower your blood pressure. Mayo Clinic.
Pebrisiana, P., Tambunan, L. N., & Baringbing, E. P. (2022). Hubungan Karakteristik dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. Doris Sylvanus Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Surya Medika,
Suharyati, S.A., Budi Hartati, Triyani Kresnawan, Sunarti, Fitri Handayani, & Ferina Darmarini. (2019). Penuntun Diet dan Terapi Gizi. Edisi 4. Jakarta: EGC.
Yuliani, L. (2022). DASH diet untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Penulis: Audria Shelfina Tasya, S.Gz
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul
Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












