Mengapa Masa Kehamilan Begitu Penting bagi Tumbuh Kembang Anak?
Kehamilan adalah proses penting yang berlangsung sejak terjadinya pembuahan hingga bayi dilahirkan. Masa kehamilan normal biasanya berlangsung selama 280 hari atau sekitar 40 minggu, dihitung dari hari pertama haid terakhir.
Periode ini merupakan bagian dari 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat krusial dan membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal asupan gizi. Ibu hamil termasuk dalam kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, sehingga makanan yang dikonsumsi selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin.
Jika kebutuhan energi dan protein tidak tercukupi, ibu hamil berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), yang dapat membahayakan kesehatan ibu maupun bayi yang dikandung.
Apa itu KEK dan Mengapa Ibu Hamil Perlu Waspada?
Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kondisi ketika tubuh seseorang kekurangan gizi dalam jangka waktu lama akibat kurangnya asupan makanan yang mengandung energi dan zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Pada ibu hamil, kondisi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu risiko KEK dan KEK.
Seseorang dikatakan risiko KEK jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) kurang dari 23.5 cm. Seseorang dikatakan mengalami KEK jika Indeks Massa Tubuh pra hamil atau pada trimester 1 (<12 minggu) sebesar <18,5 kg/m2.
Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, karena ibu hamil dengan status gizi dan kesehatan yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi, seperti melahirkan bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), hingga meningkatnya risiko kesakitan dan kematian pada ibu maupun bayinya.
Apa Saja yang Menyebabkan Ibu Hamil Mengalami KEK?
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat terjadi karena berbagai faktor, yang secara umum terbagi menjadi dua, yaitu faktor langsung dan faktor tidak langsung.
Faktor langsung mencakup kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan selama kehamilan serta adanya penyakit yang dapat mengganggu penyerapan atau pemanfaatan zat gizi dalam tubuh.
Di sisi lain, faktor tidak langsung meliputi keterbatasan ketersediaan makanan di rumah, pola asuh yang kurang tepat, kondisi lingkungan yang tidak mendukung kesehatan, serta terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
Benarkah Gizi Ibu Saat Hamil Bisa Mempengaruhi Kecerdasan Anak?
Kecukupan gizi selama kehamilan memiliki peran penting terhadap kondisi bayi yang akan dilahirkan. Salah satu masa paling menentukan dalam kehamilan adalah trimester ketiga, yaitu saat usia janin memasuki enam bulan.
Pada fase ini, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat, yang biasanya terlihat dari peningkatan berat badan ibu yang semakin pesat sejak trimester kedua. Selain pertumbuhan fisik, perkembangan otak janin juga sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu.
Pembentukan sel-sel otak dimulai sejak usia kehamilan 20 minggu atau sekitar lima bulan. Jika ibu mengalami kekurangan gizi pada masa ini, maka jumlah sel otak yang terbentuk tidak dapat mencapai jumlah optimal. Akibatnya, pertumbuhan otak bisa terganggu dan berdampak pada perkembangan mental anak di kemudian hari.
Anak mungkin mengalami hambatan dalam kemampuan sosial, kemampuan berbicara, dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan. Gangguan tersebut juga dapat memengaruhi tingkat kecerdasan (IQ) anak, yang berujung pada rendahnya kemampuan konsentrasi dan fokus saat belajar.
Baca Juga: Program Gizi Ibu Hamil: Sudah Siapkah untuk Menghadapi Masalah Gizi di Masa Kini dan Mendatang?
Berapa Tambahan Gizi Harian yang Dibutuhkan Ibu Hamil dengan KEK?
Perempuan usia 19–49 tahun membutuhkan asupan energi sekitar 2.150 hingga 2.250 kilokalori per hari, dengan kebutuhan protein sebesar 60 gram. Saat hamil, kebutuhan ini meningkat. Ibu hamil memerlukan tambahan energi sekitar 180 hingga 300 kilokalori serta tambahan protein sebanyak 30 gram per harinya.
Khusus bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), dibutuhkan tambahan energi lebih banyak, yaitu sekitar 500 kilokalori per hari untuk membantu mencapai kenaikan berat badan sebesar 0,5 kg per minggu. Dari jumlah tambahan energi tersebut, kurang dari 25% sebaiknya berasal dari protein.
Berikut contoh susunan menu makan sehari dengan prinsip gizi seimbang yang bisa diterapkan oleh ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis:
- Pagi: nasi (1 ¼ gelas nasi) + telur dadar bayam (1 butir) + tempe bumbu bali (2 potong besar) + cah brokoli wortel (1 mangkuk) + jeruk (1 buah);
- Selingan pagi: bubur kacang hijau (5 sdm kacang hijau matang + 1 gelas santan encer);
- Siang: nasi (1 ¼ gelas nasi) + ikan bawal bakar (1 ekor sedang) + tempe orek (5 sendok makan) + sayur asem (1 mangkuk) + pepaya (1 potong besar);
- Selingan siang: kroket kentang (1 buah) + susu;
- Malam: nasi (1 ¼ gelas nasi) + udang crispy (5 ekor sedang) + tahu cabai garam (1 buah besar) + capcay sayur (1 mangkuk) + apel (1 buah).
Penulis: Delia Kintan Farrari
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












