Empat mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang (UNPAM) sukses menyelenggarakan seminar bertema “Perencanaan Pemasaran untuk Mendukung Kewirausahaan BerkelanjutanSMK Paramarta” di SMK Paramarta, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di ruang kelas XI Akuntansi ini merupakan bagian dari program Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMKM) yang menyasar 13 siswa jurusan tersebut. Seminar ini bukan sekadar kegiatan formalitas akademik, melainkan sebuah upaya nyata untuk menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pelajar tingkat menengah yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Maga Zahabi Syabil selaku ketua kelompok, didampingi tiga anggota lainnya, yakni Aldi Steven Alexander Simanjuntak, Bagas Dwi Anugrah, dan Muhammad Ariyansyah. Pelaksanaan PMKM ini berada di bawah bimbingan dosen pendamping Irenne Putren, S.Pd., M.Pd., serta mendapat dukungan penuh dari Ketua Program Studi Akuntansi UNPAM, Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak., dan Koordinator PMKM, Juitania, M.Pd.
Dengan dukungan struktural tersebut, tim mahasiswa dapat mempersiapkan program secara terencana, mulai dari penyusunan materi, koordinasi dengan pihak sekolah, hingga pelaksanaan teknis di lapangan.
Dalam laporan kegiatan, tim mahasiswa menjelaskan bahwa pemilihan tema ini didasari oleh data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 25 Juli 2025, yang mencatat sekitar 27 persen usaha di Indonesia gagal akibat kurangnya pemahaman pasar.
Angka itu bukan sekadar statistik; di baliknya terdapat ribuan pelaku usaha yang harus gulung tikar karena tidak mengenali siapa pelanggan mereka, di mana pasar mereka berada, dan bagaimana cara menjangkau konsumen secara efektif. Selain itu, data BPS edisi Februari 2025 juga mencatat bahwa lulusan SMK dan SMA menyumbang angka pengangguran terbuka sekitar 3 juta orang.
Dua fakta tersebut menjadi dasar argumen yang kuat bahwa pemahaman perencanaan pemasaran sejak bangku sekolah menengah merupakan bekal penting bagi siswa yang berminat merintis usaha mandiri setelah lulus. Dengan membekali siswa sedini mungkin, diharapkan mereka tidak hanya siap secara teknis dalam bidang kejuruan, tetapi juga memiliki pola pikir wirausaha yang strategis dan terencana.
Materi inti yang disampaikan dalam seminar ini berfokus pada kerangka analisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP), sebuah pendekatan strategis yang menjadi fondasi dalam manajemen pemasaran modern.
Segmenting mengajarkan cara membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok konsumen yang memiliki karakteristik serupa; Targeting membantu menentukan segmen mana yang paling potensial untuk disasar; sementara Positioning memandu pelaku usaha dalam membangun citra produk atau jasa yang khas di benak konsumen.
Materi tersebut dikemas secara menarik melalui paparan visual yang interaktif, diskusi kelompok, serta pembahasan studi kasus nyata dari dunia usaha yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sesi tanya jawab di akhir acara turut memperkaya pemahaman peserta sekaligus membuka ruang dialog yang hangat antara mahasiswa UNPAM dan siswa SMK Paramarta.
Berdasarkan hasil evaluasi tim pelaksana, kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Hal itu terlihat jelas dari keaktifan siswa selama sesi diskusi dan tanya jawab, di mana banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan kritis seputar penerapan STP dalam konteks usaha kecil yang mungkin mereka rintis kelak.
Setelah mengikuti seminar, peserta dinilai mulai memahami pentingnya perencanaan pemasaran sebagai peta jalan (roadmap) bagi kelangsungan sebuah usaha, mulai dari pengalokasian anggaran yang tepat sasaran hingga penentuan target pasar yang spesifik dan terukur. Pemahaman ini penting agar calon wirausahawan muda tidak hanya mengandalkan intuisi semata, melainkan juga memiliki dasar analitis yang solid ketika memulai dan mengembangkan bisnisnya.
Bagi tim mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana yang sangat berharga untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah ke dalam situasi nyata di masyarakat. Pengalaman berhadapan langsung dengan audiens yang memiliki latar belakang berbeda menuntut kemampuan komunikasi dan adaptasi yang baik, dan hal itu sendiri merupakan pembelajaran yang tidak bisa diperoleh hanya dari dalam kelas.
Di sisi lain, kegiatan ini sekaligus memperkuat peran sosial perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat, sesuai dengan salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Bagi SMK Paramarta sendiri, seminar ini memberikan tambahan wawasan kewirausahaan yang segar di luar materi kurikulum reguler, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara sekolah menengah kejuruan dan institusi pendidikan tinggi di masa mendatang.
Dalam laporan akhir, tim PMKM menyampaikan sejumlah rekomendasi konkret untuk pengembangan kegiatan serupa di masa depan. Pihak sekolah disarankan untuk mengintegrasikan materi perencanaan pemasaran secara lebih mendalam ke dalam kurikulum jurusan Akuntansi, bukan hanya melalui kegiatan seminar yang bersifat insidental dan terbatas waktunya.
Integrasi kurikuler akan memungkinkan siswa mendapatkan pemahaman yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga kesiapan wirausaha mereka benar-benar terasah secara sistematis. Tim mahasiswa pelaksana berikutnya juga disarankan untuk memperpanjang durasi program menjadi rangkaian workshop atau pendampingan berkelanjutan, agar peserta memiliki kesempatan untuk mempraktikkan teori yang mereka pelajari.
Selain itu, evaluasi program sebaiknya dilengkapi dengan instrumen pre-test dan post-test agar peningkatan pemahaman peserta dapat diukur secara lebih terstruktur, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Secara keseluruhan, kegiatan PMKM yang digagas mahasiswa UNPAM ini merupakan langkah kecil namun bermakna dalam ekosistem pendidikan dan kewirausahaan di Indonesia.
Ketika pemahaman pemasaran ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, harapannya bukan hanya lahir lebih banyak wirausahawan yang tangguh secara bisnis, tetapi juga tercipta lapangan kerja baru yang mampu menyerap tenaga kerja dari lulusan sekolah menengah.
Dengan demikian, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti di satu sekolah atau satu angkatan saja, melainkan terus berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, melibatkan lebih banyak institusi pendidikan tinggi, lebih banyak sekolah menengah, dan akhirnya memberikan dampak nyata dalam upaya bersama menekan angka pengangguran lulusan SMA/SMK di Indonesia.
Penulis:
– Maga Zahabi Syabil
– Aldi Steven Alexander Simanjuntak
– Bagas Dwi Anugrah
– Muhammad Ariyansyah
Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas Pamulang (UNPAM)
Dosen Pengampu: Irenne Putren, S.Pd., M.Pd.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













