Perencanaan Progam Bimbingan dan Konseling untuk Anak Tunarungu Kelas V di SLB Raisya Puri

program Bimbingan dan Konseling untuk siswa Tunarungu
Foto: Dok. MMI

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Anak Tunarungu merupakan individu dengan gangguan pendengaran, salah satu kelompok disabilitas yang memerlukan perhatian khusus dalam sistem pendidikan. Gangguan pendengaran ini dapat bersifat ringan hingga berat, dimana anak-anak dengan kondisi ini sering mengalami kesulitan dalam mendengar suara, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi secara efektif.

Pendidikan bagi anak Tunarungu di indonesia umumnya dilakukan melalui Sekolah Luar Biasa (SLB), yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus. SLB Raisya Puri sebagai salah satu institusi pendidikan inkluksif di indonesia, pada pengemabngan potensi siswa Tunarungu melalui pendekatan holistik yang melibatkan aspek akademik, sosial dan emosional. Sekolah ini juga membuat fasilitas yang mendukung pembelajaran seperti ruang kelas khusus, alat bantu dengar dan tenaga pendidik yang terlatih dalam bahasa isyarat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam kegiatan observasi ke sekolah SLB Raisya Puri ini bagian integral dari proses evaluasi dan pengembangan kurikulum. Observasi ini dilakukan untuk mengamati perilaku siswa selama kegiatan belajar mengajar, seperti saat menerima pembelajaran, berpartisipasi dalam diskusi atau melakukan tugas kelompok. Tujuan utama observasi adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam metode pengajaran, serta memahami bagaimana anak Tunarungu merespon lingkungan sekolah.

Pendidikan anak Tunarungu ini telah berkembang dari pendekatan segregasi di SLB murni menuju model inklusi, namun, tantangan seperti kurangnya tenaga profesional, keterbatasan anggaran dan stigma sosial masih menghambat kemajuan. Di SLB Raisya Puri, terhadap kelas V menjadi penting karena usia mereka untuk membangun fondasi kemandirian dan keterampilan hidup.

1.2 Identifikasi Masalah 

Berdasarkan Hasil Observasi di Sekolah SLB Raisya Puri ada beberapa permasalahan utama:

  1. Kesulitan komunikasi verbal dan nonverbal
  2. Keterbatasan akses terhadap teknologi alat bantu pada beberapa siswa
  3. Beberapa siswa ada yang membutuhkan pendamping atau intensif dalam proses belajar
  4. Tidak adanya guru pendamping (shadow teacher)
  5. Kebutuhan akan penguatan keterampilan komunikasi dan sosial-emosional

1.3 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana merancang program bimbingan dan konseling pada anak-anak SLB kelas V?
  2. Bagaimana pelaksanaan dan evaluasi program bimbingan konseling bagi siswa Tunarungu?
  3. Bagaimana kondisi kemampuan komunikasi dan sosial emosional siswa Tunarungu kelas V?

1.4 Tujuan Penulisan 

  1. Menyusun program Bimbingan dan konseling Tahunan, mingguan dan harian 
  2. Memberikan pelayanan yang lebih baik untuk anak SLB Raisya Puri 
  3. Mendeskripsikan kondisi dan kebutuhan siswa Tunarungu kelas V

1.5 Manfaat Penelitian 

  1. Memberikan data untuk memperbaiki kurikulum dan metode pengajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa Tunarungu
  2. Menyediakan wawasan tentang strategi komunikasi yang lebih efektif, seperti penggunaan bahasa isyarat atau teknologi bantu
  3. Menambahkan solusi untuk kedepan nya sekolah SLB Raisya Puri 

Profil Anak Tunarungu Kelas V

2.1 Profil Sekolah 

SLB Raisya Puri merupakan salah satu sekolah khusus yang melayani dengan berbagai kebutuhan khusus, terutama anak tunarungu. Sekolah ini memiliki fasilitas yang sangat bagus dan nyaman untuk peserta didik, dan lingkungan yang sangat bersih, seperti ruangan kelas yang rapi, bersih wangi, serta ruangan pendukung seperti ruangan konseling untuk mereka yang berkonsultasi. Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan komitmen sekolah dalam menyediakan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus. Dalam observasi, SLB ini juga telah menyediakan alat pendengar bagi siswa yang tidak mempunyai agar mempermudah anak-anak untuk belajar di tempat tersebut.

2.2 Profil Subjek Bimbingan dan Konseling

Subjek dalam program bimbingan dan konseling ini adalah peserta didik tunarungu, dalam sekolah SLB Raisya Puri ini memiliki beberapa siswa yang menjadi fokus utama, yaitu Sakhi Zaidan N.,Nabil Faeyza, Danedra Satya Prawira, Tarukalbha Geldankanva, Bunga Fadilla Sabrina beberapa siswa ini adalah contoh yang tunarungu semua tanpa adanya guru pendamping hanya guru kelas saja dan hanya guru kelas yang bisa membuat dukungan emosional bagi mereka.

2.3 Kondisi Sarana dan layanan Pendukung

Hasil observasi menunjukkan bahwa SLB Raisya Puri telah memiliki sarana dan prasarana sangat baik dan cukup untuk peserta didik belajar. Sekolah juga menyediakan kelas yang cukup luas dan bersih serta pencahayaan dari luar pun ada jadi sangat baik dan memadai untuk fasilitasnya dan nyaman untuk anak anak peserta didik belajar dan bimbingan konseling. Media pembelajaran yang digunakan bersifat gambar dan alat peraga agar mempermudah mereka memahami materi yang diajar oleh guru tersebut apalagi ada beberapa siswa yang tidak memakai alat pendengar jadi agak beda dengan siswa yang memakai alat pendengar tersebut.

2.4 Kebutuhan Khusus Peserta Didik 

Beberapa aspek pada siswa kelas V SLB Raisya Puri dalam observasi :

Aspek Kognitif Siswa dapat memahami informasi yang disampaikan lawan bicara dengan menggunakan gerak bibir atau bahasa isyarat yang cukup baik.
Aspek Perilaku Siswa dapat mengikuti aturan di kelas dan menunjukkan sikap yang baik.
Aspek Sosial-Emosional Siswa dapat mengendalikan emosional mereka masing-masing tapi ada beberapa siswa yang tidak bisa menahan emosional nya.
Aspek Komunikasi Siswa dapat berkomunikasi 2 arah dengan sangat cukup lancar dan melalui bahasa isyarat masing-masing dari mereka.
Aspek Motorik  Siswa mampu mengikuti kegiatan kelompok atau individu dengan tertib dalam membentuk koordinasi tangan dan mata.

2.5 Masalah dan Kebutuhan dan Konseling

Banyak beberapa siswa yang sangat butuh banget kebutuhan dan konseling karena beberapa siswa sekolah di SLB Raisya Puri itu semua kemajuan sangat bagus, tetapi ada beberapa yang masih membutuhkan bimbingan dan konseling atau guru pendamping agar lebih enak dan tertib saat mengajar, didalam kelas V terdapat anak yang tidak mempunya alat pendengar, lama saat pembelajaran berlangsung dan ada yang tiba-tiba marah tanpa adanya sebab, itu karena emosional dia tidak terkontrol dengan diri dia sendiri, jika ada guru pendamping siswa tersebut bisa dibantu dengan baik dan membantu meredakan emosional dia agar tidak terdampak pada teman teman lainnya.

Dalam siswa tersebut juga tidak hanya sekali dia mengeluarkan emosional mereka tetapi saat pada duduk manis atau pada belajar tiba-tiba emosional anak tersebut tidak terkontrol dengan diri anak tersebut. Butuhnya bimbingan konseling atau guru pendamping jika ada.

2.6 Implikasi terhadap Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling

Dalam hasil observasi dan analisis kebutuhan kelas V, Maka layanan bimbingan dan konseling perlu dirancang dengan baik, individual, visual dan berkelanjutan. Program ABK harus menyesuaikan perbedaan kemampuan komunikasi dan tingkat kemandirian setiap siswa.

Sarana dan Tujuan dalam Program Bimbingan dan Konseling

3.1 Sarana Program Bimbingan dan Konseling 

Sarana program bimbingan dan konseling adalah peserta didik Tunarungu kelas V yaitu Sakhi Zaidan N.,Nabil Faeyza, Danedra Satya Prawira, Tarukalbha Geldankanva, Bunga Fadilla Sabrina. 5 peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda beda. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling dirancang secara individual dan kelompok kecil agar bisa menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa.

3.2 Tujuan Utama Program Bimbingan dan Konseling 

Tujuan utama program bimbingan dan konseling bagi siswa kelas V Tunarungu adalah membantu peserta didik mengemabngkan kemampuan komunikasi dan emosiaonal sosial, kepercayaan diri serta kemandirian dalam belajar dalam kehidupan sehari hari sehingga mereka bisa berinteraksi secara lebih baik dilingkungan sekolah dan masyarakat.

3.3 Tujuan Khusus Program Bimbingan dan Konseling 

Ada beberapa tujuan program bimbingan dan konseling yaitu :

  1. Mengembangkan Pribadi : Membantu siswa mengenali potensi diri, mengelola emosi dan membangun kepercayaan diri.
  2. Pengembangan Sosial : Mendorong interaksi positif dengan teman, guru dan keluarga.
  3. Pengembangan Akademik : Mendukung pencapaian prestasi belajar sesuai kemampuan individu.
  4. Pengembangan Karir : Mempersiapkan siswa untuk masa depan dengan memberikan informasi tentang pilihan pendidikan lanjutan.

3.4 Keterkaitan Program BK dengan Pembelajaran 

Program bimbingan dan konseling ini sangat penting dengan berbagai kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui koordinasi antara guru kelas dan konselor, khususnya dalam memahami instruksi, bekerja sama dalam kelompok dan mengelola emosi saat menghadapi kesulitan saat belajar.

Program Bimbingan dan Konseling Siswa Tunarungu Kelas V

4.1 Program Bimbingan dan Konseling Tahunan 

Program bimbingan dan konseling tahunan disusun berdasarkan hasil observasi terhadap 5 siswa tunarungu kelas V di SLB Raisya Puri yang memiliki perbedaan kemampuan komunikasi, sosial dan kemandirian.

Sasaran 
  1. Sakhi Zaidan N.
  2. Nabil Faeyza
  3.  Danedra Satya Prawira
  4.  Tarukalbha Geldankanva
  5.  Bunga Fadilla Sabrina
Tujuan  Membantu mengambangkan komunikasi, kepercayaan diri dan kemandirian saat belajar
Metode  Konseling, Bimbingan dengan guru, dan bahasa isyarat
Waktu November 2025 – April 2026
Tempat  Ruang kelas, ruang bimbingan dan konseling dan ruang guru
Penilaian  Observasi, catatan perkembangan 

4.2 Program Bimbingan dan Konseling Bulanan 

Bulan Layanan Tujuan Metode Penilaian
November Komunikasi Agar lancar saat berbicara Latihan isyarat Lembar pantau
Desember Emosi Bisa mengontrol emosi saat jam belajar Konseling Individu Catatan guru
Januari Adaptasi sekolah Bisa menembangkan potensi Observasi Catatan guru
Februari Sosial Bisa berbaur bersama orang orang Bimbingan kelompok Observasi
Maret Kemandirian Bisa belajar mandiri Pendampingan Lembar pantau
April Evaluasi Review Portofolio

4.3 Program Bimbingan dan Konseling Harian 

Hari Masalah Jenis

Layanan

Metode Waktu Penilaian
Senin Siswa pasif Bimbingan Sosial Bermain peran/drama 20 menit observasi
Selasa Sulit komunikasi Konseling Bahasa isyarat 20 menit observasi
Rabu Kurang percaya diri Motivasi Diskusi 20 menit Catatan
Kamis Interaksi rendah Bimbingan kelompok Permainan 20 menit observasi
Jumat Evaluasi Refleksi Tanya jawab 20 menit portofolio

Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling

5.1 Pendekatan Layanan Bimbingan dan Konseling 

Dalam pendekatan ini kerangka teori yang membentuk cara konselor memahami masalah siswa dan merancang disabilitas intelektual, fisik atau sensorik. Kelas V juga kita mengemabangkan emosional dan dukungan akademik seperti kita menekankan empati dan pertumbuhan pribadi pada anak anak Sekolah SLB Raisya Puri dan membantu merasa diterima tanpa stigma. Konselor ini bertindak sebagai pendamping untuk membangun kepercayaan diri, cocok untuk anak dengan disabilitas yang membutuhkan dukungan emosional pada anak anak.

Menggunakan penguatan positif untuk mengubah perilaku, seperti hadiah untuk pencapaian kecil. Efektif untuk anak dengan tantangan perilaku yang sederhana agar mereka merasa senang saat di lingkungan sekolah dan perilaku atau keterampilan sehari hari.

5.2 Metode Layanan Bimbingan dan Konseling

Metode dalam lingkungan sekolah SLB Raisya Puri dengan prioritas pada dukungan individu kelompok kecil untuk anak kelas V. Individu yang berfokus pada masalah pribadi dengan kesulitan belajar atau emosi yang dilakukan di ruang Konseling 15-30 menit untuk menenangkan anak tersebut untuk perhatian yang khusus.

Layanan bimbingan konseling ini tidak wajib jika anak anak tersebut membutuhkan arahan atau perhatian yang seharusnya ada untuk peserta didik untuk kesehatan mental dan emosional mereka dengan gambar/visual untuk anak dengan disabilitas sensorik.

5.3 Teknik Layanan Bimbingan dan Konseling 

Teknik untuk anak kelas V ini bisa menggunakan elemen visual, permainan dan dukungan multisensorik dengan penyesuaian untuk disabilitas dengan wawancara yang membicarakan sederhana dengan gambar untuk membantu anak berkebutuhan khusus mengungkapkan perasaan dengan pertanyaan terbuka, ‘’Apa yang membuatmu senang hari ini?”.

Observasi juga bisa dapat kita amati perilaku anak selama kegiatan sekolah seperti di kelas maupun diluar kelas mencatat interaksi sosial untuk mengidentifikasi masalah. Tes dan asesmen ini penggunaan tes sederhana seperti gambar untuk menilai emosi atau keterampilan  belajar pada anak anak.

Penilaian dan Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling

6.1 Tujuan Penilaian Program BK

Penilaian dan evaluasi program bimbingan dan konseling bertujuan mengukur efektifitas layanan dalam mendukung perkembangan emosional, sosial dan akademik anak berkebutuhan khusus, Mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan program untuk perbaikan berkelanjutan, Memastikan program sesuai dengan kebutuhan inklusif siswa kelas V seperti membangun kepercayaan diri dan keterampilan adaptasi dan menilai dampak terhadap guru, orang tua dan lingkungan sekolah dalam mendukung anak dengan disabilitas.

6.2 Aspek yang Dinilai 

Ada beberapa aspek penilaian dengan pengemabngan holistik:

  • Proses layanan
  • Hasil pada siswa 
  • Dampak akademik 
  • Kualitas sumber daya 
  • Kepuasan Stakeholder

6.3 Teknik dan Instrumen Penilaian Program BK

Teknik untuk anak berkebutuhan khusus, menggunakan elemen visual dan partisipatif:

  • Teknik observasi: Mengamati sesi BK atau kegiatan kelas 
  • Teknik Wawancara: Percakapan semi terstruktur dengan siswa (menggunakan gambar), guru dan orang tua
  • Teknik Survei: Formulir sederhana dengan gambar atau simbol untuk siswa dengan skala “senang” atau “tidak”
  • Teknik Tes/Asesmen: Tes nonverbal seperti gambar emosi atau tugas sederhana

6.4 Kriteria Program BK

Kriteria berdasarkan standar nasional BK:

  • Relevansi: Program sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus
  • Efektivitas: Pencapaian tujuan seperti peningkatan 70% partisipasi siswa dalam belajar
  • Efisiensi: Penggunaan sumber daya optimal

6.5 Pemanfaatan Hasil Evaluasi

Menyesuaikan pendekatan pada siswa berdasarkan kekurangan kelompok saat observasi, mengambil keputusan menggunakan data untuk alokasi anggaran atau pelatihan konselor, Hasil asesmen individu digunakan untuk revisi tambahan untuk peserta didik yang kurang dalam pembelajaran dan saat akhir semester guru akan membagikan hasil belajar ke orang tua sebagai dasar pemengambangan progam inkluksif di sekolah dan mengembangkan profesional dengan mendapatkan umpan balik untuk mengangkat keterampilan.

Penutup

7.1 Kesimpulan 

Berdasarkan observasi di SLB Raisya Puri, perencanaan program pendidikan dan konseling untuk anak tunarungu kelas V harus dirancang secara holistik untuk mengatasi tantangan pendengaran, komunikasi, dan psikologis. Program pendidikan berfokus pada adaptasi kurikulum dengan metode visual dan taktil seperti bahasa isyarat, alat bantu dengar, serta jadwal fleksibel untuk mencegah kelelahan, dengan evaluasi melalui observasi perilaku dan tes praktis. Targetnya adalah peningkatan keterampilan akademik dan komunikasi pada 70% siswa dalam enam bulan, didukung kolaborasi dengan terapis pendengaran dan pelatihan guru.

Sementara itu, konseling tekanan dukungan emosional melalui sesi individu dan kelompok menggunakan teknik seperti permainan peran dan seni ekspresif, dengan frekuensi 1-2 kali seminggu. Tujuannya adalah mengurangi isolasi dan kecemasan dengan evaluasi dampak melalui jurnal dan wawancara serta target pengurangan stres pada 60% siswa dalam tiga bulan. Konselor yang memberi sinyal bahasa isyarat diperlukan untuk ontregasi konseling dalam kegiatan harian.


Penulis: Nur Awalia Sholicha
Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pelita Bangsa


Dosen Pengampu: Julia Anis Handayani


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses