Polusi Cahaya: Terang tapi Jarang Disorot

Polusi Cahaya
Polusi Cahaya: Terang tapi Jarang Disorot. Sumber: MMI.

Cahaya merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Akan tetapi penggunaan cahaya buatan secara berlebihan juga memiliki dampak yang signifikan bagi manusia dan lingkungan.

Berbeda dari polusi air, tanah, dan udara, polusi cahaya seringkali jarang mendapat sorotan. Walaupun dampak yang ditimbulkan tidak seperti banjir, air tercemar, penurunan kesuburan tanah, dan penyakit pernapasan, polusi cahaya juga memiliki dampak langsung bagi ilmu pengetahuan, alam, dan manusia.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ancaman bagi Observasi Langit

Observatorium sering kali mengalami dampak serius akibat polusi cahaya. Cahaya buatan yang berlebihan membuat benda-benda langit seperti bintang, planet, dan nebula menjadi sulit diamati secara jelas, sehingga menghambat aktivitas astronomi dan penelitian ilmiah.

Salah satu contohnya adalah Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat, yang kini terpapar polusi cahaya dalam tingkat tinggi akibat perkembangan kawasan perkotaan di sekitarnya.

Kondisi tersebut mengganggu efektivitas penelitian astronomi dan menjadi salah satu alasan pembangunan observatorium baru di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Fenomena ini menunjukkan bahwa polusi cahaya bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan kapasitas riset suatu negara.

Baca Juga: Layar yang Memikat, Fokus yang Terpikat: Dampak Game terhadap Konsentrasi Belajar Anak

Ancaman bagi Lingkungan/Biodiversitas

Polusi cahaya juga memberikan dampak langsung terhadap ekosistem, terutama bagi satwa yang bergantung pada kondisi gelap alami, seperti hewan nokturnal, burung migran, dan penyu laut.

Hewan nokturnal dapat mengalami disorientasi akibat paparan cahaya buatan pada malam hari yang mengganggu pola berburu maupun reproduksi mereka.

Selain itu, cahaya lampu di kawasan pesisir sering kali menyebabkan tukik penyu kehilangan arah saat menuju laut, sehingga meningkatkan risiko kematian akibat dehidrasi maupun predator.

Fenomena ini menunjukkan bahwa polusi cahaya tidak hanya menjadi persoalan perkotaan, tetapi juga ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Ancaman bagi Manusia

Selain berdampak terhadap lingkungan dan ekosistem, polusi cahaya juga memberikan pengaruh serius terhadap kesehatan manusia. Paparan cahaya buatan yang berlebihan pada malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur waktu tidur, metabolisme, dan produksi hormon.

Cahaya pada malam hari, terutama dari lampu LED dan layar elektronik, dapat menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi membantu tubuh untuk beristirahat. Akibatnya, seseorang dapat mengalami gangguan tidur, insomnia, stres, hingga penurunan kualitas kesehatan secara umum.

Dalam jangka panjang, berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan ritme biologis akibat polusi cahaya berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, depresi, diabetes, dan gangguan kardiovaskular.

Masyarakat perkotaan menjadi kelompok yang paling rentan karena tingginya intensitas pencahayaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa polusi cahaya bukan hanya persoalan estetika atau tata kota, tetapi juga ancaman terhadap human security, khususnya dalam aspek kesehatan manusia.

Oleh karena itu, pengendalian penggunaan cahaya buatan pada malam hari menjadi penting untuk menjaga kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. 

Baca Juga: Pentingnya Sunscreen di Luar Ruangan: Lindungi Kulit dari Radiasi UV Ekstrem

Kesimpulan

Polusi cahaya merupakan permasalahan lingkungan yang sering diabaikan meskipun dampaknya cukup luas terhadap kehidupan manusia, ekosistem, hingga perkembangan ilmu pengetahuan.

Cahaya buatan yang berlebihan tidak hanya mengganggu aktivitas astronomi, tetapi juga mempengaruhi hewan nokturnal, keseimbangan ekosistem, dan kesehatan manusia akibat terganggunya ritme biologis.

Dalam perspektif Hubungan Internasional, polusi cahaya dapat dipandang sebagai bagian dari isu human security dan environmental security karena berkaitan dengan kualitas hidup serta keberlanjutan lingkungan global.

Saran

Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap dampak polusi cahaya melalui penggunaan pencahayaan yang lebih bijak dan ramah lingkungan.

Penggunaan lampu dengan intensitas yang sesuai, pengurangan cahaya berlebihan pada malam hari, serta penguatan regulasi tata pencahayaan di kawasan perkotaan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi dampak polusi cahaya.

Selain itu, kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat juga diperlukan agar isu ini memperoleh perhatian yang lebih serius sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Pemerintah juga dapat melakukan upaya sekuritisasi agar isu Light Pollution ini menjadi perhatian luas dan mendapatkan upaya pencegahan segera yang lebih serius (extraordinary measures) sama seperti isu polusi lainnya.


Penulis: Daniel Fajar Waromi
Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Uncen


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Reference

BBC News Indonesia. (2024, 4 Agustus). Polusi cahaya mengganggu penelitian astronomi di Observatorium Bosscha. Diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/articles/cxr2rv7rqk1o.

DarkSky International. (2023, 13 November). Light pollution harms wildlife and ecosystems. Diakses dari https://darksky.org/resources/what-is-light-pollution/effects/wildlife-ecosystems/.

Kusuma, N. (2025, 24 Februari). Polusi Cahaya dan Dampaknya terhadap Manusia dan Makhluk Hidup Lainnya. Green Network Asia – Indonesia. Diakses dari https://greennetwork.id/ikhtisar/polusi-cahaya-dan-dampaknya-terhadap-manusia-dan-makhluk-hidup-lainnya/.

National Institute of General Medical Sciences (NIGMS). (2025, 20 Mei). Circadian Rhythms. Diakses dari https://www.nigms.nih.gov/education/fact-sheets/Pages/circadian-rhythms#:~:text=Study%20Circadian%20Rhythms-,What%20Are%20Circadian%20Rhythms%3F,and%20temperature%20also%20affect%20them.

Onu, B. (2025, 25 Agustus). Impact of Artificial Night Lights on Nocturnal Animals. Greener Journal of Ecology and Ecosolution, 6(1), 8-14. Diakses dari https://doi.org/10.15580/gjee.2025.1.081325119.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses