Pernahkah terpikir sebelumnya bagaimana susu bubuk, kopi instan atau bubuk jus buah berubah menjadi serbuk, bisa bertahan selama berbulan-bukan tanpa rusak, padahal bahan dasarnya adalah cairan yang mudah basi dan bisa diseduh kapan saja.
Dibalik kepraktisan produk tersebut, terdapat sebuah teknologi pengolahan pangan disebut spray drying. Teknologi ini mampu mengubah ribuan liter cairan menjadi serbuk halus dalam hitungan detik tanpa merusak cita rasa maupun kandungan gizinya
Meskipun terdengar teknis, namun produk hasilnya dekat dengan kehidupan keseharian kita. Artikel ini membahas prinsip kerja spray srying, mengapa teknologi ini unggul dan bagaimana peluangnya bagi pengembangan pangan lokal Indonesia, khususnya kunyit.
Pendahuluan
Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan salah satu rempah lokal yang telah lama dimanfaatkan sebagai bumbu masak, obat tradisional, dan pewarna alami. Kandungan utamanya, yaitu kurkumin, dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi (Mankan et al. 2025).
Namun, dalam bentuk segar, kunyit memiliki keterbatasan berupa umur simpan yang pendek dan mudah mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan distribusi.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi spray drying.
Teknologi ini mampu mengubah ekstrak kunyit yang awalnya dalam bentuk cairan menjadi serbuk halus yang stabil, mudah disimpan dan siap diformulasikan menjadi berbagai produk yang bernilai tinggi, tetapi juga dapat membuka peluang hilirisasi komoditas pertanian lokal secara lebih luas.
Apa itu Spray Drying?
Spray drying merupakan teknologi pengolangan pangan berbasis prinsip pengeringan semprot. Dengan cara mengubah bahan pangan cair menjadi bubuk melalui kontak langsung antara tetesan halus dengan udara panas dengan proses penyemprotan (atomisasi).
Proses atomisasi terjadi dalam waktu yang sangat singkat, sehingga dapat menurunkan kadar air secara signifikan dengan cepat. Sehingga, bahan sensitif seperti kurkumin senyawa yang terkandung dalam kunyit tidak sempat terurai oleh paparan panas berlebih (Kumoro et al. 2024).
Dalam rekayasa proses pangan, spray drying tidak hanya berfungsi sebagai metode pengeringan, tetapi juga sebagai teknik untuk mempertahankan kualitas senyawa aktif.
Penelitian menunjukkan bahwa senyawa kurkumin dari kunyit dapat diproses melalui spray drying dengan teknik mikroenkapsulasi untuk meningkatkan stabilitas dan kemudahan aplikasinya dalam produk pangan (Patel et al. 2022).
Baca Juga: Inovasi berbasis Kunyit Modern: Peran Ahli Pangan dengan Penerapan STEAM
Bagaimana Cara Kerjanya?

Proses spray drying diawali dari cairan (larutan, suspensi, atau emulsi) yang disimpan dalam feed tank dan dijaga homogen dengan pengadukan. Cairan kemudian dipompa menuju sistem melalui pompa dan melewati filter untuk menghilangkan partikel kasar atau kotoran agar tidak mengganggu proses pengeringan.
Selanjutnya, udara dipanaskan pada unit air heater menggunakan uap (steam) hingga mencapai suhu sekitar 150–200°C, kemudian dialirkan ke dalam drying chamber dengan bantuan ventilator. Pada saat yang sama, cairan disemprotkan melalui nozzle di bagian atas ruang pengering sehingga terbentuk tetesan-tetesan halus.
Tetesan tersebut kontak langsung dengan udara panas sehingga cairan di dalamnya cepat menguap dalam waktu singkat (sekitar 2–30 detik), menghasilkan partikel padat berupa bubuk. Partikel yang terbentuk akan jatuh ke bagian bawah drying chamber dan dialirkan menuju unit cyclone.
Di dalam cyclone, terjadi pemisahan antara bubuk dan udara. Bubuk dikumpulkan dan diarahkan ke proses pengemasan (packing), sedangkan udara yang masih mengandung sisa uap akan dikeluarkan melalui ventilator sebagai air discharge.
Baca Juga: Yuk Kenali Manfaat Kunyit sebagai Obat Hipertensi
Keunggulan Spray Drying untuk Kunyit?
Penerapan spray drying pada kunyit memberikan berbagai keunggulan yaitu:
- Umur simpan lebih panjang: produk bubuk jauh lebih stabil dibanding kunyit segar atau ekstrak cair;
- Kepraktisan distribusi: bubuk lebih ringan, mudah dikemas, dan efisien dalam penyimpanan;
- Kualitas terjaga: warna, aroma, dan kandungan kurkumin dapat dipertahankan dengan pengaturan parameter proses yang tepat;
- Diversifikasi produk: bentuk bubuk memungkinkan pengembangan minuman instan, fortifikasi pangan, suplemen, hingga bahan baku industri pangan fungsional;
- Nilai tambah ekonomi: kunyit segar yang sebelumnya dijual mentah dapat diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, termasuk pada skala UMKM.
Aplikasi pada Produk Pangan Lokal Berbasis Kunyit
Kemampuan spray drying yang telah terbukti secara ilmiah membuka peluang luas bagi pengembangan produk pangan lokal berbasis kunyit, di antaranya:
- Minuman kunyit instan: serbuk kunyit siap seduh yang praktis dikonsumsi tanpa proses pengolahan tambahan;
- Suplemen herbal: kapsul atau tablet berbahan dasar ekstrak kunyit terenkapsulasi untuk pasar kesehatan;
- Pewarna pangan alami: pigmen kurkumin bubuk sebagai alternatif pewarna sintetis pada industri makanan dan minuman;
- Fortifikasi pangan: penambahan serbuk kunyit pada produk pangan olahan seperti mi, roti, atau bumbu instan sebagai sumber antioksidan.
Tantangan dan Peluang untuk Indonesia
Meski menjanjikan, adopsi teknologi spray drying di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan:
- Biaya investasi alat spray dryer skala industri masih tinggi, berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah;
- Konsumsi energi yang besar karena membutuhkan udara panas berkelanjutan;
- Pemilihan bahan penyalut (enkapsulasi) yang tepat masih memerlukan riset mendalam per komoditas.
Namun di sisi lain, peluangnya sangat besar:
- Indonesia merupakan salah satu produsen kunyit terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 176,11 juta kilogram pada tahun 2024 (Badan Pusat Statistik, 2025), sehingga pasokan bahan baku sangat melimpah;
- Tren pasar global terhadap produk herbal dan suplemen alami terus meningkat, terutama pascapandemi;
- Kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi produk pertanian lokal membuka akses pembiayaan untuk teknologi pascapanen;
- Spray dryer skala laboratorium dan UMKM kini semakin tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Kunyit Ajaib: Menguak Keajaiban Curcuma Sebagai Obat Penurun Demam
Penutup
Teknologi Spray drying tidak hanya metode pengeringan biasa yang masih terdengar asing bagi sebagian orang, melainkan dapat berperan sebagai penghubung antara potensi pangan lokal Indonesia dengan kebutuhan pasar modern yang menuntut produk praktis, higienis, dan bernilai fungsional tinggi pada komoditas seperti kunyit, teknologi ini tidak hanya mampu memperpanjang umur simpan, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk bernilai tambah yang lebih kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dengan adanya dukungan riset yang berkelanjutan, kebijakan yang tepat dan semangat inovasi dari generasi muda, penerapan spray drying pada komoditas lokal berpotensi menjadi salah satu strategi utama dalam pengembangan industri pangan berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.
Masa depan pangan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan kita dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk pangan.
Penulis: Zelita Rahma
Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor University
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik. 2024. Produksi kunyit di Indonesia tahun 2014–2023. Diakses dari Statista. https://www.statista.com/statistics/706479/production-of-turmeric-in-indonesia/
Kumoro, A. C., Wardhani, D. H., Kusworo, T. D., Djaeni, M., Ping, T. C., & Alhanif, M. 2024. A brief overview of spray drying technology and its potential in food applications. Journal of Human, Earth, and Future, 5(2), 279-305. https://doi.org/10.28991/HEF-2024-05-02-09
Mankan, E., Sagdic, O., & Karadag, A. 2025. Development and Characterization of Spray-Dried Curcumin–Lecithin Complexes with Improved Solubility and In Vitro Digestive and Thermal Stability. Foods, 14(18), 3157. https://doi.org/10.3390/foods14183157
Patel, S. S., Pushpadass, H. A., Franklin, M. E. E., Battula, S. N., & Vellingiri, P. 2022. Microencapsulation of curcumin by spray drying: Characterization and fortification of milk. Journal of food science and technology, 59(4), 1326-1340. https://doi.org/10.1007/s13197-021-05142-0
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












