Rahasia Kenyalnya Cimol: Peran Pati, Proses Gelatinisasi, dan Ilmu Pangan di Balik Jajanan Favorit Khas Bandung

Rahasia Kenyalnya Cimol: Peran Pati, Proses Gelatinisasi, dan Ilmu Pangan di Balik Jajanan Favorit Khas Bandung
Jajanan Cimol Khas Bandung (Sumber: Penulis)

Siapa sih yang nggak kenal cimol? Jajanan khas Bandung yang terkenal dengan bentuknya yang bulat mungil, teksturnya yang kenyal, dan rasa yang gurih.

Tapi pernah nggak kamu bertanya-tanya, “Sebenernya apa sih yang bikin cimol kenyal?”

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ternyata jawabannya ada di ilmu pangan, lho! Mau tau pengaruhnya gimana? Yuk kita bahas!

Rahasianya Ada di Tepung Tapioka

Cimol dibuat dari tepung tapioka, yaitu pati yang diekstrak dari singkong.

Tepung ini unik karena kandungan amilopektinnya lebih dominan dibandingkan tepung lain, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih elastis dan kenyal.

Menurut Mumtazah et al. (2021), penambahan tepung tapioka dalam olahan pangan dapat memperbaiki tekstur karena kemampuan pati menyerap air dan membentuk kekenyalan.

Hal ini sejalan dengan pendapat Imanningsih (2012) yang menyebutkan bahwa kadar amilopektin pada tapioka lebih tinggi dibandingkan jenis tepung lainnya, sehingga sangat berperan dalam pembentukan tekstur kenyal.

Baca Juga: Mengungkap Rahasia Senyawa Alami Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) untuk Produk Herbal Berkualitas

Proses Saat Penambahan Air

Untuk membuat adonan cimol biasanya kita menambahkan air kedalam tepung.

Proses ini membuat butiran pati dalam tepung tapioka “meletup” dan berubah jadi gel lengket.

Dalam ilmu pangan, ini yang dinamakan peristiwa gelatinisasi, struktur gel ini berfungsi sebagai “jaringan perekat” yang menghasilkan tekstur kenyal ketika cimol digoreng.

Pengaruh Suhu dan Metode Pengolahan

Cimol biasanya digoreng menggunakan api kecil untuk mencegah adonan yang meletus.

Suhu yang relatif stabil membuat air dalam adonan menguap perlahan, sementara pati yang sudah tergelatinisasi mempertahankan elastisitasnya.

Jika api terlalu besar, air menguap terlalu cepat dan cimol bisa pecah karena tekanan uap.

Baca Juga: Kunjungan Mahasiswa/i Universitas Labuhanbatu “Apem Bugis khas Sulawasi Selatan”

Pengaruh Air dan Minyak

Kandungan air pada adonan mempengaruhi tingkat kekenyalannya. Semakin tepat kadar airnya, maka semakin baik proses gelatinisasi yang dibentuk.

Saat proses penggorengan minyak berperan sebagai media transfer panas untuk membuat pati membentuk lapisan luar renyah di luar dan kenyal di dalam.

Kesimpulannya, kekenyalan cimol berasal dari sifat unik tepung tapioka yang kaya amilopektin dan mampu membentuk gel melalui proses gelatinisasi saat bercampur dengan air dan terkena panas.

Faktor suhu, kadar air, serta metode penggorengan yang tepat sangat berperan dalam menghasilkan cimol dengan tekstur renyah di luar namun tetap kenyal di dalam.

 

Penulis: Khansa Rihhadatul Aisya
Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Dosen Pengampu: Winda Nutiana, S.T.P., M.Si.

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Daftar Isi dan Poin-Poin Artikel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses