Respon Kontra Masyarakat terhadap Narasi “Kuliah itu Scam” pada Platform TikTok

Respon Kontra Masyarakat terhadap Narasi “Kuliah itu Scam” pada Platform TikTok 1

Pendidikan tinggi merupakan program pendidikan yang ditempuh setelah sekolah menengah dan diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan tinggi ditempuh dengan menjalani pendidikan yang dilakukan dengan menempuh pendiidikan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi selalu dipercayai sebagai langkah utama atau langkah  pertama untuk meraih kesuksesan, meraih gelar dan suatu langkah awal untuk mencapai karir yang cemerlang.

Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan sebuah narasi yang disampaikan oleh pasangan influencer dengan username @yuka_san_ pada laman media sosial pribadinya, ia menyampaikan bahwa “Kuliah itu scam”. Awalnya mereka berdua membahas tentang “Langkah apa yang seharusnya dilakukan bagi mereka yang tidak lulus PTN?”, pada awalnya, sang suami memberikan solusi dan motivasi untuk para siswa siswi yang ditolak ptn hingga akhirnya ia mengklaim bahwa “Kuliah itu scam”.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Menurutnya, kuliah merupakan suatu penipuan apabila program studi yang ditempuh oleh seorang itu tidak berhubungan dengan spesialisasi dan nyawa manusia. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kuliah tidak selalu dengan melakukan perkulihan saja. Di dalam deskripsi video yang diunggah, ia menuliskan bahwa “di zaman sekarang kuliah terasa seperti formalitas”. Ia juga menyampaikan statementnya tentang dunia yang semakin maju dengan teknologinya dan teknologi itu bisa menggantikan banyak pekerjaan manusia sehingga kita disarankan agar kita fokus belajar tentang keterampilan-keterampilan yang ilmunya bisa langsung digunakan dalam dunia kerja. Narasi yang disampaikan olehnya mengundang respon kontra masyarakat di laman media sosialnya.

Respon Kontra Masyarakat terhadap Narasi “Kuliah itu Scam” pada Platform TikTok 2

Masyarakat memberikan respon kontra lantaran merasa tidak terima karena menurut mereka narasi yang diberikan oleh @yuka_san_ tidak sesuai dengan realita yang ada. Masyarakat menganggap bahwa kuliah itu penting untuk orang-orang yang sedang menata masa depannya, kuliah dianggap penting untuk mendapatkan pekerjaan yang baik.

Dari berbagai respon kontra yang muncul di media sosial, dapat disimpulkan bahwa anggapan “kuliah itu scam” tidak bisa dijadikan kebenaran umum. Banyak masyarakat masih melihat kuliah sebagai proses penting untuk menambah ilmu, membentuk pola pikir, serta melatih tanggung jawab dan kedisiplinan. Meskipun realitanya tidak semua lulusan langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai, hal tersebut tidak serta-merta menjadikan kuliah sebagai sesuatu yang tidak berguna.

Oleh karena itu, generasi muda disarankan untuk tidak mudah terpengaruh oleh opini viral di media sosial. Setiap individu perlu mempertimbangkan kondisi, tujuan, dan kemampuan diri sebelum memutuskan untuk kuliah atau memilih jalur lain. Selain itu, mahasiswa juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi aktif mengembangkan keterampilan, pengalaman, dan relasi agar ilmu yang didapat lebih bermanfaat di dunia kerja.

Di sisi lain, pembuat konten dan influencer diharapkan dapat lebih bijak dalam menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Pendidikan seharusnya dipandang sebagai salah satu alat untuk berkembang, bukan sebagai jalan instan menuju kesuksesan. Dengan sikap yang lebih kritis dan seimbang, perbedaan pendapat tentang kuliah dapat menjadi bahan refleksi, bukan sekadar perdebatan.


Penulis: Syifa Aulia Ramadani dan Arsi Julaeha
Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Pamulang


Editor: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses