Konflik yang memanas antara Iran dan Israel di Timur Tengah diperkirakan akan sangat memungkinkan adanya dampak tidak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini sangat mungkin terjadi meskipun hubungan perdagangan Indonesia dengan kedua negara relatif tidak besar.
Kondisi ekonomi Iran memburuk sejak dikenakan sanksi internasional dan konflik regional, mengakibatkan penurunan daya beli masyarakatnya secara drastis. Tingkat inflasi Iran mencapai 38,90% pada April 2025, sementara nilai tukar mata uang Rial terus merosot dari 60.000 menjadi 853.500 per dolar AS di pasar gelap (NCRI, 2025).
Tingginya inflasi mengakibatkan pergeseran pola konsumsi masyarakat, lebih dari 80% pengeluaran masyarakat Iran dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan.
Kondisi ini berdampak langsung pada berkurangnya permintaan terhadap produk-produk Indonesia, terutama barang konsumen seperti tekstil, elektronik, dan produk manufaktur lainnya.
Dalam skala makroekonomi hal ini tercermin dari bagaimana penurunan perdagangan bilateral Indonesia-Iran dari 715,5 juta dolar AS menjadi 141,6 juta dolar AS pada tahun 2019 lalu (Reuters, 2023).

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi eksportir Indonesia adalah volatilitas ekstrem mata uang Iran. Terdapat tiga nilai tukar yang berbeda, sebagai contoh per tahun 2024, kurs resmi 42.000 Rial per dolar AS, kurs NIMA (untuk eksportir/importir) 405.527 Rial per dolar AS, dan kurs pasar gelap 616.580 Rial per dolar AS (FDD, 2024).
Perbedaan nilai tukar yang mencapai lebih dari 50% antara kurs NIMA dan pasar gelap menciptakan ketidakpastian luar biasa bagi pelaku usaha Indonesia. Volatilitas harian yang mencapai 4-5% membuat kontrak jangka panjang menjadi sangat berisiko.
Meskipun demikian, hubungan perdagangan antara Indonesia dan Iran telah menunjukkan tren positif selama kurang lebih 5 tahun kebelakang. Nilai perdagangan bilateral meningkat sebanyak 23,17% menjadi 257,20 juta dolar AS pada 2022, dibanding tahun sebelumnya (Liputan6, 2023).
Momentum positif ini didukung oleh penandatanganan Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Iran (II-PTA) pada Mei 2023 yang mulai berlaku Oktober 2024. Memberikan Indonesia akses preferensial untuk 279 produk dengan penurunan tarif yang signifikan ke pasar Iran.
Namun, tren pemulihan hubungan perdagangan Indonesia-Iran tidak mampu berkontribusi banyak pada pemasukan negara, karena Iran bukanlah merupakan mitra dagang utama bagi perdagangan bilateral Indonesia. Namun, dampak tidak langsung dari konflik yang kian memanas belakangan ini sangatlah mungkin mengguncang perekonomian tidak hanya global tapi juga Indonesia.
Baca Juga: Dampak Lobi Israel terhadap Kebijakan Luar Negeri AS di Timur Tengah: Sebuah Analisis Kritis
Pasca penyerangan udara Israel ke Iran pada 13 Juni 2025 lalu, konflik kian memanas antar kedua negara. Tidak hanya sebatas balasan serangan, sebagai respon terhadapa serangan Israel, Jenderal IRGC Esmail Kosari pada 14 Juni 2025 secara tegas menyampaikan pertimbangan Iran untuk menutup Selat Hormuz (Iranwire, 2025).
Ancaman ini bukan sekedar gertakan. Iran memiliki posisi strategis mengontrol garis pantai sepanjang lebih dari 100 mil laut yang menghadap selat tersebut. Negara itu juga memiliki armada kapal serang cepat, sistem rudal anti-kapal, dan ribuan ranjau laut (The Maritime Executive, 2025).
Posisi Selat Hormuz dianggap sangat penting karena per harinya menjadi jalur vital yang dilalui sekitar 20-21 juta barel minyak per hari atau setara 30% konsumsi minyak global (Euronew, 2025). Sekitar 70% dari total barel minyak tersebut didistribusikan ke seluruh Asia. Ancaman ini bisa mengguncang dinamika geopolitik wilayah hingga seluruh benua.
Untuk negara-negara seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Irak, Selat Hormuz adalah satu-satunya akses maritim yang ada. Berbeda dengan Terusan Suez yang memiliki rute alternatif, penutupan Hormuz praktis tidak memiliki jalan pintas.
Sebagai dampaknya, ancaman ini telah mengakibatkan lonjakan pada harga minyak mentah Brent sebanyak 13% dengan harga 78,50 dolar AS per barel. Menjadikan titik ini sebagai harga tertinggi sepanjang tahun sejak bulan Januari. Harga kembali turun per 16 Juni 2025, namun masih berada di angka 70,90 dolar AS per berel, setara 10% dibandingkan harga pada Mei lalu (Tempo, 2025).
Selama periode kritis 13-17 Juni 2025, respons pemerintah Indonesia masih terbatas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum mengeluarkan pernyataan khusus, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,50% tanpa perubahan darurat.
Namun, proyeksi jangka menengah menunjukkan risiko serius. Anggaran subsidi energi 2025 dialokasikan sekitar Rp 203,41 triliun, dengan subsidi BBM Rp 26,7 triliun dan subsidi listrik Rp 89,7 triliun. Pembengkakan subsidi sangatlah mungkin terjadi sebagai akibat kenaikan minyak mentah dunia. Menguji kemampuan swasembada energi Indonesia di tengah konflik panas di Timur Tengah (Kontan, 2025).
Indonesia menghadapi kerentanan struktural yang berbeda dibanding krisis minyak di masa lalu. Negara yang dulu menjadi anggota OPEC dan eksportir minyak utama, kini menjadi net oil importer sejak 2004.
Konsumsi dalam negeri mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi hanya 600 ribu barel per hari. Yang lebih mengkhawatirkan, Indonesia tidak memiliki Strategic Petroleum Reserve (SPR) dan hanya mengandalkan cadangan operasional 20 hari milik Pertamina (Modern Diplomacy, 2021).
Jika harga minyak terus naik, dampaknya akan dirasakan langsung masyarakat Indonesia. Sektor transportasi akan terdampak pertama, diikuti oleh biaya distribusi barang yang memicu kenaikan harga bahan pokok.
Tanpa adanya deeskalasi konflik di Timur Tengah dan bergulirnya konflik berkepanjangan, akan sangat memungkinkan pemerintah menghadapi dilemma. Antara mempertahankan subsidi untuk melindungi daya beli masyarakat atau mengurangi subsidi untuk menjaga kesehatan APBN.
Baca Juga: Politik Bebas Aktif: Sikap Indonesia Atas Kehadiran Israel dalam Ajang Piala Dunia U-20
Meski respons kebijakan domestik masih terbatas, risiko struktural dari ketergantungan impor minyak tanpa cadangan strategis menciptakan kerentanan signifikan.
Di titik ini pemerintah harus sigap menyediakan strategi, baik persiapan swasembada energi maupun ketahanan atas berbagai kemungkinan scenario atas potensi krisis energi global. Masyarakat juga harus mampu bijak dalam konsumsi, serta pengawalan pemerintah dalam mengambil Langkah strategis ke depan.
Penulis: Denada Gabriella
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia (UKI)
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Databoks. (2025). Inilah Produk yang Banyak Diekspor Indonesia ke Iran pada 2023. https://databoks.katadata.co.id/perdagangan/statistik/dc15f946d731ef7/inilah-produk-yang-banyak-diekspor-indonesia-ke-iran-pada-2023, Databoks, 2025.
Euronews. (2025). Israel-Iran crisis: How vital is the Strait of Hormuz for oil market?. https://www.euronews.com/business/2025/06/16/israel-iran-crisis-how-vital-is-the-strait-of-hormuz-for-oil-market
FATF. (2024). High-Risk Jurisdictions subject to a Call for Action – February 2024. https://www.fatf-gafi.org/en/publications/High-risk-and-other-monitored-jurisdictions/Call-for-action-february-2024.html#:~:text=Sejak%20Februari%202020%2C%20mengingat%20pandemi,material%20dalam%20status%20rencana%20aksinya.
FDD. (2024). U.S. Presidential Elections Loom Over the Iranian Rial. https://www.fdd.org/analysis/op_eds/2024/04/18/u-s-presidential-elections-loom-over-the-iranian-rial/
Iranwire. (2025). Iran Threatens To Close Strait Of Hormuz Over Israeli Strikes. https://iranwire.com/en/news/142107-iran-threatens-to-close-strait-of-hormuz-over-israeli-strikes/
Kontan. (2012). Singapura hentikan ekspor CPO Indonesia ke Iran https://industri.kontan.co.id/news/singapura-hentikan-ekspor-cpo-indonesia-ke-iran
Kontan. (2025). Harga Minyak Mentah Makin Panas, Indonesia Dikejar Swasembada Energi. https://industri.kontan.co.id/news/harga-minyak-mentah-makin-panas-indonesia-dikejar-swasembada-energi
Liputan6. (2023). Perjanjian Dagang Indonesia-Iran PTA Ditandatangani, Pintu Ekspor ke Timur Tengah Terbuka Lebar. https://www.liputan6.com/bisnis/read/5295565/perjanjian-dagang-indonesia-iran-pta-ditandatangani-pintu-ekspor-ke-timur-tengah-terbuka-lebar?page=3
NCRI. (2025). Iran’s Economic Collapse and Social Unrest Looming in 2025. https://www.ncr-iran.org/en/news/economy/irans-economic-collapse-and-social-unrest-looming-in-2025/
Reuters. (2023). Indonesia, Iran sign preferential trade agreement https://www.reuters.com/world/indonesia-iran-sign-preferential-trade-agreement-2023-05-23/
Tempo. (2025). Apa Dampak Perang Iran-Israel terhadap Ekonomi Indonesia. https://www.tempo.co/ekonomi/dampak-ekonomi-perang-iran-israel-1715618
The Maritime Executive. (2025). Would Iran Close the Strait of Hormuz in a Conflict?. https://maritime-executive.com/article/would-iran-close-the-strait-of-hormuz-in-a-conflict
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












