Tak Bisa Lepas: Realita Hidup Bersama “Handphone”

Pola Hidup Modern
Ilustrasi Kecanduan Gadget (Sumber: https://garengpetruk.com/wp-content/uploads/2024/09/4b2cee21-f7f5-4f6f-91e3-2b6bb2ee26af.jp)

Di era modern yang serba digital, handphone bukan lagi sekadar alat komunikasi. Telah berubah menjadi ruang kehidupan, bahkan menjadi teman setia yang selalu berada dalam genggaman. Dengan akses informasi yang begitu cepat, kemampuan berkomunikasi tanpa batas, serta kemudahan mengerjakan berbagai aktivitas, handphone juga menawarkan kenyamanan yang sulit ditolak.

Namun, di balik kemudahan itu, muncul satu kenyataan baru yang tak bisa dihindari, yaitu manusia perlahan membangun ketergantungan hingga merasa cemas ketika beberapa menit saja jauh dari perangkat kecil ini.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

 

Bagaimana Tidak dikatakan Hidup bersama Handphone?

Kebiasaan kita sehari-hari memberikan jawabannya. Bahkan sebelum benar-benar kondisi sepenuhnya sadar di pagi hari, tangan secara refleks bergerak mencari handphone. Layar dicek: notifikasi siapa? Pesan apa? Sebelum tidur pun perangkat ini menjadi tontonan terakhir yang menemani mata hingga lelah.

Saat bekerja, belajar, atau makan, perhatian kita sering tidak fokus karena ada dorongan untuk sekadar membalas pesan atau scroll video acak. Dan ketika sedang merasa jenuh atau burnout, handphone menjadi tempat pelarian paling cepat untuk pikiran, meski hanya melalui video hiburan yang muncul tanpa henti.

Kejadian ini bukan semata tentang perubahan gaya hidup, tetapi juga perubahan cara kita berpikir. Otak yang terbiasa menerima informasi serba cepat dan instan akan mengalami penurunan kemampuan untuk memproses materi yang lebih dalam dan kompleks.

Dampaknya semakin nyata: membaca terasa membosankan, konsentrasi mudah pecah, dan kemampuan berpikir kritis mulai tumpul. Kita semakin sulit menahan diri dari distraksi, tetapi semakin mudah menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak memberi nilai tambah.

Kenyataanya, tidak adil jika handphone hanya dianggap berdampak negatif. Teknologi ini pada dasarnya adalah inovasi luar biasa yang mempermudah hidup manusia dalam banyak aspek. Permasalahan utama bukan terletak pada perangkatnya, melainkan pada bagaimana kita mengelola diri.

Baca juga: Pengaruh Penggunaan Handphone dalam Kehidupan Sehari-hari pada Masyarakat sebagai Sarana Mempermudah Mendapatkan Informasi

Modernisasi tidak dapat ditolak, namun kesadaran dalam menggunakan handphone tetap berada di tangan manusia. Di tengah segala kecanggihan, kita tetap perlu mengetahui kapan harus terhubung, kapan harus berhenti, dan kapan harus kembali pada dunia nyata yang sering terabaikan.

Pada akhirnya, realita hidup bersama handphone adalah sebuah pilihan untuk kita. Apakah kita ingin menjadi pengguna yang mengendalikan teknologi, atau membiarkan teknologi mengambil alih cara kita hidup? Handphone memang sulit dilepaskan, tetapi kendali penuh tetap berada pada diri kita. Dan kesadaran itulah yang menjadi penentu apakah teknologi akan memperkaya hidup, atau justru mencuri hidup kita sedikit demi sedikit.

 

Penulis: Amelinda Nurul Hidayah
Mahasiswa Antropologi, Universitas Airlangga
Dosen Pengampu: Pujo Sakti Nur Cahyo, S.Hum., M.Hum.

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses