Jakarta, MMI – Kepercayaan diri merupakan aspek krusial dalam pengembangan diri, terutama bagi generasi muda yang tengah dalam fase pencarian jati diri. Namun, faktanya rasa takut gagal, overthinking, hingga kurangnya pengalaman kerap menjadi tembok penghalang untuk melangkah maju.
Merespons fenomena tersebut, mahasiswa mata kuliah Public Speaking Universitas Pamulang (Unpam) sukses menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Berani Mencoba, Kunci Mengembangkan Potensi Diri” pada Kamis (16/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas praktikum di bawah bimbingan dosen pengampu, Derita Qurbani S.Psi., M.M. Seminar yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Keberanian adalah Kunci
Dalam sesi pertama, narasumber Dwi Hertiyani Putri, membedah pentingnya keberanian sebagai langkah awal membangun kepercayaan diri. Menurutnya, banyak orang terjebak dalam zona nyaman karena takut menghadapi kegagalan atau penilaian negatif orang lain.
“Rasa percaya diri itu tidak datang begitu saja. Justru, kepercayaan diri muncul setelah kita berani mengambil langkah pertama, meskipun kecil,” ungkap Dwi.
Baca juga: Terapkan Tips Agar Percaya Diri ini: Yakin Hidupmu Berubah!
Ia menekankan bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan proses penting yang membentuk mental dan memperkaya pengalaman seseorang. Peserta diajak untuk mulai mencoba hal-hal sederhana, seperti berani berbicara di depan kelas, aktif berorganisasi, atau menyampaikan pendapat dalam diskusi.
Pentingnya Pola Pikir Positif
Senada dengan Dwi, narasumber kedua, Hilda Khairunisa, menyoroti peran vital pola pikir (mindset) dalam membentuk kepercayaan diri. Cara seseorang memandang dirinya sendiri sangat memengaruhi keberaniannya dalam bertindak.
“Jika kita terus berpikir ‘saya tidak bisa’, maka kita benar-benar tidak akan mencoba. Tapi jika kita mulai mengubahnya menjadi ‘saya akan belajar’, maka di situlah perkembangan dimulai,” jelas Hilda.
Ia juga mengingatkan agar peserta tidak membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan, mengingat setiap individu memiliki potensi dan lini masa perkembangan yang berbeda-beda. Fokus utama haruslah pada proses pengembangan diri masing-masing.
Diskusi Interaktif dan Harapan
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Banyak peserta berbagi pengalaman personal terkait rasa kurang percaya diri, mulai dari fobia bicara di depan umum hingga kesulitan bersosialisasi. Para narasumber memberikan jawaban solutif dan relatable sehingga memotivasi peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan benefit berupa e-sertifikat, ilmu bermanfaat, serta kesempatan memperluas relasi secara gratis (Harga Tiket Masuk Free).
Dosen pengampu, Derita Qurbani, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras mahasiswa menyelenggarakan seminar yang relevan ini. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut sebagai sarana pembelajaran sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui seminar ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang berani melangkah keluar dari rasa takut, mencoba hal-hal baru, serta mengembangkan potensi diri secara maksimal. Sebab, kepercayaan diri bukanlah bakat lahir, melainkan hasil dari proses panjang yang dimulai dari satu langkah sederhana: berani mencoba.
Penulis:
1. Dwi Hertiyani Putri
Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan, Universitas Pamulang
2. Hilda Khairunisa
Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Derita Qurbani S.Psi., M.M.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












