Bukan Sekadar Topping: 5 Manfaat Chia Seed sebagai Sumber Serat

Manfaat Chia Seed sebagai Sumber Serat.
Bukan Sekadar Topping: 5 Manfaat Chia Seed sebagai Sumber Serat.

Belakangan ini chia seed sering dijumpai mulai dari berbagai minuman segar hingga hidangan penutup kekinian. Biji kecil berwarna hitam dan putih ini sedang naik daun di kalangan pelaku gaya hidup sehat. Namun, kepopuleran chia seed bukan tanpa alasan.

Di balik bentuknya yang mungil, chia seed menyimpan kekuatan besar, yaitu kandungan serat yang tinggi. Setiap penyajian 100 gram chia seed menyediakan sekitar 91% asupan serat diet harian yang dianjurkan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Hal ini jarang ditemukan pada bahan pangan lain. Tak heran, biji mungil ini dijadikan sebagai salah satu sumber serat untuk dikonsumsi sehari-hari.

5 Manfaat Chia Seed sebagai Sumber Pangan Tinggi Serat

1. Melancarkan Sistem Pencernaan

Chia seed dikenal sebagai sumber serat alami yang tinggi. Kandungan serat pada chia seed dapat membantu memperlancar sistem pencernaan. Serat pada biji chia, terutama jenis serat larut, memiliki kemampuan untuk menyerap air dan membentuk gel di sistem pencernaan.

Gel ini berfungsi untuk melembutkan kotoran dan mempercepat pergerakan usus, sehingga dapat melancarkan proses pencernaan.

2. Menjaga Berat Badan Ideal

Kandungan serat pada chia seed memberikan efek kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi nafsu makan dan mengurangi konsumsi kalori berlebih.

Selain serat, kandungan protein dan asam lemak omega-3 dalam chia seed akan membantu meningkatkan metabolisme serta penurunan berat badan secara efisien. Dengan konsumsi chia seed secara rutin dapat menjadi bagian dari penurunan berat badan secara alami tanpa efek samping.

3. Menurunkan Kadar Gula Darah

Kandungan serat, protein, dan asam lemak omega-3 yang terdapat pada chia seed membantu memperlambat penyerapan karbohidrat pada sistem pencernaan sehingga dapat memperlambat peningkatan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes melitus.

Selain itu, chia seed juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tepung dalam olahan makanan seperti roti dan snack bar. Dengan begitu penderita diabetes dapat menikmati camilan tanpa khawatir gula darahnya akan meningkat.

4. Menurunkan Risiko Kolesterol

Kebiasaan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan kolesterol dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah.

Kandungan serat tidak larut air pada chia seed berpotensi menurunkan kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) tanpa memengaruhi kadar baik atau kolesterol High-Density Lipoprotein (HDL).

Selain itu, kandungan omega-3 pada chia seed juga membantu menstabilkan fungsi pembuluh darah dan mengurangi peradangan.

Baca Juga: 10 Makanan Rendah Kalori untuk Diet yang Sehat

5. Mencegah Risiko Kanker Kolorektal

Faktor-faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan kanker kolorektal antara lain kurangnya kegiatan fisik, merokok, mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu yang panjang, serta rendahnya asupan makanan yang kaya serat.

Kandungan serat yang terdapat pada chia seed dapat mendukung pembuangan racun dan zat karsinogenik dari saluran pencernaan serta menurunkan kemungkinan berkembangnya sel-sel abnormal dan kanker di usus besar.

Faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dapat diimbangi dengan asupan serat yang cukup. Dengan demikian, konsumsi chia seed dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan kanker usus besar.

Kesimpulan

Sekarang kamu tahu bahwa di balik bentuknya yang kecil, chia seed memiliki manfaat luar biasa terutama karena kandungan seratnya yang sangat tinggi.

Mengonsumsi chia seed secara rutin dalam porsi yang tepat dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki pola makan sehari-hari. Penyajian chia seed dapat kamu kombinasikan dengan smoothie, puding, aneka minuman dan camilan favoritmu.

Penulis: Jovita Meylinawati
Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Referensi

Masrul, M. 2018. Pengaruh Konsumsi Serat dengan Pengurangan Risiko Kanker Kolon di Negara Barat: Studi Meta Analisis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. Vol. 12(2): 97-101.

Pujianti, R., dan Fadhilah, T. M. 2023. Snack Bar Tepung Kacang Arab (Cicer arietinum) dan Chia Seed (Salvia hispanica) sebagai Alternatif Camilan Diabetes Melitus Tipe 2. Darussalam Nutrition Journal. Vol. 7(2): 118-129.

Putri, B. A., Moviana, Y., Isdiany, N., dan Saleky, Y. W. 2023. Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah dan Biji Chia terhadap Kadar Kolesterol Total Penderita Hiperkolesterolemia. Jurnal Gizi dan Dietetik. Vol. 2(2): 69-78.

Safaria, A., Kusnandar, F., dan Syamsir, E. 2016. Biji Chia: Karakteristik Gum dan Potensi Kesehatannya. PANGAN. Vol. 25(2): 137-146.

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses