Diskusi Ilmiah Indonesia-Prancis-Brunei antara UNS, TECHTERA, Grenoble & UBD Brunei dalam Menyusun Strategi Fotokatalitik Menuju SDGs

Strategi Fotokatalitik
Figure Scientific communication UNS Indonesia with TECHTERA France and CAMES Brunei

Komitmen untuk menghadirkan solusi berkelanjutan bagi persoalan limbah cair industri tekstil dan batik kembali diperkuat melalui komunikasi ilmiah internasional yang mempertemukan Universitas Sebelas Maret (UNS), TECHTERA Prancis, Grenoble Ecole de Management, serta Centre for Advanced Material and Energy Sciences (CAMES) di Universitas Brunei Darussalam (Jumat, 13/02/2026).

Pertemuan yang berlangsung pada 13 Februari 2026 ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi riset lintas negara yang menggabungkan keunggulan sains material, rekayasa sistem, jejaring industri, dan manajemen inovasi global.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Forum ini mempertemukan Dr. Maria Ulfa dari UNS, Robin Oddon selaku Director International and Development TECHTERA, Michele Coletti, PhD dari Grenoble Ecole de Management, serta Dr. Hasliza Bahruji dari CAMES Universiti Brunei Darussalam. Kolaborasi tersebut mencerminkan pertemuan antara pendekatan ilmiah berbasis riset material maju dengan strategi industrialisasi dan tata kelola proyek internasional.

Sebagai klaster inovasi tekstil di Prancis, TECHTERA berperan sebagai katalisator yang menghubungkan industri, lembaga penelitian, dan institusi pendidikan tinggi dalam pengembangan teknologi tekstil berkelanjutan. Melalui jejaring industrinya, TECHTERA mendorong percepatan adopsi inovasi agar mampu menjawab tantangan transformasi industri hijau di tingkat Eropa maupun global.

Di sisi lain, Grenoble Ecole de Management dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi internasional yang memiliki keunggulan dalam manajemen strategi, inovasi teknologi, dan pengelolaan proyek lintas negara. Peran institusi ini menjadi krusial dalam memastikan bahwa pengembangan teknologi tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga memiliki fondasi model bisnis dan tata kelola yang kuat.

Dalam diskusi, Dr. Maria Ulfa menegaskan bahwa tantangan limbah cair tekstil dan batik membutuhkan pendekatan berbasis desain material yang responsif terhadap kondisi nyata industri.

Pengembangan fotokatalis berbasis seng dan sistem multimetal dipandang sebagai strategi ilmiah yang menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi degradasi polutan kompleks sekaligus menjaga stabilitas material dalam jangka panjang. Menurutnya, orientasi riset harus bergerak menuju kesiapan implementasi, bukan sekadar capaian laboratorium.

Baca juga: Kolaborasi UNS–UB Malang Dorong Inovasi Reaktor Fotokatalis untuk Pengolahan Limbah Cair

Robin Oddon menambahkan bahwa keberhasilan inovasi sangat ditentukan oleh kemampuan membangun jembatan antara peneliti dan pelaku industri. Melalui pendekatan co-development, teknologi yang dikembangkan dapat lebih cepat diadaptasi dan diintegrasikan ke dalam sistem produksi tekstil.

Sementara itu, Michele Coletti menekankan pentingnya keselarasan antara kesiapan teknologi, strategi komersialisasi, serta perlindungan kekayaan intelektual dalam membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan berdampak ekonomi.

Dari perspektif rekayasa sistem, Dr. Hasliza Bahruji menyoroti pentingnya desain reaktor fotokatalitik yang efisien dan adaptif terhadap skala produksi. Integrasi distribusi cahaya, dinamika aliran fluida, dan kemudahan operasional menjadi elemen kunci dalam memastikan efektivitas teknologi di tingkat industri, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Komunikasi ilmiah ini menandai langkah konkret kolaborasi Indonesia, Prancis, dan Brunei Darussalam dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan global, khususnya pada aspek air bersih, inovasi industri, produksi bertanggung jawab, aksi iklim, dan kemitraan internasional.

Ke depan, sinergi ini diharapkan berkembang menjadi roadmap riset bersama yang terarah dan aplikatif, sekaligus mendorong transformasi industri tekstil dan batik menuju sistem pengolahan limbah yang lebih bersih, efisien, dan berdaya saing global.

 


Penulis: Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si
Dosen Pendidikan Kimia, Universitas Sebelas Maret


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses