Perkembangan studi Hubungan Internasional di era digital dapat dilihat dari adanya perkembangan teknologi dan diplomasi, perubahan paradigma, kedaulatan dan tantangan digital.
Revolusi teknologi lewat internet dan media sosial mengubah pola komunikasi dan interaksi aktor-aktor internasional.
Selain itu, perubahan praktik diplomasi tradisional ke diplomasi digital mendorong munculnya aktor multi level, serta media yang semakin berperan penting dalam pembentukan kebijakan luar negeri dan opini publik.
Namun, era digital memberi banyak tantangan baru seperti ketegangan antara kedaulatan negara, kontrol negara atas data, kebijakan sensor, regulasi teknologi, dan banyaknya isu disinformasi sebagai propaganda digital dalam politik global.
Dampak dari era digital terhadap perkembangan studi Hubungan Internasional dibagi menjadi 3, yaitu akses dan ketimpangan digital, ekonomi digital dan keamanan siber, dan soft power dalam era digital.
Pada dampak yang pertama, adanya ketimpangan teknologi antar negara maju dengan negara berkembang yang membuat pembangunan di negara maju semakin cepat namun tidak di negara berkembang.
Baca Juga: Wujud Diplomasi Budaya Indonesia lewat Seni Pertunjukan Modern di Era Globalisasi
Pada dampak yang kedua, hal positif dapat diambil lewat perdagangan digital (e-commerce) cukup berpengaruh pada ekonomi global, tetapi juga ada dampak negatif yang berkaitan dengan kejahatan siber seperti peretasan dan pencurian data berdampak pada keamanan nasional.
Pada dampak yang ketiga, teknologi digunakan sebagai soft power yang didukung oleh peran budaya dalam membentuk opini publik global dan praktik diplomasi publik yang berbasis pada teknologi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dampak yang diberikan di era digital bersifat positif dan negatif, dalam praktiknya harus seimbang.
Konsep cyber diplomacy adalah praktik internasional yang muncul, atas upaya membangun masyarakat siber internasional, dengan menjembatani kepentingan nasional negara dan dinamika masyarakat dunia.
Dengan tujuan untuk memenuhi fungsi-fungsi tradisional diplomasi, seperti menjaga perdamaian dan membangun rasa saling percaya antar pemangku kepentingan (Hamonangan & Assegaff, 2020).
Contoh dari penerapan cyber diplomacy dapat dilihat lewat negara Amerika Serikat dan Cina.
Baca Juga: Pengaruh Cyber Security dalam Perekonomian di Era Digital
Selain itu, diplomasi lewat media juga menjadi pendekatan baru dalam hubungan antar negara, sebagai contoh program ‘Voices of Tomorrow’ yang merupakan program pelatihan internasional dirancang untuk jurnalis-jurnalis muda yang ingin mengembangkan diri lewat media global, program ini sebagai hasil kerjasama India News Desk dengan Kedutaan Besar India di Jakarta.
Upaya penyelesaian dari isu-isu lintas negara yang muncul dapat dilihat dari peran jejaring global.
Perlu adanya kolaborasi digital dalam menangani suatu krisis global, seperti pandemi COVID-19 yang dapat dicegah penyebarannya lewat penggunaan teknologi dalam melacak kontak, distribusi vaksin, dan komunikasi krisis.
Meningkatkan upaya internasional dalam mengatasi berbagai kejahatan siber lintas negara.
Tantangan-tantangan yang muncul lewat cybersecurity mendorong negara untuk melindungi sistem dan data dari serangan siber (spionase, sabotase, dan pencurian), data sovereignty merupakan hak-hak yang dimiliki negara (pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data warga negara), dan content control yang merupakan upaya negara dalam membatasi konten-konten online yang dianggap berbahaya atau melanggar hukum. Selain itu, penggunaan platform digital dalam mobilisasi sosial.
Penulis: R. Ananda Satria Juliano (NIM 24044010086)
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, UPN “Veteran” Jawa Timur
Dosen Pengampu:
1. Dewi Fortuna Sari, S.I.P., M.Law.
2. Diah Ayu Wulandari, S.Pd., M.A.
3. Izzatinnisa, S.IP. M.A.
Referensi
- Hamonangan, I., & Assegaff, Z. (2020). Cyber Diplomacy: Menuju Masyarakat Internasional yang Damai di Era Digital. Padjadjaran Journal of International Relations, 1(4), 342. https://doi.org/10.24198/padjir.v1i4.26246
- Diplomasi Media Jadi Pendekatan Baru dalam Hubungan Antarnegara. https://rri.co.id/internasional/1733201/diplomasi-media-jadi-pendekatan-baru-dalam-hubungan-antarnegara
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












