Malang, MMI – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) turun langsung ke RT 14 RW 02, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, untuk memberikan edukasi pencegahan stunting.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktek Kerja Nyata Mahasiswa (PKNM) berbasis Interprofessional Education (IPE), melibatkan mahasiswa dari program studi Kedokteran, Farmasi, dan Kebidanan, yang berlangsung selama tiga minggu, mulai 19 Juli hingga 10 Agustus 2025.
Program edukasi ini dilakukan setelah survei awal menunjukkan rendahnya pemahaman keluarga mengenai gizi seimbang pada anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya meningkatkan kesadaran warga agar lebih peduli terhadap kesehatan anak dan pencegahan stunting sejak dini. Edukasi ini bertujuan agar keluarga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Daniel Stenly Chandra, Ketua Pelaksana PKNM Kelompok 10.
Pada 4 Agustus 2025, edukasi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan posyandu rutin di Balai Desa Karangpandan.
Materi yang disampaikan tidak hanya membahas definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, tetapi juga memperkenalkan konsep Isi Piringku.
Daniel menjelaskan, “Isi Piringku adalah panduan gizi harian seimbang yang memberikan arahan mengenai jenis dan porsi makanan dalam sekali makan. Sebanyak 50% piring diisi dengan sayur dan buah, sedangkan 50% sisanya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk.”
Baca Juga: Senam Bareng Ibu-Ibu, Mahasiswa PKNM 9 Edukasi Warga Soal Kolesterol
Kegiatan ini dilengkapi dengan pembagian leaflet, kuis berhadiah, serta pojok daycare dengan lembar mewarnai Isi Piringku untuk anak-anak yang hadir.
Selain di posyandu, mahasiswa juga mengunjungi dua rumah warga yang dipilih karena masalah kesehatannya tergolong cukup kompleks, untuk memberikan edukasi langsung dan membagikan booklet.
Di rumah pertama, edukasi difokuskan pada hipertensi, mulai dari pengertian umum, gaya hidup sehat yang harus diterapkan, hingga informasi mengenai obat-obatan.
Sementara di rumah kedua, materi yang disampaikan berkaitan dengan bahaya rokok dan dampaknya, seperti risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta penggunaan pil KB.
Pada akhir pertemuan, setiap keluarga diberikan dua checklist untuk memantau kepatuhan minum obat dan membantu berhenti merokok, serta dilengkapi tensimeter dan kotak obat sebagai pendukung penerapan edukasi di rumah.


Warga yang mengikuti edukasi di posyandu maupun kunjungan rumah terlihat antusias dan mengaku memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat.
Mereka juga mengapresiasi cara mahasiswa menyampaikan materi yang sopan dan mudah dimengerti.
“Semoga kegiatan pengabdian ini dapat terus dijalankan karena sangat membantu masyarakat, khususnya kader-kader posyandu,” ucap salah satu masyarakat.
Di penghujung kegiatan PKNM ini, mahasiswa dari Kelompok 10 berkesempatan untuk memaparkan hasil survei awal, edukasi komunitas, dan kegiatan kunjungan rumah kepada perangkat desa Karangpandan dan beberapa perwakilan dari RT 14 RW 02.
Kegiatan pemaparan ini juga dihadiri oleh dosen pembimbing Kelompok 10, Dr. dr. Nanik Setijowati, M.Kes., Sp.KKLP.
“Kami sangat berterima kasih dengan kedatangan teman-teman Mahasiswa PKNM FKUB yang melakukan kegiatan pengabdian di desa ini,” ujar perwakilan dari desa Karangpandan.
Selain Daniel, kegiatan itu juga diikuti oleh Inge Joice Oktaviona, Amelia Putri Kusmayadi, Salsabila Sandriana Nugroho, Joshua, Putri Ayu Rochmatun Nisa, dan Alya Dwi Rahma Hernistanti di bawah bimbingan Dr. dr. Nanik Setijowati, M.Kes., Sp.KKLP.
Penulis: Kelompok 10 Praktek Kerja Nyata Mahasiswa (PKNM) berbasis Interprofessional Education (IPE) Desa Karangpandan
Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Dosen Pembimbing: Dr. dr. Nanik Setijowati, M.Kes., Sp.KKLP.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












