Pecinta kucing pasti pernah ngerasain terbangun di tengah malam karena suara “huek… huek…”, lalu nemuin gumpalan bulu basah di lantai? Yup, itu dia hairball, salah satu hal “unik” yang sering terjadi pada kucing.
Banyak yang menganggap hairball hal biasa. Tapi sebenarnya, fenomena ini punya cerita sendiri. Kadang hairball hanyalah proses pembersihan alami, tapi jika terlalu sering muncul—lebih dari sekali sebulan—bisa jadi sinyal masalah kesehatan yang perlu diperhatikan (Cornell Feline Health Center).
Hairball itu Sebenarnya Apa?
Hairball, atau istilah medisnya trichobezoar, adalah gumpalan bulu yang tertelan kucing dan menumpuk di perut.
Begini prosesnya: lidah kucing ibarat sikat velcro mini yang selalu menyisir bulu rontok. Saat grooming, ratusan helai bulu tertelan. Sebagian besar keluar normal lewat kotoran, tapi sebagian bisa saling menempel dan membentuk gumpalan di lambung. Kalau sudah terlalu besar, kucing akan memuntahkannya. Menurut penelitian, pembentukan hairball dipengaruhi jumlah bulu yang tertelan dan gerakan pencernaan kucing yang kadang terganggu (Cannon, 2013).
Faktor Pemicu Hairball
Tidak semua kucing sama. Beberapa hal bisa membuat hairball lebih sering muncul:
- Ras berbulu panjang: Persia, Maine Coon, atau Ragdoll biasanya lebih rentan karena banyak bulu rontok.
- Musim rontok: Di musim semi dan gugur, bulu rontok lebih banyak → lebih banyak hairball.
- Grooming berlebihan: Kucing yang stres, gatal, atau alergi bisa sering menjilati bulu. Menurut AKC Pet Insurance, perilaku ini kadang menandakan masalah kesehatan lain.
- Kurang minum atau rendah serat: Kurang minum atau makanan rendah serat membuat bulu lebih mudah menumpuk di perut.
Baca Juga: Kucing Muntah Rumput: Normal atau Bahaya?
Gejala: Mana yang Normal, Mana yang Bahaya?
Yang masih wajar:
- Muntah gumpalan bulu berbentuk silinder.
- Batuk atau suara seperti hendak muntah.
- Nafsu makan sedikit menurun sesaat.
Tanda bahaya — segera ke dokter hewan!
- Kucing terus berusaha muntah tapi tidak keluar apa-apa.
- Lesu, sembunyi, nggak mau main.
- Perut keras, kembung, atau sakit saat disentuh.
- Tidak buang air besar sama sekali.
- Menolak makan dan minum lebih dari 24 jam.
Ingat, kucing pintar banget menyembunyikan rasa sakit. Kalau sudah terlihat gejala parah, segera bawa ke dokter hewan! (VCA Animal Hospitals)
Penanganan Hairball
- Ringan (paling umum): cukup pencegahan di rumah, menyisir bulu dan pasta hairball biasanya cukup (Clermont Animal Hospital).
- Sedang (sering & mengganggu): dokter mungkin menyarankan makanan tinggi serat atau obat untuk melancarkan pencernaan.
- Berat (penyumbatan serius): bisa memerlukan tindakan intensif. Laporan kasus di Jurnal Ilmu Veteriner Universitas Udayana mendokumentasikan hairball terlihat sebagai bayangan padat di radiograf, dan dalam kondisi parah mungkin perlu operasi (Yasa & Saputra, 2021).
Pencegahan Hairball
Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. International Cat Care menekankan pentingnya mengurangi bulu yang tertelan:
- Menyisir rutin:
- Bulu pendek: 1-2 kali seminggu.
- Bulu panjang: setiap hari.
- Pola makan:
- Makanan khusus hairball tinggi serat.
- Tambahkan wet food untuk hidrasi ekstra.
- Pasta hairball 1-2 kali seminggu.
- Air bersih selalu tersedia.
- Kurangi stres yang memicu grooming berlebihan.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Memelihara Kucing Menyebabkan Kemandulan
Kesimpulan: Jadi Pawrent yang Proaktif!
Hairball bukan cuma gangguan kecil, tapi juga bisa jadi tanda kesehatan kucing. Dengan rutin menyisir bulu, memperhatikan gejala yang mencurigakan, dan memberi perhatian ekstra, kucing kesayangan bisa tetap sehat dan nyaman.
Luangkan beberapa menit setiap hari untuk menyisir bulu kucing. Selain mencegah hairball, ini juga jadi momen seru untuk bonding dengan si meong. Dengan langkah sederhana ini, Anda bisa menjaga kucing tetap bahagia dan bebas dari masalah yang nggak perlu.
Penulis:
1. Nabillah Khairun Nisa
2. Salsabilatus Syifa
3. Grace Victoria Thai
Mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Udayana
Dosen Pengampu: Eirenne Pridari Sinsya Dewi, S.S., M.Ed.
Referensi
- AKC Pet Insurance. (2025). Are hairballs a symptom of a larger problem in cats? Retrieved December 6, 2025, from https://www.akcpetinsurance.com/blog/hairballs-symptom-larger-problem-cats
- Cannon, M. (2013). Aetiology and pathogenesis of feline trichobezoars: A review. Journal of Feline Medicine and Surgery, 15(8), 650–655. https://doi.org/10.1177/1098612X12470342
- Clermont Animal Hospital. (2025, July 1). Preventing hairballs in cats. Retrieved December 6, 2025, from https://www.clermontanimal.net/2025/07/01/preventing-hairballs-in-cats/
- Tetrania, T., Marson, F. G. S., Widyanjaya, A. A. G. F., Nariasih, N. K. C., Setyawati, L. G., Mariyana, L. D., Adeliriani, A. D. R., & Batan, I. W. (2022). Gambaran radiografik trichobezoar pada kucing. Jurnal Ilmu Veteriner, 25(2), 145–150. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/download/78897/48256/
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













