Kenapa sih Kosakata Bahasa Inggris Itu Aneh dan Sulit?

Kosakata Bahasa Inggris
Ilustrasi Kosakata Bahasa Inggris (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

​“Duh, sulit sekali Bahasa Inggris ini!” Pasti sebagian dari kita yang berbahasa ibu Bahasa Indonesia pernah mengeluhkan hal semacam ini, bukan? Belum lagi bila sudah bertemu dengan kosakata-kosakatanya yang memusingkan.

Mungkin beberapa dari kita masih kesulitan dalam mengucapkan kosakata Bahasa Inggris yang tentunya menyulitkan kita dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris (speaking skill).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Salah satu masalah yang beberapa orang alami adalah menebak bagaimana cara yang benar untuk mengucapkan suatu kosakata Bahasa Inggris dengan benar.

Kebingungan ini bisa muncul salah satunya adalah akibat dari ketidaksamaan antara ejaan Bahasa Inggris dengan pengucapannya. Misalnya saja untuk mengucapkan kata either dalam Bahasa Inggris, mungkin beberapa orang masih bingung dengan cara mengucapkannya “seperti ini atau seperti itu?” oleh karena adanya perbedaan antara pengucapan dengan ejaan.

Bagi kita yang mengalami masalah dengan speaking skill dalam berbahasa Inggris pasti merasa kesal mengapa ejaan Bahasa Inggris dengan pengucapannya tidak disesuaikan saja agar lebih mudah dan simpel. Pasti rasanya sulit  bila melihat ejaan pada kombinasi huruf ‘ea’ pada kata ‘bread’ dibaca ‘bred’, sedangkan untuk kata weak dibaca wik.

Ketidaksesuaian antara ejaan dan pengucapan Bahasa Inggris inilah yang membuat para pelajar Bahasa Inggris merasa bingung. Kejadian ini yang membuat Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa dalam rumpun ortografi nonfonemis, yang tiap hurufnya dapat mewakili beberapa macam bunyi.

​Dibalik ejaan Bahasa Inggris yang aneh dan sulit ini ternyata ada jejak historis yang menyebabkan perbedaan antara pengucapan Bahasa Inggris dengan ejaannya.

Hal ini berawal dari adanya pengaruh-pengaruh bahasa asing yang memengaruhi kosakata dalam Bahasa Inggris, seperti bahasa Jerman, Bahasa Prancis, dan juga bahasa Nordik (yang digunakan oleh Bangsa Viking). Kemudian dari sinilah kemudian istilah Old English muncul karena pada dasarnya Bahasa Inggris memang sudah mengalami evolusi bahasa.

Pada awalnya, Bahasa Inggris memang tidak memiliki ketetapan pengucapan dan ejaan yang pasti, sehingga orang-orang menulis kosakata Bahasa Inggris sesuai dengan bunyi kata tersebut.

Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan ketidaksamaan ejaan antar penutur Bahasa Inggris Meskipun ketetapan ejaan yang baku sudah dibuat, Bahasa Inggris masih memiliki beragam dialek yang menyebabkan perbedaan pada pengucapan, terutama pada huruf vokal.

Oleh karena itu, dulu sempat terjadi sebuah peristiwa yang disebut dengan “perubahan huruf vokal besar-besaran” (great vowel shift).

Pada akhirnya, ejaan baku Bahasa Inggris mulai ditetapkan akibat adanya kepentingan dalam mengurus hal-hal resmi dan edukasi, dimana pada saat itu yang menggunakan Bahasa Inggris hanya masyarakat sosial kelas bawah, sedangkan bangsawan menggunakan Bahasa Prancis.

Hal ini tentunya cukup membantu komunikasi tertulis masyarakat pada saat itu. Awalnya, pada saat itu tidak ada ketetapan baku untuk ejaan Bahasa Inggris, padahal penuturnya memiliki aksen dan dialek yang berbeda-beda. Akhirnya, muncul perbedaan ejaan karena perbedaan aksen tersebut.

Dengan adanya masalah dan hambatan dalam belajar Bahasa Inggris, tentunya terdapat solusi yang dapat kita coba untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama, kita bisa mencoba memilih logat (accent) mana yang mau kita coba untuk pelajari lebih dalam, misalnya American accent atau British Accent.

Setelah memilih aksen yang ingin kita dalami, kita bisa mencoba untuk mempelajari fonetik dalam Bahasa Inggris. Bila fonetik terasa asing di telinga, fonetik merupakan salah satu bidang ilmu bahasa yang mempelajari bunyi yang dihasilkan oleh suatu huruf pada suatu bahasa.

Biasanya bila kita membeli kamus, terdapat tulisan yang mirip dengan huruf latin (alfabet) yang agak aneh. Huruf-huruf tersebut lah yang disebut dengan huruf fonetik pada Bahasa Inggris. Walau ejaan Bahasa Inggris tidak memiliki ketetapan yang konsisten antara ejaan dengan pengucapannya, namun huruf fonetik pada Bahasa Inggris memiliki pengucapan yang tetap sesuai dengan hurufnya.

Itulah mengapa penting bagi kita untuk menentukan aksen yang ingin kita pelajari karena walau ejaan kata tersebut sama, tetapi fonetiknya bisa berbeda.

Memang sedikit sulit untuk mengingat banyak fonetik dalam kosakata Bahasa Inggris dilihat dari banyaknya jumlah kosakata dalam Bahasa Inggris, sehingga diperlukan kebiasaan yang konsisten dalam mempelajari Bahasa Inggris.

Cara yang kedua adalah dengan melihat pola-pola pengucapan dalam Bahasa Inggris. Walau sebenarnya tidak ada pola yang benar benar konsisten, namun kita bisa melihat beberapa pola utama yang sering muncul dalam kosakata Bahasa Inggris sehingga memudahkan kita dalam mengingat atau bahkan menebak pengucapan suatu kosakata Bahasa Inggris.

Agar bisa melihat pola utama pengucapan dalam berbahasa Inggris, maka diperlukan sense berbahasa agar bisa menebak kira-kira bagaimana kosakata tersebut diucapkan. Namun, untuk memunculkan sense berbahasa ini maka diperlukan ketekunan yang konsisten dalam mempelajari Bahasa Inggris.

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa ejaan Bahasa Inggris yang baku diperlukan karena adanya perbedaan pengucapan yang bisa menimbulkan kebingungan.

Tentunya hal ini membuat belajar pelafalan Bahasa Inggris menjadi lebih rumit, walaupun sebenarnya pembakuan kosakata Bahasa Inggris cukup membantu komunikasi secara tertulis.

Oleh karena itu, kebiasaan yang konsisten dalam mempelajari Bahasa Inggris dapat menjadi senjata yang ampuh untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Penulis: Mada Merina Putri
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses