KUMON: Kuliah Mondok Dikira Berat, padahal Banyak Manfaat!

Kuliah sambil mondok
Foto: Dok. MMI

Sebagai generasi yang siap menyambut Indonesia emas, tentu kita butuh yang namanya ilmu. Kuliah salah satu langkah untuk mencetak generasi yang berilmu, melalui kegiatan kampus yang beragam kamu dapat menambah wawasan yang luas.

Tapi, dunia perkuliahan tidak sesempit itu, berisikan remaja yang ingin mengeksplor banyak hal, tentu akan dihadapkan dengan rintangan yang menggiurkan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Jika kuliah adalah dunia yang luas dan berisikan remaja yang penuh rasa penasaran, apakah aman bagi mahasiswa untuk bertahan tanpa dinding penguatan?

Mungkin mondok menjadi solusi untuk para anak rantau yang ingin memiliki pegangan yang kuat untuk menghadapi gempuran gempuran dunia perkuliahan.

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam tradisional yang masih efektif dalam menyelenggarakan ajaran agama melalui sistem asrama, di bawah naungan kyai sebagai pemimpin atau panutan yang memberi arahan dan juga mengajarkan ilmu.

Pesantren dengan misinya untuk membentuk karakter yang bermoral tentu memiliki peraturan untuk menjemput tujuan tersebut.

Jadi, tidak heran jika pondok pesantren tidak membebaskan santrinya untuk mengeksplor segala hal, bukan maksud mengekang, tapi ada beberapa hal yang memiliki mudarat yang akan berdampak buruk bagi diri sendiri.

Di tengah perkembangan zaman yang sudah melaju pesat, pada era serba digitalisasi, pesantren tidak kehilangan identitasnya, meski sudah mengikuti perkembangan zaman, namun sistem pembelajaran yang terdahulu tidak ikut tergerus, dalam artian tetap efektif.

Jadi, untuk umuran mahasiswa yang hidupnya mungkin berisikan tugas dan tak luput dari ikatan teknologi, pondok pesantren tidak akan menjadi penghambat.

Bahkan sudah banyak pondok pesantren yang memperbolehkan membawa teknologi seperti handphone dan laptop serta menyediakan wifi sebagai fasilitas santrinya.

Dalam pondok pesantren, kamu tidak hanya mendapat ilmu agama yang lebih mendalam saja, tapi juga akan mengeskplor banyak hal, seperti cara beretika yang baik, kedisiplinan, ilmu sosial, dan ilmu kehidupan yang tidak diajarkan di sekolah manapun.

Selain menambah wawasan, kamu juga akan menambah banyak relasi dari berbagai daerah, kamu juga akan diperlihatkan bahasa bahasa unik dan makanan khas dari berbagai daerah yang mungkin belum kamu tahu. Jadi, masih bimbang untuk mondok?

Berikut manfaat kuliah sambil mondok.

1. Benteng Anti-Autophobia

Mungkin ada beberapa orang yang takut kesepian. Nah, dalam pondok pesantren yang hidupnya berdampingan dengan orang lain, ini menjadi solusi terbaik untuk mengobati ketakutan itu.

Selain tidak sendirian, kamu juga akan menambah banyak relasi dan juga mendapat keluarga yang tidak sedarah, dalam artian kamu memiliki tempat pulang. Kamu akan menemukan partner yang siap membantu dan menemani harimu.

Dalam hal ini kamu akan mendapatkan yang namanya ilmu sosial, tentang bagaimana caranya beradaptasi dengan orang lain dengan beribu karakter yang berbeda.

Nah, di pondok pesantren juga kamu akan berteman dengan orang dari daerah yang berbeda, kamu bisa mengenal budaya mereka, bahasa dan juga makanan khas mereka.

Selain itu, kamu akan disuguhi oleh cerita cerita unik beserta latar belakang mereka yang diluar kepala.

2. Hidup Produktif

Dunia perkuliahan yang biasanya dihujani tugas dan kegiatan yang menggunung, terkadang membuat kamu akan kewalahan menghadapinya.

Hidup menjadi berantakan dan tidak teratur karena tidak bisa membagi waktu, jangankan untuk menghibur diri, makan dan sembahyang yang wajib saja kadang ditinggalkan.

Untuk menjaga keseimbangan itu semua, tentu kamu perlu sesuatu hal sebagai benteng pengingat atau alarm.

Dalam pondok pesantren juga tak luput dari yang namanya kegiatan, seperti salat jamaah, mengaji, piket, ziarah, muhadoroh, dan jam belajar. Namun, hal inilah yang membuat hidup kita produktif, terstruktur dan berfaedah.

Nantinya kamu akan belajar memanajemen waktu, bagaimana semuanya berjalan dengan lancar antara seimbangan jasmani dan rohani, dunia dan akhirat, serta wajib dan sunah.

Kamu tetap bisa fokus berkuliah dan menggarap tumpukkan tugasmu tanpa meninggalkan kewajiban sebagai umat muslim.

Kamu akan belajar membuka mata bahwa arus perkuliahan tidak harus kamu ikuti semua, jika kebanyakan mahasiswa suka nongkrong berjam-jam tanpa faedah, kamu bisa belajar untuk meminimalisir kegiatan itu dan menggantikannya dengan hal yang berfaedah, karena menggarap tugas tidak harus di kafe, di pondok juga bisa, bersama teman teman pondok yang rasanya tak jauh beda dengan nongkrong di kafe.

3. Kompas Kehidupan

Anak perkuliahan memang sudah besar, tapi apakah itu menjamin mereka tidak salah jalan? Tidak sedikit pemuda sekarang yang gampang terbawa arus, salah pergaulan dan stres berkepanjangan.

Salah satu cara untuk mengantisipasi permasalah tersebut, tentu kita butuh alarm atau pengingat dan kompas untuk petunjuk arah.

Pondok pesantren dengan segala peraturannya mungkin bisa menjadi alarm besar sekaligus kompas untuk mengatasi itu semua.

Mengapa demikian? Karena setiap pondok pesantren mempunyai misi untuk membentuk karakter yang bermoral.

Jadi, jangan heran jika anak pondok tidak memiliki banyak waktu diluar, karena semua sudah ada peraturannya, seperti maksimal pulang jam berapa, tidak boleh berpacaran, tidak boleh keluar dengan lawan jenis yang bukan mahram dan peraturan lain yang jika dilanggar harus dilunasi dengan hukuman.

Hal ini cukup efektif dalam menjaga pergaulan di dunia perkuliahan, meskipun semuanya tetap kembali pada pribadi masing masing.

4. Hemat

Meminimalisir pengeluaran tentu sulit terlaksana di dunia perkuliahan, selain dari faktor zaman dengan segala pernak-perniknya, juga dari pribadi yang tak kuasa menahan hawa nafsu.

Universitas tidak pernah sepi soal kuliner, sudah banyak bakul berderetan di sepanjang jalan dengan beraneka jajanan yang berbeda dan harganya juga lumayan.

Biasanya santri itu mempunyai tirakat atau kesunnahan yang dianjurkan untuk mempermudah hajat, salah satunya adalah puasa sunah, seperti puasa Senin Kamis, puasa Rajab, yaumul bidh, puasa Daud, puasa Syawal, puasa arafah dan tarwiyah, puasa asyura, puasa nisfu sya’ban, puasa Muharram, dan puasa Zulhijjah.

Nah, dengan puasa sunah, kamu bisa nih menghemat beberapa lembar rupiah dalam sehari.

Memang agak berat karena dibarengi dengan kuliah, tapi dengan niatmu yang benar semuanya akan terasa ringan.

Toh, puasa bukan soal hemat uang saja, tapi juga bisa menjadi jalan diet alias sarana untuk menjaga kestabilan tubuhmu.

5. Membangun Personal Branding 

Jika di dunia perkuliahan kamu pemalu dan tidak bisa berbicara di depan publik karena tidak kuat mental, di pondok pesantren kamu akan dipaksa untuk membentuk mental itu. Agak sulit memang, tapi efektif.

Kegiatan pondok, seperti khitobah, muhadhoroh, musabaqoh, dan tasmi Al-Quran, yang mengharuskan pribadi untuk tampil didepan khalayak umum, justru berhasil membentuk pribadi yang berani menjadi pusat perhatian publik.

Jadi, jika diaplikasikan pada dunia perkuliahan, itu akan membantu dalam proses pembelajaran, kamu akan jadi ringan bertanya, siap berpresentasi dengan baik dan tidak lagi berkeringat dingin sangat tampil di depan umum. Sangat bermanfaat bukan?

Demikian 5 manfaat yang bisa kamu ambil jika kuliah sambil mondok. Ulasan diatas bertujuan untuk memperkuat tekad kamu yang masih ragu ragu buat mondok.

Ingat, dunia sudah menggila, saatnya kamu mempererat hubunganmu dengan Sang Maha Kuasa tanpa meninggalkan urusan dunia.

 

Penulis: Alfi Rahmah Fadilah (20825073)
Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Dosen Pengampu: Rissa Shofiani, M.Pd.

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1 Komentar