Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya sukses menyelenggarakan acara Screening & Talk Show Lensa Rupa yang mempertemukan siswa SMA/SMK di Surabaya yang memiliki minat di dunia perfilman dengan praktisi industri kreatif.
Kegiatan tersebut menghadirkan komika sekaligus konten kreator Ipang PWO sebagai bintang tamu utama, menciptakan ruang belajar yang memadukan apresiasi karya, diskusi santai, dan berbagi pengalaman tentang industri perfilman.
Acara diselenggarakan pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Auditorium IFI Surabaya yang berlokasi di Kompleks AJBS, Jalan Ratna No. 14 Blok C2, Ngagel, Surabaya.
Acara dibuka dengan sesi bedah film pendek, di mana karya-karya dari perwakilan berbagai sekolah diputar di hadapan audiens. Para sutradara muda kemudian diundang ke panggung untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pilihan kreatif mereka, mulai dari teknik pengambilan gambar, pemilihan tema, hingga pemilihan pemeran.
“Tegang sekali saat ditanya soal alasan pengambilan angle kamera dan pemilihan talent. Tapi dari sini kami jadi tahu bahwa membuat film bukan sekadar soal kamera yang bagus, melainkan soal pesan yang sampai kepada penonton,” ujar salah satu peserta.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan dua arah, membuka wawasan peserta mengenai realitas proses produksi film secara lebih mendalam.
“Gimana agar film saya disukai orang? Karena menurut saya sudah bagus, tetapi menurut orang belum tentu bagus,” ujar salah seorang siswa saat bertanya kepada Ipang PWO.

Puncak acara diisi dengan sesi talk show bersama Ipang PWO. Dengan pendekatan yang lugas namun tetap menghibur, Ipang memaparkan sejumlah hal krusial dalam industri konten dan perfilman, mulai dari pentingnya konsistensi berkarya, riset cerita yang kuat, hingga strategi berkarya dengan peralatan yang terbatas.
“Film atau konten yang bagus bermula dari keresahan yang jujur. Jangan takut memulai hanya karena keterbatasan alat. Industri sekarang membutuhkan orang yang punya ide berani dan eksekusi yang konsisten,” ujar Ipang, yang disambut antusias oleh peserta yang berebut kesempatan untuk bertanya.
Pada sesi talk show tersebut, Ipang PWO juga membedah film hasil karyanya yang berjudul Wanoja. Film tersebut menceritakan seorang anak perempuan yang ingin melestarikan kesenian wayang golek dan bercita-cita menjadi seorang dalang seperti ayahnya.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini mencerminkan peran aktif mahasiswa UNTAG Surabaya dalam membangun ekosistem kreatif di tingkat sekolah. Lebih dari sekadar pemutaran film, kegiatan ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri kreatif, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda Surabaya untuk berkarya, berdialog, dan berkembang.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini mengirimkan sinyal bahwa industri kreatif Surabaya tengah tumbuh dan berkembang, digerakkan oleh generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen budaya, tetapi juga menjadi produsennya.
“Seorang sutradara film hanya membutuhkan ruang untuk berbagi dan bercerita mengenai film atau karyanya. Dari ruang itulah seorang sutradara bisa terus berkembang,” ujar Ipang PWO.

Pada penghujung acara, peserta diajak untuk menuliskan kesan dan pesan pada lembar kertas yang telah disediakan untuk ditempelkan di papan khusus. Selain itu, para peserta juga berkesempatan berfoto bersama bintang tamu, Ipang PWO.
Lensa Rupa menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan ruang diskusi dan pertukaran gagasan yang positif, sekaligus memberikan pengalaman baru dan inspiratif bagi para siswa yang memiliki minat di dunia perfilman.
Penulis: Bahihaqi Zakiya Fikri
Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus (UNTAG) Surabaya
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













